Cara membersihkan wajan dari bau amis, panduan praktis untuk semua jenis wajan
Diperbarui 16 Jan 2026, 16:03 WIB
Diterbitkan 19 Jan 2026, 11:00 WIB

Pernah merasa terganggu dengan bau ikan yang masih menempel di wajan meski sudah dicuci berkali-kali? Masalah ini memang menyebalkan karena aroma amis bisa merusak rasa masakan selanjutnya. Mau digosok sekuat tenaga, ada rasa khawatir kalau lapisan anti lengketnya malah mengelupas. Tenang, ada banyak cara aman dan efektif untuk mengembalikan kesegaran alat masak kesayangan tanpa perlu merusaknya.
Bau tak sedap ini sebenarnya muncul karena residu protein dan lemak yang teroksidasi pada permukaan wajan. Bahkan, wajan baru pun terkadang membawa aroma khas pabrik yang perlu dibersihkan sebelum dipakai. Merawat wajan dengan teknik yang tepat bukan cuma soal menghilangkan bau, tapi juga soal menjaga keawetan alat masak tersebut.
Yuk, simak tujuh trik praktis yang bisa dicoba untuk berbagai jenis wajan, mulai dari teflon hingga besi cor, agar kembali bersih dan bebas aroma mengganggu, dikutip BrilioFood dari Liputan6, Senin (19/1).
1. Manfaatkan Segarnya Lemon atau Jeruk Nipis
Asam alami pada jeruk nipis atau lemon adalah musuh bebuyutan bau amis. Kandungan asam sitratnya bekerja sangat baik dalam menetralkan aroma tajam serta mengangkat noda minyak membandel.
Caranya simpel: belah jeruk menjadi dua, lalu peras airnya. Balurkan air perasan tersebut ke seluruh bagian dalam wajan secara merata. Biarkan selama 10–15 menit agar asamnya bekerja maksimal. Setelah itu, cukup bilas dengan air mengalir sampai bersih dan lap hingga kering agar tidak muncul karat.
2. Rebusan Air Cuka untuk Bau Membandel
Cuka putih adalah bahan serbaguna yang efektif melunakkan kerak sekaligus menghilangkan bau tanpa harus menggosok terlalu keras. Ini sangat cocok untuk wajan yang aromanya sudah terlalu kuat.
Isi wajan dengan air sampai menutupi area yang berbau, lalu tuangkan sekitar tiga sendok makan cuka putih. Rebus campuran ini sampai mendidih selama beberapa menit. Uap cuka akan membantu melepaskan sisa aroma dan kotoran. Setelah dingin, buang airnya dan cuci wajan dengan sabun seperti biasa.

Cara menghilangkan bau amis di wajan
© 2026 brilio.net/Gemini AI
3. Masker Pasta Baking Soda
Baking soda punya sifat menyerap bau yang luar biasa namun tetap lembut di permukaan wajan. Karena tidak bersifat abrasif, bahan ini aman untuk lapisan keramik maupun teflon.
Buatlah pasta kental dengan mencampurkan baking soda dan sedikit air. Oleskan pasta tersebut pada bagian yang berbau atau berkerak, lalu diamkan selama 30 menit. Gosok pelan dengan spons lembut, bilas hingga bersih, dan jangan lupa keringkan.
4. Gosok Lembut dengan Garam
Garam bisa jadi pembersih alami yang oke karena kemampuannya menyerap minyak. Untuk bau amis ringan, cukup taburkan garam halus di atas wajan yang masih hangat, lalu lap dengan tisu dapur.
Jika nodanya lebih berat, gunakan garam kasar. Taburkan di permukaan wajan dan gosok perlahan menggunakan spons basah atau potongan kentang. Sifat kasar pada garam akan mengangkat kotoran secara fisik tanpa merusak permukaan secara permanen.
Namun dalam pemakaian garam yang bersifat abrasif ini, harus lebih hati-hati. Perhatikan kembali jenis wajannya agar tidak merusak permukaannya.
5. Pakai Ampas Kopi atau Teh
Jangan langsung buang ampas kopi atau teh pagi ini! Keduanya merupakan penetral bau alami yang sangat ekonomis.
Untuk kopi, balurkan ampasnya ke permukaan wajan dan tunggu 10 menit sebelum dibilas. Sementara untuk ampas teh, bisa merebusnya bersama air di dalam wajan selama 20 menit. Hasilnya, bau amis ikan yang tajam pun akan sirna.
6. Rebus Kulit Lemon
Kulit lemon yang sering dianggap sampah dapur ternyata mengandung minyak esensial yang harum dan mampu mematikan bau amis. Ini adalah cara cerdas untuk meminimalkan limbah dapur.
Cukup masukkan beberapa potong kulit lemon ke dalam wajan berisi air, lalu rebus sampai mendidih. Setelah uap wanginya keluar merata, matikan api, buang isinya, dan cuci wajan hingga bersih.
7. Teknik Sangrai Garam
Ini adalah cara tradisional yang sangat ampuh, terutama untuk wajan besi atau teflon. Panas saat proses sangrai membantu garam menyerap sisa lemak dan kelembapan secara total.
Setelah wajan dicuci dan dikeringkan, taburkan 1-2 sendok makan garam. Nyalakan kompor dengan api kecil, lalu sangrai garam sampai warnanya berubah kecokelatan. Setelah itu, buang garamnya, biarkan wajan dingin, lalu cuci kembali dengan sabun.
Tips Ekstra Merawat Wajan
Agar wajan tetap awet, biasakan untuk segera mencucinya setelah digunakan. Jangan biarkan sisa minyak mengendap terlalu lama. Khusus untuk wajan anti lengket, hindari pemakaian spatula besi agar lapisannya tidak lecet.
Untuk wajan berbahan besi cor (cast iron), pastikan kondisinya benar-benar kering sebelum disimpan. Jika muncul karat tipis, gosok dengan campuran minyak dan garam, lalu lakukan proses seasoning (pelapisan minyak) ulang agar permukaannya tetap terlindungi.
FAQ Seputar Membersihkan Wajan
1. Apakah boleh merendam wajan yang masih panas langsung dengan air dingin?
Sangat tidak disarankan. Perubahan suhu yang drastis (thermal shock) bisa menyebabkan wajan melengkung atau lapisan anti lengketnya retak. Biarkan wajan dingin secara alami dulu sebelum dicuci.
2. Kenapa bau amis tetap ada meski sudah dicuci pakai sabun cuci piring bermerek?
Sabun cuci piring terkadang hanya mengangkat lemak di permukaan, sementara molekul aroma amis bisa terjebak di pori-pori mikro material wajan. Itulah kenapa butuh bahan penetral seperti lemon atau cuka.
3. Bahan wajan apa yang paling sulit dibersihkan dari bau amis?
Wajan berbahan plastik (pada bagian gagang) atau wajan besi yang belum ter-seasoning dengan baik cenderung lebih mudah menyerap bau dibanding wajan keramik atau stainless steel yang permukaannya lebih rapat.
4. Apakah ampas kopi bisa meninggalkan noda hitam pada wajan?
Pada wajan logam atau anti lengket, ampas kopi tidak akan meninggalkan noda permanen selama langsung dibilas setelah didiamkan. Justru teksturnya membantu mengangkat sisa minyak.
5. Amankah merebus cuka di dalam wajan berbahan aluminium?
Sebaiknya batasi waktu merebusnya. Aluminium bersifat reaktif terhadap asam kuat. Jika harus menggunakan cuka, jangan merebusnya terlalu lama dan segera bilas hingga benar-benar bersih agar tidak memicu korosi.
(brl/tin)
RECOMMENDED ARTICLES
- Cara praktis bersihkan kerak wajan pakai bahan minuman, tanpa capek menggosok
- 5 Rekomendasi wajan stainless 304 yang tahan karat, aman, dan mudah dibersihkan di bawah Rp350.000
- 5 Rekomendasi wajan honeycomb yang aman, anti lengket, dan bisa dipakai di semua jenis kompor
- Cara baru seasoning wajan jadul biar antilengket, cuma butuh minyak goreng dan 1 bahan dapur ini
- 9 Rekomendasi merk wajan terbaik dengan induction bottom untuk matang lebih merata di bawah Rp500.000
- 9 Rekomendasi merk wajan anti lengket terbaik dengan gagang ergonomis, nyaman untuk masak setiap hari
Source: liputan6.com /
Alieza Nurulita
Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang dengan bantuan Artificial Intelligence dengan
pemeriksaan
dan kurasi oleh Editorial.
FOODPEDIA
Video
Selengkapnya
Jalan Makan Shiki, resto sukiyaki bergaya kansai daging disajikan dengan permen kapas

Jalan Makan Kari Lam, jualan sejak 1973 membawa rasa nostalgia

Jalan Makan Sroto Eling-Eling, gurihnya kuah dan melimpahnya daging kuliner Banyumas
Resep
Selengkapnya
7 Resep kreasi minuman kopi dingin unik dan nikmat, bikin momen di rumah lebih spesial
19 / 01 / 2026 15:00 WIB
5 Resep vla puding simpel dari cokelat hingga santan keju, siap bikin puding jadi lebih nikmat
19 / 01 / 2026 14:00 WIB
7 Resep setup roti tawar dari cokelat hingga durian, creamy dan nagih untuk camilan sore
18 / 01 / 2026 11:00 WIB
7 Resep jamur tiram pedas nikmat, kenyal dan nagih dengan tampilan menggoda
19 / 01 / 2026 10:00 WIB
















