Centong nasi mulai kasar dan retak, apa masih layak digunakan? Cek 5 bagian ini sebelum terus dipakai
Diperbarui 11 Sep 2026, 20:59 WIB
Diterbitkan 12 Sep 2026, 09:00 WIB
- Centong nasi bisa dibuat dari bahan apa saja?
- Kenapa permukaan centong bisa menjadi kasar?
- Permukaan kasar belum tentu berarti centong harus langsung dibuang
- Kalau sudah retak, bagian mana yang harus dicek?
- Bedakan centong yang masih layak dengan yang sebaiknya diganti
- Jangan hanya melihat retak, cek juga perubahan bahan
- Kapan centong nasi sebaiknya langsung diganti?
- Cara membuat centong tidak cepat rusak
- FAQ
Brilio.net - Centong nasi termasuk alat dapur yang hampir setiap hari bersentuhan langsung dengan makanan. Karena sering dicuci, terkena nasi panas, digesek saat mengambil nasi, atau disimpan dalam kondisi lembap, permukaannya lama-lama bisa berubah. Ada yang awalnya licin kemudian terasa lebih kasar, sementara sebagian lainnya mulai muncul garis retak atau bagian yang mengelupas.
Perubahan seperti ini tidak selalu berarti centong langsung harus dibuang. Permukaan yang sedikit berubah teksturnya perlu dibedakan dari kerusakan yang sudah membuat centong memiliki celah, serpihan, bagian tajam, atau sulit dibersihkan. Jadi, sebelum mengganti centong, cek dulu bahan dan kondisi permukaannya.
Centong nasi bisa dibuat dari bahan apa saja?
Centong nasi tidak hanya dibuat dari satu jenis bahan. Di pasaran ada centong berbahan plastik untuk kontak dengan makanan, silikon, nilon, kayu, serta kombinasi beberapa bahan. Karena karakter setiap bahan berbeda, tanda ausnya juga tidak selalu sama.
Untuk centong berbahan plastik, misalnya, permukaan yang sudah lama digunakan bisa terasa lebih kasar atau terlihat banyak goresan. Pada silikon, perubahan bisa berupa permukaan yang mulai lengket, sobek, atau berubah bentuk. Sementara pada kayu, permukaannya dapat menjadi kasar, retak, atau memiliki bagian yang mulai terkelupas.
Yang penting bukan hanya nama bahannya. Centong yang digunakan untuk makanan seharusnya memang ditujukan untuk kontak dengan makanan dan digunakan sesuai peruntukannya. FDA atau Food and Drug Administration, lembaga pemerintah Amerika Serikat yang salah satunya mengatur keamanan bahan yang bersentuhan dengan makanan, menjelaskan bahwa peralatan masak dan permukaan penyiapan makanan termasuk dalam kategori food-contact substances atau bahan yang bersentuhan dengan makanan. Keamanan bahan tersebut juga berkaitan dengan penggunaan yang memang dimaksudkan oleh produsennya.
Artinya, tulisan seperti “plastik”, “silikon”, atau “kayu” saja belum cukup untuk menentukan apakah sebuah centong cocok digunakan. Kondisi fisiknya setelah dipakai juga perlu diperhatikan.
Kenapa permukaan centong bisa menjadi kasar?
Permukaan centong dapat berubah karena pemakaian berulang. Gesekan dengan bagian dalam rice cooker, sendok lain, spons pencuci, serta paparan panas dapat membuat permukaan tidak lagi terasa sehalus saat masih baru.
Kasar juga perlu dibedakan dari retak. Kasar berarti teksturnya berubah, tetapi permukaan masih utuh. Retak berarti sudah terdapat garis atau celah pada material yang berpotensi semakin melebar.
Perbedaan ini penting karena permukaan yang masih utuh dan mudah dibersihkan tidak sama kondisinya dengan permukaan yang sudah memiliki celah.
Permukaan kasar belum tentu berarti centong harus langsung dibuang
Kalau centong hanya terasa sedikit lebih kasar tetapi tidak memiliki retakan, serpihan, bagian terkelupas, atau celah, kondisinya masih perlu dilihat secara keseluruhan.
Coba raba permukaan centong setelah dicuci. Perhatikan apakah ada bagian yang terasa seperti duri kecil, tepi tajam, atau permukaan yang membuat sisa nasi mudah menempel. Setelah itu, lihat apakah permukaan masih bisa dibersihkan dengan mudah menggunakan cara pencucian yang biasa dilakukan.
Prinsip ini sejalan dengan perhatian FDA terhadap food-contact surface, yaitu permukaan yang bersentuhan langsung dengan makanan. Dalam FDA Food Code 2022, peralatan dan permukaan kontak makanan dianjurkan memiliki permukaan yang halus serta bebas dari kerusakan seperti retakan, pecahan, lubang, dan celah yang dapat mengganggu proses pembersihan.
Jadi, rasa agak kasar saja belum cukup menjadi alasan untuk menyimpulkan centong sudah berbahaya. Yang lebih penting adalah apakah perubahan tersebut sudah berkembang menjadi kerusakan fisik yang membuat permukaannya sulit dibersihkan atau berisiko melepaskan bagian material.
Kalau sudah retak, bagian mana yang harus dicek?
Retakan pada centong perlu diperiksa lebih teliti, terutama kalau berada di bagian yang langsung menyentuh nasi.
Pertama, lihat apakah retakannya hanya berupa garis atau sudah menjadi celah. Retakan kecil yang tampak sebagai garis perlu dipantau, sedangkan celah yang bisa menahan sisa makanan merupakan tanda kerusakan yang lebih jelas.
Kedua, periksa apakah ada bagian yang mengelupas atau patah. Centong yang mulai menghasilkan serpihan sebaiknya tidak terus digunakan untuk mengambil makanan.
Ketiga, perhatikan bagian tepinya. Retakan yang berkembang menjadi bagian tajam atau bergerigi bukan hanya membuat permukaan lebih sulit dibersihkan, tetapi juga dapat membuat centong tidak nyaman digunakan.
Keempat, cek apakah retakan berada di area yang bersentuhan langsung dengan nasi. Kerusakan pada area tersebut lebih perlu diperhatikan dibanding perubahan pada bagian luar yang tidak bersentuhan dengan makanan.
FDA Food Code menggunakan prinsip yang cukup jelas untuk permukaan kontak makanan: permukaan tersebut perlu dijaga agar tidak memiliki breaks, cracks, chips, pits, maupun celah yang menyulitkan pembersihan. Pedoman itu memang dibuat untuk operasi makanan seperti restoran dan layanan makanan, bukan aturan khusus untuk setiap centong di rumah. Namun prinsip kebersihannya tetap berguna sebagai acuan praktis saat menilai kondisi alat dapur yang bersentuhan langsung dengan makanan.
Retakan juga bukan berarti otomatis menyebabkan keracunan makanan. Masalah utamanya adalah kerusakan dapat membuat permukaan lebih sulit dibersihkan dan memungkinkan sisa makanan tertinggal di bagian yang sulit dijangkau.
Bedakan centong yang masih layak dengan yang sebaiknya diganti
Daripada hanya melihat apakah centong terlihat “jelek”, gunakan beberapa pemeriksaan sederhana berikut.
Penilaian tersebut berangkat dari satu prinsip sederhana: alat yang bersentuhan dengan makanan sebaiknya tetap utuh dan mudah dibersihkan. FDA sendiri menjelaskan bahwa permukaan kontak makanan yang memiliki celah atau kerusakan dapat menyulitkan proses pembersihan.
Jadi, jangan menyamakan semua goresan dengan kerusakan berat. Sebaliknya, jangan pula mengabaikan retakan hanya karena centong masih bisa dipakai mengambil nasi.
Jangan hanya melihat retak, cek juga perubahan bahan
Setiap bahan dapat menunjukkan tanda kerusakan yang berbeda. Karena itu, pemeriksaan sebaiknya tidak berhenti pada ada atau tidaknya retakan.
Centong plastik
Pada centong plastik, perhatikan permukaan yang mulai sangat kasar, retakan, bagian yang terkelupas, atau serpihan kecil. Kalau kerusakan membuat permukaan tidak lagi utuh, penggantian lebih masuk akal daripada terus memakainya sampai pecah.
Centong silikon
Silikon yang masih baik biasanya tetap lentur dan utuh. Kalau mulai sobek, terbelah, berubah bentuk secara signifikan, atau terdapat bagian yang terlepas, kondisi tersebut perlu diperlakukan berbeda dari sekadar perubahan tekstur ringan.
Centong kayu
Kayu dapat terasa lebih kasar seiring pemakaian. Yang perlu diperhatikan adalah retakan, serpihan, bagian yang pecah, atau permukaan yang sulit dibersihkan. Retakan yang semakin dalam juga dapat membuat sisa makanan lebih mudah tertinggal.
Centong berbahan kombinasi
Beberapa centong memiliki lebih dari satu bahan, misalnya bagian kepala dan gagang yang berbeda. Periksa sambungannya karena celah pada area tersebut juga dapat membuat proses pencucian menjadi lebih sulit.
Prinsip umumnya tetap sama: bahan apa pun yang digunakan, kondisi permukaan yang bersentuhan dengan makanan perlu dijaga tetap utuh, mudah dibersihkan, dan tidak mudah melepaskan bagian material.
Kapan centong nasi sebaiknya langsung diganti?
Gunakan pemeriksaan sederhana ini sebelum memutuskan tetap memakai centong lama.
DIBERSIHKAN?
GANTI
& RAWAT
GANTI
Centong sebaiknya tidak ditunda penggantiannya jika retakan sudah membentuk celah, ada serpihan yang bisa terlepas, permukaan mengelupas, bagian tepi menjadi tajam, atau kerusakan membuat alat sulit dibersihkan.
Sebaliknya, centong yang hanya mengalami perubahan tekstur ringan tetapi masih utuh, tidak menghasilkan serpihan, dan mudah dibersihkan tidak perlu otomatis dianggap sama dengan centong yang sudah retak parah.
Cara membuat centong tidak cepat rusak
Umur pakai centong sangat dipengaruhi cara penggunaannya. Beberapa kebiasaan sederhana bisa membantu mengurangi kerusakan.
- Jangan mengorek nasi yang menempel dengan benda tajam.
- Hindari menggesek centong terlalu keras ke bagian dalam rice cooker.
- Cuci setelah digunakan dan pastikan tidak ada sisa nasi yang menempel.
- Jangan menumpuk centong dengan alat dapur yang ujungnya tajam.
- Simpan dalam kondisi bersih dan kering.
- Periksa permukaan secara berkala, terutama jika centong sudah lama digunakan.
- Kalau terlihat retakan yang semakin melebar, jangan menunggu sampai bagian tersebut patah.
Perawatan ini bukan berarti membuat centong tahan selamanya. Peralatan dapur tetap bisa mengalami keausan. Tujuannya lebih sederhana, yaitu memperlambat kerusakan dan membantu mengetahui kapan alat memang sudah waktunya diganti.
FAQ
1. Apakah centong nasi yang kasar masih boleh digunakan?
Bisa dipertimbangkan jika permukaannya hanya sedikit berubah tekstur, tetap utuh, tidak menghasilkan serpihan, dan masih mudah dibersihkan.
2. Apakah centong retak pasti menyebabkan keracunan?
Tidak bisa disimpulkan seperti itu. Retakan lebih tepat dipandang sebagai masalah kondisi permukaan karena dapat membuat alat lebih sulit dibersihkan, terutama jika sudah membentuk celah.
3. Centong plastik yang banyak goresannya harus dibuang?
Tidak semua goresan otomatis berarti centong harus dibuang. Periksa apakah goresan hanya berupa bekas pemakaian atau sudah berubah menjadi retakan, serpihan, permukaan terkelupas, atau bagian yang sulit dibersihkan.
4. Apa tanda centong sudah waktunya diganti?
Beberapa tanda yang perlu diperhatikan adalah retakan yang membentuk celah, serpihan, bagian mengelupas, tepi tajam, perubahan bentuk, serta permukaan yang sulit dibersihkan.
5. Lebih baik centong plastik, silikon, atau kayu?
Tidak bisa ditentukan hanya dari bahannya. Yang penting centong memang ditujukan untuk kontak dengan makanan, digunakan sesuai peruntukan, serta tetap dalam kondisi utuh dan mudah dibersihkan.
(brl/tin)
RECOMMENDED ARTICLES
- Wajan 20 cm cocok buat apa? Jangan dipakai untuk masakan ini
- Kentang mulai bertunas, kapan masih aman dimasak dan kapan sebaiknya dibuang?
- Wadah es krim bekas bisa dipakai menyimpan bahan makanan, tapi cek bagian ini dulu
- Saringan stainless vs plastik, mana lebih cocok untuk meniriskan gorengan? Ini bedanya
- Kain lap dapur cepat kotor padahal baru dicuci? Bedakan lap untuk tangan, meja, dan kompor
FOODPEDIA
Video
Selengkapnya-
Jalan Makan Shiki, resto sukiyaki bergaya kansai daging disajikan dengan permen kapas
-
Jalan Makan Kari Lam, jualan sejak 1973 membawa rasa nostalgia
-
Jalan Makan Sroto Eling-Eling, gurihnya kuah dan melimpahnya daging kuliner Banyumas
Resep
Selengkapnya-
5 Resep tumisan dari bahan seadanya di kulkas, sederhana tapi rasanya tetap nampol di lidah
10 / 09 / 2026 19:00 WIB