Brilio.net - Penyanyi sekaligus pemeran berbakat, Annisa Nurul Shanty Kusuma Wardhani atau yang akrab disapa Shanty, membagikan sebuah kisah mendalam mengenai pergolakan batinnya. Setelah kehilangan sang ibunda pada tahun 2017, Shanty mengaku sempat mengalami masa-masa sulit yang mengguncang sisi spiritualitasnya. Rasa kehilangan yang teramat besar membuatnya mempertanyakan keadilan atas takdir yang menimpa orang tercintanya.

Masa Sulit dan Kemarahan pada Takdir

Kepergian sang ibu yang terbilang mendadak meninggalkan luka yang sangat dalam bagi perempuan kelahiran Jakarta ini. Ia sempat merasa kecewa karena kondisi kesehatan ibundanya menurun sangat cepat dalam waktu singkat. Hal ini memicu rasa marah yang membuat Shanty menjauh dari rutinitas ibadahnya.

Dalam sebuah cuplikan video wawancara, penyanyi yang kini berusia 47 tahun tersebut mengungkapkan perasaannya secara jujur.

“Meninggalnya Ibu, itu aku marah sekali sama Tuhan. Lama, lama itu 2017. Meninggal 2017, itu lama aku nggak mau sholat, nggak mau pokoknya nggak mau, pokoknya kesel banget kenapa orang sebaik Ibu kayak gitu meninggalnya cuma 2 bulan lho," kenang Shanty pada Feni Rose, dikutip brilio.net dari TikTok @feniroseofficial, Jumat (17/4/2026).

Perjalanan Spiritual Shanty berbagai sumber

Perjalanan Spiritual Shanty

foto: TikTok/@feniroseofficial

Rasa marah tersebut semakin diperparah dengan perasaan bersalah yang terus menghantui. Shanty merasa sebagai anak, dirinya mungkin terlalu sibuk dengan urusan pribadi sehingga kurang memberikan perhatian di saat-saat terakhir sang ibu.

Pertemuan Tak Terduga di Bali

Kehidupan Shanty mulai berubah saat memutuskan untuk menetap di Bali. Di Pulau Dewata tersebut, sebuah kejadian di luar logika terjadi saat ia bertemu dengan seorang praktisi penyembuhan (healer). Tanpa mengetahui latar belakang keluarga Shanty, praktisi tersebut tiba-tiba menyampaikan pesan yang sangat personal.

Shanty menceritakan kembali momen tersebut.

“Aku tuh sempat yang menyalahkan diri sendiri kan sebagai anak, sibuk sendiri mungkin. Terus pindah ke Bali, aku ketemu sama healer di Bali. Tiba-tiba dia berhenti terus bilang, 'Maaf Mbak Shanty, boleh saya ganggu sebentar? Ini soalnya ada energi yang masuk’,” ujar Shanty menirukan healer tersebut.

Meski awalnya tidak berpikiran apa-apa, Shanty terkejut saat praktisi tersebut menyebut bahwa ada energi dari almarhumah ibundanya yang ingin menyampaikan pesan. Padahal, saat itu Shanty sama sekali tidak bercerita kepada orang tersebut mengenai status orang tuanya.

Pesan Kedamaian dan Sajadah Biru

Perjalanan Spiritual Shanty berbagai sumber

Perjalanan Spiritual Shanty
foto: Instagram/@shantyofficial

Pesan yang disampaikan praktisi tersebut menjadi kunci utama bagi Shanty untuk melepaskan beban penyesalan yang selama ini dipendamnya.

"Aku langsung deg-degan. Tahu apa Kak Ros message-nya? Ibu bilang, 'Neng, Ibu udah cross. Jadi you can stop blaming yourself dan Ibu udah bahagia di sini'," tuturnya dengan penuh emosi.

Lebih mengejutkan lagi, sang praktisi memberikan detail fisik mengenai sebuah benda yang selama ini diabaikan oleh Shanty. Benda tersebut dideskripsikan berada di lantai, berbentuk kotak panjang, dan berwarna biru.

"Ibu nunjuk-nunjuk ke lantai, bentuknya kotak panjang, dia bilang gitu. Katanya udah lama nggak dipakai sama Mbak Shanty. Aku langsung kaget banget, terus dia bilang warnanya biru. Kak Ros, itu aku langsung loncat dari kamar sebelah tempat aku Reiki, aku ke kamarku, laci aku buka, sejadah biru. Itu aku ambil dari rumah Ibu dan aku tinggalin sholat karena aku marah. Sejak saat itu aku balik sholat," ujar Shanty.