Brilio.net - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memanfaatkan momen sahur pada Minggu (22/2) untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat melalui media sosial. Bersama putra pertamanya, Yuda Purboyo Sunu, Menteri Purbaya join siaran langsung putranya guna menjawab beragam aspirasi warganet, mulai dari persoalan keamanan data hingga program beasiswa LPDP.

Dalam sesi tersebut, Purbaya menekankan pentingnya kejujuran sebagai figur publik yang nyata. Purbaya juga meyakinkan penonton bahwa yang tampil di layar adalah sosok dirinya yang asli dan bukan hasil rekayasa teknologi.

"Ini Pak Pur asli, Pak Pur jempol, bukan bukan AI (Artificial Intelligence). Karena lagi sahur ya bolehlah sedikit nemenin anak-anak," ujarnya dengan nada bercanda dikutip brilio.net dari TikTok @yudapurboyosunu, Senin (23/2/2026).

Respons Terhadap Isu WNI Eks Penerima LPDP

Live Sahur Menteri Purbaya TikTok @yudapurboyosunu

Live Sahur Menteri Purbaya
foto: TikTok/@yudapurboyosunu

Interaksi dalam live tersebut juga menyentuh topik mengenai warga negara Indonesia (WNI) di luar negeri, khususnya terkait eks penerima beasiswa LPDP yang enggan kembali. Purbaya memberikan pesan mendalam mengenai nasionalisme dan kontribusi bagi pembangunan tanah air.

Purbaya mengingatkan bahwa pembangunan ekonomi Indonesia yang terus membaik seharusnya menjadi motivasi bagi para diaspora untuk berkontribusi kembali ke dalam negeri.

"...itu ya yang katanya nggak senang jadi warga negara Inggris katanya. Nah, itu nanti kan kalau Indonesia bagus juga dia menyesal. Makanya kita sama-sama bantu bangun Indonesia, oke?" tegas Purbaya menanggapi salah satu komentar.

Belajar Budaya Digital dan Istilah "Sawer"

Live Sahur Menteri Purbaya TikTok @yudapurboyosunu

Live Sahur Menteri Purbaya
foto: TikTok/@yudapurboyosunu

Menariknya, siaran langsung ini juga diwarnai dengan momen kocak saat Purbaya merasa asing dengan fitur-fitur interaktif media sosial, seperti pemberian hadiah atau animasi digital yang muncul di layar. Sang putra, Yudo, kemudian menjelaskan bahwa animasi tersebut berkaitan dengan sistem apresiasi ekonomi bagi pembuat konten.

Ketika melihat ikon topi yang muncul, Purbaya bertanya, "Kalau itu apa artinya?" yang kemudian dijawab oleh Yudo, "Buat dapat duit,". Dialog berlanjut saat Purbaya mempertanyakan konsep apresiasi digital yang menyerupai tradisi menyawer penyanyi.

"Memang penyanyi disawer?" tanyanya.

Yudo pun memberikan penjelasan jenaka, "Iyalah, … nggak pernah nyawer Bang Pascol sih jadi nggak mengerti," yang disambut dengan tawa ringan.

Menanggapi keseruan Purbaya live bersama putranya, netizen begitu antusias. Bahkan mereka meminta Yudo melakukan siaran langsung dengan sang menteri keuangan karena ketinggalan di kesempatan pertama.

FAQ LPDP dan Fitur Sawer

1. Apa yang melatarbelakangi banyaknya diskusi soal penerima LPDP di media sosial?

Diskusi ini biasanya muncul karena adanya isu mengenai alumni beasiswa negara yang tidak kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan studi, sehingga menjadi perhatian publik dan pemerintah.

2. Bagaimana prosedur resmi bagi penerima LPDP untuk kembali berkontribusi ke Indonesia?

Setiap penerima LPDP memiliki kontrak hukum yang mewajibkan mereka kembali ke tanah air setelah masa studi selesai untuk mengabdi selama waktu yang telah ditentukan.

3. Apa itu fitur "Saweran" atau "Gifting" dalam siaran langsung media sosial?

Fitur ini memungkinkan penonton memberikan hadiah virtual (berupa stiker atau animasi) yang dibeli dengan mata uang digital, yang nantinya bisa dikonversi menjadi uang tunai bagi penyiar.

4. Mengapa penggunaan AI (Artificial Intelligence) menjadi perhatian Menteri Purbaya saat live?

Menteri ingin menegaskan keaslian komunikasinya untuk menghindari potensi misinformasi atau deepfake yang sering disalahgunakan untuk meniru identitas pejabat publik.

5. Siapa sosok "Bang Pascol" yang disebut dalam percakapan tersebut?

Bang Pascol adalah seorang pembuat konten dan streamer populer di Indonesia yang dikenal di kalangan penikmat konten hiburan digital dan permainan daring.