Daging kurban direbus tetap alot? Banyak yang baru tahu ternyata jangan langsung masuk panci

Daging kurban direbus tetap alot? Banyak yang baru tahu ternyata jangan langsung masuk panci
cara merebus daging kurban | foto ilustrasi: Gemini AI

Brilio.net - Setelah Idul Adha, stok daging di rumah biasanya cukup banyak dan langsung diolah jadi sop, semur, rawon, sampai gulai. Tapi ada satu masalah yang sering muncul saat memasak daging kurban, yaitu teksturnya tetap keras meski sudah direbus lama. Akibatnya gas jadi lebih boros dan waktu memasak terasa makin panjang.

Ternyata salah satu penyebabnya ada di langkah awal sebelum daging masuk panci. Banyak orang langsung merebus daging dingin atau baru dicuci tanpa memberi jeda terlebih dahulu. Padahal cara sederhana ini cukup berpengaruh pada tekstur akhir daging setelah matang.

Kenapa Daging Kurban Sering Jadi Alot Saat Direbus?

Daging sapi, terutama daging kurban yang baru dipotong, biasanya masih berada dalam kondisi serat yang cukup tegang. Jika langsung dimasukkan ke air panas, serat daging bisa langsung mengencang dan membuat teksturnya lebih keras.

Selain itu, kesalahan suhu saat merebus juga sering membuat bagian luar daging matang lebih cepat sementara bagian dalamnya belum lunak. Akibatnya, waktu memasak jadi lebih lama dan gas terpakai lebih banyak.

Karena itu, sebelum mulai merebus, ada langkah penting yang sebaiknya tidak dilewatkan.

Jangan Langsung Masukkan Daging ke Panci

Salah satu cara yang cukup membantu membuat daging lebih cepat empuk adalah mendiamkannya terlebih dahulu di suhu ruang sebelum direbus. Daging tidak perlu langsung dimasak saat baru keluar dari kulkas atau setelah dicuci.

Memberi waktu beberapa menit membantu suhu daging lebih stabil sehingga seratnya tidak langsung “kaget” saat terkena panas.

Penjelasan

Daging yang terlalu dingin cenderung lebih cepat mengeras ketika terkena suhu tinggi. Karena itu, proses adaptasi suhu sebelum dimasak cukup membantu menjaga teksturnya tetap lebih lembut.

Selain itu, daging yang langsung direbus dari kondisi dingin sering membuat air rebusan membutuhkan waktu lebih lama untuk kembali mendidih. Hal ini ikut memengaruhi durasi memasak dan pemakaian gas.

Cara ini sederhana, tetapi masih sering dilewatkan saat mengolah daging kurban dalam jumlah banyak.

Bahan

- 500 gram daging sapi
- Air secukupnya
- 1 ruas jahe geprek
-2 lembar daun salam

Langkah

1. Keluarkan daging dari kulkas atau wadah cuci.
2. Diamkan sekitar 15–30 menit di suhu ruang.
3. Potong daging sesuai kebutuhan masakan.
4. Rebus air hingga benar-benar mendidih.
5. Masukkan jahe dan daun salam untuk membantu mengurangi aroma prengus.
6. Masukkan daging setelah air mendidih stabil.
7. Rebus menggunakan api sedang agar tekstur daging lebih merata empuknya.

Kesalahan Lain yang Bikin Daging Susah Empuk

Selain langsung memasukkan daging ke panci, ada beberapa kebiasaan lain yang juga membuat tekstur daging lebih keras.

1. Memotong Daging Terlalu Besar

Potongan yang terlalu besar membuat panas lebih sulit masuk ke bagian tengah daging.

2. Merebus dengan Api Terlalu Besar

Api besar terus-menerus bisa membuat bagian luar cepat keras sebelum bagian dalam empuk.

3. Terlalu Sering Membuka Tutup Panci

Uap panas jadi keluar dan proses perebusan lebih lama.

4. Langsung Menambahkan Garam di Awal

Garam yang dimasukkan terlalu cepat kadang membuat serat daging lebih kencang.

Cara Merebus Daging Biar Gas Tidak Boros

Selain memperhatikan tekstur, banyak orang juga ingin proses memasak lebih hemat gas, apalagi saat merebus daging dalam jumlah besar.

Salah satu trik yang sering dipakai adalah metode rebus-diamkan. Setelah air mendidih dan daging direbus beberapa menit, api dimatikan lalu panci ditutup rapat selama beberapa waktu. Panas di dalam panci membantu melanjutkan proses pematangan tanpa api terus menyala.

Cara ini cukup membantu menghemat gas sekaligus menjaga tekstur daging tidak terlalu keras akibat direbus terus-menerus.

Kapan Waktu Terbaik Menambahkan Bumbu?

Bumbu aromatik seperti jahe, serai, atau daun salam bisa dimasukkan sejak awal perebusan untuk membantu mengurangi aroma khas daging sapi.

Namun untuk garam dan kecap, lebih baik ditambahkan setelah daging mulai empuk. Cara ini membantu menjaga tekstur daging tetap lebih lembut.

Jika ingin memasak semur atau gulai, proses perebusan awal sebaiknya dipisah terlebih dahulu sebelum daging dicampur bumbu utama.

FAQ Seputar Merebus Daging Kurban

1. Apakah daging kurban perlu dicuci sebelum direbus?

Boleh dicuci secukupnya untuk membersihkan kotoran, tetapi jangan terlalu lama direndam karena bisa memengaruhi teksturnya.

2. Kenapa air rebusan daging sering berbusa?

Busa berasal dari protein dan sisa darah yang keluar saat proses perebusan.

3. Apakah presto membuat daging lebih cepat empuk?

Ya, panci presto membantu mempercepat pelunakan serat daging karena tekanan uap lebih tinggi.

4. Bagaimana cara menyimpan daging sebelum dimasak?

Simpan dalam wadah tertutup di kulkas atau freezer agar kualitas daging tetap terjaga.

5. Apakah semua bagian daging punya waktu rebus yang sama?

Tidak. Bagian sengkel atau otot biasanya membutuhkan waktu lebih lama dibanding has dalam atau sandung lamur.

 

 

(brl/tin)
  • Jalan Makan Shiki, resto sukiyaki bergaya kansai daging disajikan dengan permen kapas

    Jalan Makan Shiki, resto sukiyaki bergaya kansai daging disajikan dengan permen kapas

  • Jalan Makan Kari Lam, jualan sejak 1973 membawa rasa nostalgia

    Jalan Makan Kari Lam, jualan sejak 1973 membawa rasa nostalgia

  • Jalan Makan Sroto Eling-Eling, gurihnya kuah dan melimpahnya daging kuliner Banyumas

    Jalan Makan Sroto Eling-Eling, gurihnya kuah dan melimpahnya daging kuliner Banyumas