Baim Wong mengungkapkan sisi lain perjalanannya yang penuh tantangan sebelum mencapai kesuksesan saat ini. Meskipun kini dikenal sebagai sosok berpengaruh di dunia hiburan digital, ia pernah mengalami kegagalan bisnis bertubi-tubi sejak tahun 2007 hingga 2020.

Masa paling kritis terjadi pada tahun 2018, di mana ia kesulitan finansial pasca memutuskan berkarier mandiri. Namun, keberanian untuk merambah platform YouTube menjadi titik balik yang menyelamatkan kondisi keuangannya sekaligus membuka peluang baru sebagai sutradara dan produser film guna menjaga relevansi di industri kreatif.

Masa Sulit dan Kegagalan Bisnis Restoran

Kisah Hidup Baim Wong foto: Instagram/@baimwong

Kisah Hidup Baim Wong
foto: Instagram/@baimwong

Di balik citra kesuksesan yang melekat, Baim Wong menyimpan memori perjuangan yang berat. Sebelum menyandang status sebagai salah satu konten kreator papan atas, ia menghadapi kemelut keuangan sekitar tahun 2018. Kerugian besar dialaminya akibat investasi di sektor kuliner yang tidak berjalan mulus selama bertahun-tahun.

"Orang-orang nggak tahu aja. Kan saya sebenarnya banyak bangkrutnya itu di restoran. Saya buka restoran bangkrut terus dari 2007 sampai 2020. Uangnya kebanyakan habis di situ," ungkap Baim Wong di Kawasan Tanah Kusir, Jakarta Selatan, baru-baru ini dikutip brilio.net dari Liputan6, Kamis (26/3/2026).

Situasi mencapai titik terendah pada awal 2018. Keputusannya untuk hengkang dari rumah produksi yang menaunginya selama ini membuat Baim harus berdiri di atas kaki sendiri. Dampaknya, ia sempat terhimpit kewajiban membayar cicilan rumah yang nilainya sangat besar.

Ia mengenang, "2018, antara 2018 sampai 2020, tapi bulannya saya ingat bulan Februari. Karena saya ya keluar dari Sinemart, saya keluar, habis itu saya berjuang sendiri, ya di situ saya nggak bisa bayar KPR."

Keinginan Menjual Aset demi Mandiri Secara Finansial

Prinsip teguh untuk tidak membebani orang tua membuat Baim sempat merencanakan penjualan aset pribadi. Tabungan yang kian menipis nyaris memaksanya melepas mobil mewah kesayangannya demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

"Susahnya itu karena nggak pernah minta lagi uang dari Papa Mama, ya itu doang. Mobil, mobil Alphard saya ingat banget saya sudah mau jual," akunya.

YouTube Sebagai Penyelamat Karier dan Ekonomi

Nasib mulai berubah ketika Baim memutuskan untuk mengeksplorasi dunia digital melalui kanal YouTube pribadinya. Langkah yang awalnya diambil karena minimnya tawaran pekerjaan di industri televisi justru menjadi pintu gerbang menuju popularitas dan stabilitas finansial yang baru.

"Akhirnya dapat kerjaan, nggak jadi jual, dapat kerjaan lagi, eh habis itu buat YouTube. Sangat, sangat (menjadi titik balik). Dari nggak ada kerjaan sampai buat YouTube karena nggak ada kerjaan," jelas Baim masih dikutip dari laman yang sama.

Transformasi Menjadi Sutradara dan Produser

Setelah memetik keberhasilan sebagai pembuat konten, Baim kini memperluas jangkauannya dengan menjabat sebagai sutradara serta produser film. Transformasi ini merupakan langkah strategis agar tetap memiliki daya saing dan mampu menciptakan lapangan kerja bagi rekan sejawat di industri hiburan.

"Dari perpindahan sinetron ke film, dari film ke YouTube, dari YouTube ke TikTok, dari TikTok sekarang menjadi direktur atau produser itu perjalanan yang butuh keberanian. Harus men-create kerjaan, nah itu buat film. Ya sekarang kan kita men-create buat teman-teman juga, bukan nunggu kapan dipanggilnya," jelas Baim Wong.

Konsistensi di Dunia Seni Peran

Walaupun kini lebih banyak menghabiskan waktu di balik layar, Baim tidak sepenuhnya meninggalkan profesi aktor. Ia tetap selektif dalam mengambil peran, termasuk keterlibatannya dalam proyek film terbaru bersama Acha Septriasa yang tayang dalam waktu dekat.

"Saya sudah main film lagi sama Acha. Kebetulan juga dua minggu tayangnya berbarengan sama film saya yang saya direct. Jadi memang masih main tapi saya pilih banget karena waktunya juga lumayan agak habis," pungkas Baim Wong.