Brilio.net - Nama Farel Prayoga kembali menjadi perhatian setelah ia kembali dipertemukan dengan ibu kandungnya, Siti Soliti, di Kementerian Hukum pada Rabu (30/9/2026). Pertemuan tersebut difasilitasi langsung oleh Kementerian Hukum dan dihadiri Menteri Hukum Supratman Andi Agtas serta Rais, mentor yang selama ini mendampingi Farel. Keduanya kembali bertatap muka setelah sebelumnya dipertemukan pada 2025.

Momen terbaru itu menjadi bagian dari perjalanan panjang Farel yang mulai terbuka ke publik sejak Juli 2025. Saat itu, Farel yang telah dikenal luas lewat lagu "Ojo Dibandingke" menceritakan sisi lain kehidupannya dalam podcast CURHAT BANG Denny Sumargo.

Kisah hidup Farel Prayoga © 2026

Kisah hidup Farel Prayoga
© 2026/Instagram/@supratman08

Juli 2025, Farel membuka cerita tentang keluarga

Kisah hidup Farel Prayoga © 2026

Kisah hidup Farel Prayoga
© 2026 YouTube/CURHAT BANG Denny Sumargo

Dalam perbincangan tersebut, Farel mengungkap bahwa ia baru mengetahui sosok perempuan yang selama ini tinggal bersamanya bukan ibu kandung ketika berusia sekitar 8 tahun.

Farel juga menceritakan bagaimana kondisi keluarganya saat masih kecil. Menurut pengakuannya, ibu tiri yang tinggal bersamanya tidak menyukai ibu kandungnya. Situasi tersebut membuat Farel tumbuh dengan cerita keluarga yang tidak sederhana dan baru ia pahami sedikit demi sedikit ketika beranjak besar.

Kisah hidup Farel Prayoga © 2026

Kisah hidup Farel Prayoga
© 2026 YouTube/CURHAT BANG Denny Sumargo

Ia juga mengungkap sejumlah perlakuan yang dialaminya ketika masih kecil. Farel mengaku pernah diusir dan tidak diperbolehkan tidur, hingga mendapat perlakuan kasar seperti dilempar bantal.

Selain itu, sosok kelahiran Banyuwangi, 8 Agustus 2010 tersebut menceritakan dirinya mulai mengamen ketika berusia sekitar 8 tahun. Awalnya, kegiatan itu dilakukan untuk mendapatkan uang saku. Namun, menurut Farel, keadaan kemudian membuatnya harus ikut membantu memenuhi kebutuhan keluarga.

Kisah hidup Farel Prayoga © 2026

Kisah hidup Farel Prayoga
© 2026 YouTube/CURHAT BANG Denny Sumargo

Cerita masa kecil tersebut menjadi bagian dari persoalan keluarga yang kemudian terbuka ke publik. Di tengah kisah itu, Farel juga mengungkap kondisi keuangannya. Penghasilan yang diperoleh setelah popularitasnya meningkat disebut pernah dikelola keluarga, disebut-sebut tak lain adalah ayah dan kakaknya. Waktu-waktu berikutnya, Farel mengaku terkejut ketika mendapati saldo rekeningnya tinggal sedikit, padahal sebelumnya ada sekitar Rp 100 juta. Saat Denny Sumargo memastikan, penghasilan Farel bisa mencapai miliaran rupiah.

"Posisi itu aku mau manggung dan mau beli minuman di supermarket. Aku mau narik uang dulu, eh, ternyata uang sisa Rp56 ribu. Beberapa minggu gitu, kakak yang perempuan nih cerita semuanya. Ternyata uangku yang hilang dipakai beli kuda. Mereka semua tutup mulut, gitu. Baru-baru ini, jadi, uang habis semua. Saldo tinggal berapa ya? Ceban (Rp10 ribu) paling. Di bawah Rp 50 ribu, bang," curhat Farel pada Denny Sumargo kala itu.

Kisah hidup Farel Prayoga © 2026

Kisah hidup Farel Prayoga
© 2026 YouTube/CURHAT BANG Denny Sumargo

Namun, persoalan tersebut bukan satu-satunya hal yang membuat Farel mulai menata kembali kehidupannya. Di tengah cerita tentang masa kecil dan keluarganya, ia juga mulai mencari tahu keberadaan ibu kandung yang selama 14 tahun tidak pernah ditemuinya.

Mulai berkomunikasi dengan ibu kandung

Setelah mendapat dorongan dari Rais, sang manajer yang baru, Farel akhirnya mencari nomor telepon Siti dan menghubunginya. Percakapan itu menjadi titik awal hubungan keduanya kembali terjalin.

Farel mengaku terharu ketika mendengar sang ibu memanggilnya dengan nama yang diberikan saat lahir, Langgeng.

"Aku awalnya disaranin sama om manajer, 'kan sudah lama enggak ngobrol, enggak mau kah ngobrol?'" kata Farel dalam podcast Denny Sumargo.

Dalam percakapan melalui telepon tersebut, Farel kemudian mengetahui lebih banyak cerita dari sisi sang ibu. Ia pun mulai memiliki keinginan untuk bertemu langsung.

"Ada niatan ketemu, cuma kurang ada waktu buat ketemu kemarin. Kalau bisa secepatnya (ketemu)," ucapnya.

Agustus 2025, Farel akhirnya bertemu ibu kandung

Keinginan tersebut terwujud tidak lama kemudian. Pada Agustus 2025, Rais membuat kejutan dengan mempertemukan Farel dan Siti secara langsung.

Farel mengaku tidak mengetahui rencana tersebut. Sepulang sekolah, ia mendapati sang ibu sudah berada di rumah.

"Waktu itu nggak tahu apa-apa, sih. Pulang sekolah, hari apa, gitu, pas pulang ke rumah ibu udah di rumah. Kaget aja, sih, loh, eh, gitu," ungkap Farel.

Pertemuan itu menjadi pengalaman emosional bagi Farel. Ia mengaku sempat tidak mampu mengungkapkan banyak hal dan hanya bisa memeluk serta memandangi sang ibu.

Meski memiliki cerita masa lalu yang tidak sederhana, Farel saat itu tetap mengungkapkan rasa syukurnya atas doa dan dukungan Siti.

"Kalau kataku, ibu ya tetap ibu, gitu, loh. Terlepas dari masalah yang dia hadapi. Kalau kasarnya, tuh, kayak sehina-hinanya dia tetap ibu kita, gitu," tegasnya.

Beban finansial ikut mengiringi kehidupan Farel

Setelah persoalan keluarga dan pertemuannya dengan ibu kandung mencuat, kehidupan Farel juga diwarnai upaya menata kembali kondisi finansial dan pendidikannya.

Rais pada Agustus 2025 mengungkap bahwa Farel sempat menghadapi cicilan belasan hingga Rp20 juta per bulan saat usianya masih 14 tahun. Menurut Rais, sejumlah aset seperti rumah dan mobil dibeli dengan sistem kredit, sementara pemasukan Farel menurun setelah mengalami perubahan suara.

"Akhirnya aku yang menalangi dua-tiga bulan cicilan Farel yang jumlahnya kurang lebih Rp 16 juta sampai Rp 20 juta sebulan," kata Rais dalam wawancara pada Agustus 2025, dikutip dari kanal YouTube Feni Rose Official.

Farel kemudian menjalani kehidupan dan pendidikan di Jakarta bersama Rais. Ia juga mengatakan biaya sekolahnya untuk sementara ditanggung oleh sang manajer.

September 2026, kembali dipertemukan di Kementerian Hukum

Kisah hidup Farel Prayoga © 2026

Kisah hidup Farel Prayoga
© 2026/Instagram/@supratman08

Setahun setelah pertemuan pertama, Farel dan Siti kembali bertatap muka. Kali ini pertemuan berlangsung di Kementerian Hukum dan difasilitasi langsung oleh kementerian.

Dalam pertemuan tersebut, Siti menyampaikan bahwa dirinya tidak ingin Farel kembali ke lingkungan yang selama ini mengurusnya. Ia juga mengaku masih menyimpan trauma atas pengalaman masa lalu.

"Makasih Pak Menteri, udah bantu kami. Saya enggak mau anak saya, eh saya... Saya mau anak saya enggak di lingkungan mereka lagi. Intinya saya enggak mau Farel kembali ke mereka. Farel enggak apa-apa ikut Pak Ais enggak apa-apa," ujar Siti.

Siti kemudian menceritakan pengalaman yang menurut pengakuannya pernah dialami ketika mengandung Farel. Ia mengatakan dirinya pernah mendapat tekanan hingga diminta menggugurkan kandungan.

"Kalau saya ke rumahnya pasti saya habis lah. Karena saya di waktu hidup sama mereka itu saya bener-bener dari mengandung, dari melahirkan, enggak ada sedikit pun rasa iba sama saya. Itu disuruh menggugurkan dengan minuman keras. Tambah besar kandungan saya, masih saya disuruh kerja," tuturnya.

Ia juga meminta perlindungan untuk keluarganya dan mengaku masih mengalami trauma.

"Saya mohon sama Pak Menteri, keluarga saya juga dilindungi. Saya tahu mereka akan berbuat apa dengan keluarga saya. Jadi saya mohon minta perlindungan, mereka itu nekat banget. Saya juga tidak mau dipertemukan dengan mereka. Saya sangat trauma banget, sakit rasanya," ujar Siti.

 

Di hadapan Farel dan ibunya, Menteri Supratman kemudian meminta agar persoalan masa lalu tidak mengalihkan perhatian dari masa depan Farel.

"Apa yang Ibu pernah alami, saya pahami. Tapi sekarang kita fokus ke Farel. Saya enggak butuh legalitas apa pun untuk membantu kamu. Itu cara Tuhan aja bekerja mempertemukan kita, yang penting kamu diselamatkan. Jangan pernah kamu lupakan semua orang-orang yang selama ini baik sama kamu. Jangan pernah menyimpan dendam,” ujar Supratman.

Rais juga kembali menyinggung tekanan yang pernah dialami Farel ketika masih sangat muda, termasuk cicilan hampir Rp20 juta per bulan.

"Anak sekecil Farel harus menanggung cicilan hampir 20 juta per bulan. Sementara pada saat itu transisi perubahan suara Farel, Farel job-nya enggak sebanyak di awal-awal. Jadi saya pengin Farel... pengin dia bahagia gitu loh Pak."

Ia kemudian mengatakan tekanan yang dialami Farel menurutnya telah berlangsung sejak sebelum penyanyi tersebut dikenal publik.

"Karena penderitaan dia itu bukan ketika dia... udah muncul ke dunia. Dari kandungan itu udah menderita Farel ini sebenarnya."

Setelah mendengar berbagai cerita tersebut, Farel justru memilih untuk tidak membawa dendam dari masa lalu. Ia berharap persoalan yang ada segera selesai dan ingin menata kembali kehidupannya.

"Semoga masalah ini cepat terselesaikan. Tidak ada permasalahan kembali dan... saya beli buku, kita buka lembaran baru."

Kisah hidup Farel Prayoga © 2026

Kisah hidup Farel Prayoga
© 2026/Instagram/@supratman08

Farel juga menyampaikan pesan kepada sang ibu agar menjaga kesehatan.

"Ibu sehat-sehat, jaga kesehatan, salam sama keluarga. Ya semoga masalah ini cepat selesai lah, Bapak, ya. Karena sekarang kita sudah enggak bicara dendam kenapa, saya pribadi juga enggak dendam sama sekali. Cuma ada yang saya minta tolong sama Bapak, ya semoga masalah ini cepat selesai. Dan saya rela mulai dari nol lagi, enggak apa-apa saya bisa berjuang dengan Pak Rais mentor saya," pungkas Farel.

Perjalanan Farel yang dalam setahun terakhir diwarnai persoalan keluarga, keuangan, pendidikan, hingga pertemuan kembali dengan ibu kandung kini memasuki babak baru. Di tengah cerita masa lalu yang belum sepenuhnya selesai, Farel memilih satu hal yang ingin dibawanya ke depan: membuka lembaran baru.