Resep ayam kung pao halal, menu buka puasa ala restoran China tanpa angciu

Resep ayam kung pao halal, menu buka puasa ala restoran China tanpa angciu
Resep ayam kung pao halal/foto ilustrasi: Gemini AI

Brilio.net - Menyiapkan menu berbuka puasa sering kali membuat bingung karena ingin menyajikan sesuatu yang berbeda namun tetap familiar di lidah. Masakan oriental selalu punya daya tarik tersendiri karena keseimbangan rasa pedas, gurih, dan manis yang mampu membangkitkan selera makan setelah seharian menahan lapar. Salah satu yang paling digemari adalah Ayam Kung Pao, hidangan khas Sichuan yang identik dengan sensasi renyah kacang dan aroma cabai kering yang menggoda.

Sayangnya, resep asli Ayam Kung Pao biasanya menggunakan Shaoxing wine atau arak masak untuk aroma khasnya. Bagi yang menjaga asupan makanan halal, bahan ini tentu harus diganti dengan alternatif lain yang punya profil rasa serupa. Dengan sedikit modifikasi menggunakan bahan dapur yang umum tersedia, sajian klasik ini bisa dinikmati dengan tenang bersama keluarga tanpa mengurangi kelezatannya sedikit pun.

Ayam Kung Pao Versi Halal

Menu klasik asal Sichuan ini menawarkan perpaduan rasa pedas dari cabai kering serta tekstur unik dari kacang tanah goreng yang renyah. Potongan ayam dibuat berbentuk dadu agar bumbu lebih cepat meresap dan mudah disantap saat waktu berbuka yang singkat. Versi ini dipastikan aman karena menggunakan pengganti arak masak yang segar dan saus yang sudah tersertifikasi halal.

Bahan-bahan:

- 350 gram dada ayam (potong dadu)
- 50 gram kacang tanah goreng/sangrai
- 5 siung bawang putih (cincang halus)
- 1 buah bawang bombay (potong kotak)
- 10 buah cabai merah kering (potong-potong)
- 2 batang daun bawang (iris kasar)
- 1 sendok makan saus tiram (logo halal)
- 2 sendok makan kecap asin
- 1 sendok makan kecap manis
- 1 sendok teh perasan jeruk nipis atau lemon
- 1 sendok teh tepung maizena (larutkan dengan sedikit air)
- Garam, merica, dan minyak secukupnya

Cara Membuat:

1. Marinate potongan ayam dengan sedikit kecap asin, merica, dan perasan jeruk nipis selama 15 menit agar bumbu meresap.
2. Panaskan minyak, tumis cabai kering hingga aromanya keluar, lalu masukkan bawang putih dan bawang bombay hingga layu.
3. Masukkan potongan ayam, masak hingga berubah warna dan matang merata.
4. Tambahkan saus tiram, kecap manis, sisa kecap asin, dan larutan maizena untuk mengentalkan bumbu.
5. Masukkan kacang tanah goreng dan daun bawang, aduk cepat sebentar saja, lalu angkat dan sajikan hangat.

Durasi: 25 menit
Porsi: 3-4 orang

FAQ tentang Ayam Kung Pao Halal

1. Apa fungsi perasan jeruk nipis dalam resep ini?

Perasan jeruk nipis atau lemon digunakan untuk menggantikan fungsi Shaoxing wine (arak masak), yaitu memberikan aroma segar dan menghilangkan bau amis pada ayam sehingga rasa masakan lebih seimbang.

2. Kenapa kacang tanah baru dimasukkan di akhir proses memasak?

Kacang tanah dimasukkan paling terakhir agar teksturnya tetap renyah (crunchy) dan tidak melunak karena terkena uap air atau saus terlalu lama saat di atas wajan.

3. Apakah bisa mengganti cabai kering dengan cabai segar?

Bisa saja, namun cabai kering memberikan aroma "smoky" yang khas dan rasa pedas yang lebih hangat. Jika menggunakan cabai segar, pastikan bijinya dibuang agar masakan tidak terlalu berair.

4. Bagian ayam mana yang paling bagus untuk menu ini?

Paha ayam fillet adalah pilihan terbaik karena teksturnya lebih juicy dan tidak mudah kering saat ditumis, namun dada ayam tetap bisa digunakan jika ingin asupan protein yang lebih rendah lemak.

5. Bisakah menu ini dijadikan stok sahur?

Bisa, namun disarankan untuk memisahkan kacang tanahnya. Simpan ayam yang sudah berbumbu di wadah tertutup, panaskan saat sahur, lalu taburkan kacang sesaat sebelum dimakan agar rasanya tetap maksimal.

(brl/tin)
  • Jalan Makan Shiki, resto sukiyaki bergaya kansai daging disajikan dengan permen kapas

    Jalan Makan Shiki, resto sukiyaki bergaya kansai daging disajikan dengan permen kapas

  • Jalan Makan Kari Lam, jualan sejak 1973 membawa rasa nostalgia

    Jalan Makan Kari Lam, jualan sejak 1973 membawa rasa nostalgia

  • Jalan Makan Sroto Eling-Eling, gurihnya kuah dan melimpahnya daging kuliner Banyumas

    Jalan Makan Sroto Eling-Eling, gurihnya kuah dan melimpahnya daging kuliner Banyumas