- Potret Kenangan dan Kronologi Kepergian Ibunda Anji
- 1. Keinginan Anji Merawat Ibu di Dekat Rumah
- 2. Membelikan Rumah Khusus untuk Almarhumah
- 3. Momen Berjemur dan Memotong Kuku Bersama
- 4. Kebahagiaan di Momen Lebaran Terakhir
- 5. Komunikasi Terakhir Melalui Pesan Singkat
- 6. Kabar Mengejutkan pada Pagi Hari
- 7. Meninggal Dunia dalam Pelukan Sang Anak
Duka mendalam tengah menyelimuti penyanyi Anji Manji atas berpulangnya sang ibunda tercinta, Siti Sundari pada Kamis (26/3/206). Almarhumah mengembuskan napas terakhirnya dengan tenang tanpa menunjukkan tanda-tanda sakit yang mencolok sebelumnya, meski diketahui memiliki riwayat penyakit jantung dan gejala stroke. Kondisi kesehatan almarhumah bahkan sempat terlihat sangat prima selama bulan Ramadan hingga momen Lebaran 2026 karena kebahagiaannya berkumpul dengan keluarga besar.
Anji mengungkapkan bahwa kepergian sang bunda terjadi secara mendadak pada pagi hari setelah malamnya masih sempat berkomunikasi dan bercanda. Sebagai anak, Anji merasa ikhlas karena bisa mendampingi detik-detik terakhir sang ibu hingga mengembuskan napas terakhir tepat di pangkuannya. Berikut adalah 7 potret kenangan dan kronologi kepergian Siti Sundari bersama Anji Manji.
Potret Kenangan dan Kronologi Kepergian Ibunda Anji
1. Keinginan Anji Merawat Ibu di Dekat Rumah
Ibunda Anji Meninggal
foto: Instagram/@duniamanji
Sejak dua tahun lalu, Anji memiliki keinginan kuat untuk merawat sang bunda secara langsung.
"Sejak 2 tahun lalu, saya minta Mama tinggal sama saya. Saya mau beliau dekat, hingga bisa saya rawat. Bertahun-tahun saya terlalu sibuk, jarang bisa ketemu," ungkap Anji mengenai alasannya memboyong sang ibu agar tinggal berdekatan dikutip dari Instagram @duniamanji, Jumat (27/3/2026).
2. Membelikan Rumah Khusus untuk Almarhumah
Ibunda Anji Meninggal
foto: Instagram/@duniamanji
Meski ingin merawat, Siti Sundari memilih untuk tidak tinggal satu atap agar tidak mengganggu kesibukan putranya. Anji kemudian menemukan solusi dengan membelikan rumah yang lokasinya sangat dekat.
"Tapi tidak serumah, karena tidak ingin menganggu aktivitas saya. Eh kebetulan ada rumah kosong, dekaaat sekali. Ya udah saya ambil," jelas Anji.
3. Momen Berjemur dan Memotong Kuku Bersama
Ibunda Anji Meninggal
foto: Instagram/@duniamanji
Setelah tinggal berdekatan, Anji dan ibunda sering menghabiskan waktu pagi dengan berjemur, sebuah aktivitas yang sudah 25 tahun tidak mereka lakukan bersama. Anji juga telaten merawat kebersihan fisik sang bunda.
"Mama sudah enggak bisa motong kuku sendiri," kenang Anji sambil memotong kuku kaki ibunda.
4. Kebahagiaan di Momen Lebaran Terakhir
Ibunda Anji Meninggal
foto: Instagram/@duniamanji
Siti Sundari terlihat sangat gembira saat menghadiri halalbihalal keluarga besar dari trah Pamitran pada Lebaran kemarin. Menurut Anji, "Mama saat itu gembira saja pokoknya, enggak ada keluhan," karena bisa bertemu dengan saudara-saudaranya. Hal inilah yang membuat kondisi fisiknya tampak sangat sehat sebelum hari kepergiannya.
5. Komunikasi Terakhir Melalui Pesan Singkat
Ibunda Anji Meninggal
foto: Instagram/@duniamanji
Tidak ada firasat buruk pada malam sebelum kejadian. Almarhumah masih sempat berbincang dengan asisten dan kerabat hingga dini hari serta mengirim pesan kepada Anji.
"Pamitnya sama saya juga cuma mau tidur, di WhatsApp. Dan hari sebelumnya juga Mama dari rumah... ngobrol sama Mama, ketawa-ketawa," tutur Anji mengenai interaksi terakhir mereka dikutip dari KapanLagi.
6. Kabar Mengejutkan pada Pagi Hari
Ibunda Anji Meninggal
foto: Instagram/@duniamanji
Suasana berubah menjadi tegang saat asisten rumah tangga mengabarkan bahwa Siti Sundari tidak kunjung bangun pada pukul 07.20 WIB. Karena jarak rumah yang sangat dekat, Anji langsung berlari menuju kediaman ibundanya untuk memberikan pertolongan pertama.
7. Meninggal Dunia dalam Pelukan Sang Anak
Ibunda Anji Meninggal
foto: Instagram/@duniamanji
Anji menyaksikan sendiri saat-saat terakhir napas sang bunda.
"Saya tepuk-tepuk, ‘Mah, Mah, Mah, bangun Mah’. Terus ngorok, terus kayaknya sudah hilang di situ. Karena sebelumnya saya masih ngerasain ada denyut jantungnya lemah, tapi setelah itu pas banget lagi saya pegang," pungkas Anji. Ibunda Anji akhirnya disemayamkan pada Jumat (27/3/2026) di TPU Mangun Jaya, Bekasi.
Recommended By Editor
- Jejak kebaikan Vidi Aldiano seakan tak habis, sempat kasih Rp7 juta ke sopir taksi buat mudik
- Sang ayah berdoa Vidi Aldiano panjang umur, ternyata dikabulkan dalam makna yang lebih menyentuh
- Warisan kebaikan Vidi Aldiano: Dari bangun RS di Gaza hingga bantu biaya sekolah
- 5 Potret kesetiaan ibunda mendampingi Vidi Aldiano pengobatan sampai berpulang
- Vidi Aldiano meninggal dunia, Isyana Sarasvati kenang sosoknya sebagai hadiah terbaik dari Tuhan







































