Resep martabak asin mini untuk berbuka, ternyata ini caranya biar nggak terlalu berminyak
Diperbarui 4 Mar 2026, 13:44 WIB
Diterbitkan 6 Mar 2026, 02:00 WIB

Brilio.net - Momen berbuka puasa memang paling pas kalau ada camilan gurih yang menemani. Martabak asin sering jadi incaran utama karena rasanya yang mantap dan bikin nagih setelah seharian menahan lapar. Sensasi garing di luar dengan isian telur yang empuk selalu sukses meningkatkan suasana hati saat menyantap hidangan pembuka.
Kekhawatiran utama saat menyantap martabak biasanya adalah kadar minyak yang terlalu melimpah. Gorengan yang terlalu berminyak kadang membuat tenggorokan tidak nyaman atau perut terasa begah seketika. Versi martabak mini ini memberikan solusi agar tetap bisa makan enak tanpa harus merasa terganggu karena lemak berlebih.
Proses pembuatannya tergolong sangat ramah untuk siapa saja dan tidak membutuhkan alat yang rumit. Kunci utamanya hanya terletak pada kesabaran saat mendiamkan adonan supaya lentur dan mudah dibentuk. Tidak perlu keahlian khusus layaknya penjual profesional untuk menghasilkan kulit yang tipis dan renyah.
Persiapan Bahan dan Peralatan yang Tepat
Persiapan dimulai dengan memastikan semua alat tersedia, terutama teflon anti lengket kualitas bagus agar adonan tidak menempel meski minim minyak. Penggunaan kuas masak atau tisu dapur akan sangat membantu saat mengoleskan minyak tipis-tipis ke permukaan wajan secara merata. Pastikan daging ayam sudah dicincang halus agar proses pematangan di dalam kulit martabak berjalan singkat. Jangan lupa siapkan HP di dekat area masak untuk melihat panduan resep atau sekadar mendokumentasikan hasil masakan yang estetik.
Yuk ikutan nyoba bareng BrilioFood, Jumat (6/3)
Resep Martabak Asin Mini

foto: Gemini
Bahan:
- 250 gram tepung terigu protein sedang.
- 1/2 sendok teh garam.
- 1 sendok makan minyak goreng.
- 150 ml air (tuangkan sedikit demi sedikit).
- Minyak secukupnya sebagai olesan saja.
Bahan Isian:
- 2 butir telur ayam.
- 100 gram daging ayam cincang tanpa banyak lemak.
- 2 batang daun bawang yang diiris tipis.
- 2 siung bawang putih yang dihaluskan.
- 1/2 sendok teh merica bubuk.
- Garam secukupnya.
- 1/2 sendok teh kaldu bubuk (opsional).
Cara Memasak:
1. Campurkan tepung terigu serta garam, lalu tambahkan minyak dan air secara bertahap sambil diuleni sampai kalis.
2. Bagi adonan jadi bagian kecil, kemudian diamkan selama 30 hingga 60 menit agar elastis tanpa perlu direndam dalam minyak.
3. Aduk rata telur, daging ayam cincang, daun bawang, bawang putih, merica, garam, dan kaldu bubuk.
4. Pipihkan adonan sampai sangat tipis, masukkan 1 atau 2 sendok makan isian ke tengah, lalu lipat menyerupai amplop hingga berbentuk kotak.
5. Panaskan teflon anti lengket dan oleskan sedikit minyak memakai kuas atau tisu.
6. Masak martabak memakai api kecil atau sedang dengan kondisi wajan tertutup supaya bagian dalam matang sempurna tanpa butuh banyak minyak.
7. Balik adonan setelah sisi bawah berwarna kecokelatan, masak sampai kedua sisi renyah.
8. Angkat lalu tiriskan sebentar sebelum siap dinikmati.
Rahasia Menjaga Nutrisi dalam Martabak
Menutup wajan saat memasak menjadi trik jitu agar suhu panas merata sehingga isian daging ayam matang tanpa merusak kualitas proteinnya. Penggunaan daun bawang dalam jumlah cukup juga menambah asupan serat asalkan tidak dimasak sampai terlalu layu. Pemilihan daging ayam tanpa lemak secara otomatis menjaga kalori tetap terkendali sehingga nutrisi yang masuk ke tubuh tetap seimbang saat berbuka. Pengurangan penggunaan minyak goreng juga efektif mencegah asupan lemak jenuh yang tidak perlu.
5 Pertanyaan Seputar Martabak Mini (FAQ)
1. Apakah adonan kulit harus direndam minyak agar lentur?
Tidak perlu, adonan cukup didiamkan selama 30 hingga 60 menit setelah diuleni untuk mendapatkan tekstur yang elastis dan mudah dipipihkan.
2. Mengapa harus menggunakan api kecil saat memasak?
Api kecil memastikan daging ayam di dalam kulit matang dengan sempurna sementara bagian luar tetap renyah tanpa cepat gosong.
3. Bisa tidak martabak ini dimasak tanpa minyak sama sekali?
Bisa saja jika menggunakan teflon anti lengket yang berkualitas, namun olesan tipis minyak tetap disarankan untuk memberi tekstur garing yang pas.
4. Apa fungsi menutup wajan saat proses memasak?
Menutup wajan membantu menciptakan efek uap di dalam sehingga isian telur dan ayam lebih cepat matang tanpa harus menunggu kulit terlalu lama di atas panas.
5. Bagaimana cara agar kulit martabak tidak mudah robek?
Pastikan adonan sudah benar-benar kalis saat diuleni dan waktu pendiaman adonan sudah cukup agar tingkat elastisitasnya maksimal.
RECOMMENDED ARTICLES
- Resep hot pot hangat untuk bukber yang nikmat dan masaknya nggak ribet, siap hangatkan suasana
- Resep tempura udang untuk buka puasa, cocok bagi yang bosen gorengan itu-itu saja
- Resep Kakigori untuk berbuka puasa, es serut khas Jepang yang siap segarkan tenggorokan
- Resep gorengan kakiage khas Jepang untuk berbuka puasa, kriuknya nikmat masaknya gampang
- Resep risol matcha yang viral, isiannya meluber dan rasanya lezat cocok untuk berbuka puasa
FOODPEDIA
Video
Selengkapnya
Jalan Makan Shiki, resto sukiyaki bergaya kansai daging disajikan dengan permen kapas

Jalan Makan Kari Lam, jualan sejak 1973 membawa rasa nostalgia

Jalan Makan Sroto Eling-Eling, gurihnya kuah dan melimpahnya daging kuliner Banyumas
Resep
Selengkapnya
Resep puding karamel viral dengan bahan seadanya di kulkas, hasilnya lembut dan tetap bouncy
06 / 03 / 2026 03:00 WIB
Resep nasi gila untuk berbuka dari bahan seadanya di kulkas, cocok buat anak kos yang anti ribet
05 / 03 / 2026 03:00 WIB
Resep martabak asin mini untuk berbuka, ternyata ini caranya biar nggak terlalu berminyak
06 / 03 / 2026 02:00 WIB
Cara bikin ketupat Idulfitri yang tidak cepat basi, tekstur padat dan anti gagal
05 / 03 / 2026 14:00 WIB















