Brilio.net - Flappy Bird memang seperti hantu digital. Sudah lama menghilang, tapi selalu punya cara buat balik dan bikin ribut. Kali ini bukan soal skor tinggi atau jempol pegal. Versi tiruannya datang dengan ide yang bikin dahi berkerut. HP foldable dijadikan sayap. Bukan metafora. Dilipat beneran.

Diungkap Brilio.net dari PhoneArena, Selasa (6/1) game kloningan ini membawa Flappy Bird ke level yang lebih nekat. Bukan cuma menguji kesabaran, tapi juga keberanian memperlakukan smartphone mahal seperti mainan plastik. Sensasinya lucu. Deg-degannya nyata. Apalagi ketika engsel mulai berbunyi aneh.

Cara Main Foldy Bird yang Tidak Masuk Akal Tapi Nyata

Game ini bernama Foldy Bird. Berbasis web. Tidak perlu tap layar sama sekali. Tidak ada ketukan panik di layar seperti versi klasik. Kontrolnya pindah ke engsel.

Cara mainnya sederhana tapi absurd. HP foldable dibuka dan ditutup sedikit, cepat, berulang. Sensor sudut engsel akan membaca gerakan tersebut. Semakin cepat lipatan dibuka-tutup, semakin tinggi burungnya terbang. Gerakannya harus pas. Terlalu pelan, jatuh. Terlalu semangat, engsel jadi korban.

Sensasinya mirip sedang mengepakkan sayap. Bedanya, yang dikepakkan adalah smartphone flagship dengan harga yang tidak bercanda.

Ketika Inovasi Terasa Seperti Ide Iseng Berbahaya

Selama beberapa tahun terakhir, layar lipat memang sering dipakai kreatif. Emulator retro, mode multitasking unik, sampai tampilan fleksibel ala Flex Mode. Foldy Bird mengambil pendekatan yang jauh lebih harfiah. Layar lipat bukan sekadar tampilan, tapi alat kontrol utama.

Game ini memanfaatkan sensor sudut engsel dengan presisi tinggi. Sensor yang biasanya dipakai untuk mengatur orientasi layar atau mengaktifkan mode tertentu, sekarang berubah fungsi jadi pengendali burung piksel. Dari sisi teknis, ini keren. Akurat. Responsif. Bahkan mengesankan.