MSG vs penyedap rasa bubuk, ternyata ini alasan micin lebih fleksibel untuk aneka jenis masakan
Diperbarui 11 Sep 2026, 16:42 WIB
Diterbitkan 11 Sep 2026, 18:11 WIB
Brilio.net - Urusan dapur memang selalu menarik untuk dibahas, terutama kalau sudah menyangkut soal bumbu penambah rasa gurih. Masih banyak anggapan keliru yang menyamakan semua jenis bahan penyedap di pasaran. Padahal, ada perbedaan yang sangat jelas antara butiran murni penambah gurih dengan bubuk kaldu campuran yang biasa dibeli di toko.
Apa Itu MSG?
MSG singkatan dari monosodium glutamate ini sebenarnya punya banyak nama panggilan akrab di masyarakat, mulai dari micin, mecin, vetsin, sampai garam Cina. Bentuk fisiknya berupa butiran kristal putih yang sekilas mirip sekali dengan gula atau garam dapur. Sifat bumbu serbaguna ini sangat praktis karena mudah larut di dalam air dan gampang dicerna oleh tubuh.
Kehadiran bumbu pelezat ini melahirkan sebuah karakter rasa baru bernama umami, istilah dari bahasa Jepang yang berarti rasa gurih nan lezat. Rasa gurih ini melengkapi empat rasa dasar lainnya yang sudah akrab di lidah, yaitu manis, asin, asam, dan pahit.
Foto: Shutterstock.com
Bumbu pelezat ini sudah diandalkan di berbagai negara sejak berabad-abad lampau oleh ibu rumah tangga, koki restoran, produsen makanan, hingga pedagang kaki lima. Dahulu, produk ini pertama kali dibuat lewat proses kristalisasi ekstrak kaldu rumput laut.
Seiring berjalannya waktu, proses pembuatannya beralih menggunakan teknik fermentasi dengan bahan baku lain seperti pati jagung, gandum, gula bit, tebu, atau molase yang merupakan produk sampingan gula. Di dalamnya terkandung kombinasi natrium dan asam glutamat. Natrium sendiri merupakan satu dari dua unsur yang membentuk garam dapur. Sementara asam glutamat adalah asam amino nonesensial yang diproduksi secara alami oleh tubuh manusia serta bisa ditemukan dalam protein hewani maupun nabati.
MSG vs Penyedap Rasa Bubuk, Apa Bedanya?
Banyak yang mengira keduanya adalah barang yang sama, padahal aslinya berbeda jauh. Ini bedanya MSG vs penyedap rasa bubuk sering banyak orang salah kaprah.
MSG murni merupakan sebuah zat penguat rasa tunggal atau flavor enhancer yang berisi sekitar 99 persen Monosodium Glutamat murni dari hasil fermentasi bahan alami seperti jagung atau tetesan tebu. Fungsinya cuma satu, yaitu memperkuat cita rasa gurih umami yang kaya tanpa mengubah aroma asli masakan.
Secara kimiawi, kandungan glutamat di dalamnya sama persis dengan glutamat alami pada tomat, jamur, keju, daging, bahkan air susu ibu. Bedanya, glutamat pada bumbu kristal ini sudah digabung dengan natrium supaya mudah dipakai dalam bentuk bubuk penyedap.
Foto: Shutterstock.com
Sebaliknya, penyedap rasa bubuk atau kaldu bubuk adalah bentuk bumbu campuran yang jauh lebih kompleks. Isinya bukan cuma satu bahan spesifik, melainkan kombinasi dari berbagai macam bahan seperti garam, gula, rempah-rempah, ekstrak sayuran, hingga ekstrak daging ayam atau sapi. Kadang produk campuran ini juga ditambahkan bahan pengawet atau bahan tambahan lainnya, termasuk sedikit kandungan MSG murni di dalamnya.
Hasilnya, kaldu bubuk tidak hanya memberikan rasa gurih, tapi juga membawa aroma khas yang kuat seperti rasa sapi atau ayam. Karena MSG murni hanya terdiri dari satu bahan dengan fungsi spesifik sebagai penguat rasa, penggunaannya jadi jauh lebih fleksibel untuk berbagai jenis masakan serta sangat mudah disesuaikan dengan bumbu-bumbu lain yang sudah dimasukkan. Misalnya, penggunaan MSG dalam resep ayam goreng bawang putih akan membuat rasa masakan lebih lezat tanpa menambahkan rasa lain di masakan.
Mengapa MSG Menjadi Pilihan untuk Menguatkan Rasa Masakan?
Alasan utamanya terletak pada cara kerjanya yang unik saat menyentuh indra pengecap. Bumbu kristal ini bekerja dengan cara merangsang sensor-sensor pengecap rasa yang ada di permukaan lidah.
Kinerja ini langsung membangkitkan karakter rasa alami dari bahan makanan itu sendiri sehingga muncul sensasi gurih yang mantap. Penggunaan bumbu ini juga bisa meningkatkan produksi air liur di dalam mulut.
Efek positifnya, rasa makanan jadi bisa tersebar secara merata ke seluruh permukaan lidah. Melalui takaran yang tepat, rasa alami dari masakan akan semakin kuat, membuat hidangan terasa jauh lebih lezat dan menggugah selera.
Tips Menggunakan MSG agar Masakan Lebih Gurih dan Seimbang
Agar masakan menghasilkan rasa gurih yang pas dan seimbang, ada beberapa trik sederhana yang bisa diterapkan saat memasak. Kunci utamanya adalah selalu memperlakukannya sebagai pelengkap masakan saja, bukan sebagai bahan utama. Takaran yang dianjurkan cukup hemat, yaitu maksimal seperempat sendok teh saja untuk setiap satu liter masakan berkuah seperti sup atau kaldu.
Langkah berikutnya adalah mengombinasikannya dengan garam dapur secara cermat. Memadukan keduanya ternyata bisa memotong kebutuhan natrium hingga 35 persen jika dibandingkan dengan memasak yang hanya mengandalkan garam dapur saja.
Foto: Shutterstock.com
Kombinasi ini sangat efektif untuk memunculkan kelezatan alami dari bahan makanan sekaligus menjaga keseimbangan rasa gurih yang pas. Waktu memasukkannya ke dalam masakan juga harus diperhatikan dengan baik.
Pastikan untuk menambahkan bumbu kristal ini di akhir proses memasak, tepat sesaat sebelum kompor dimatikan. Trik waktu ini sangat membantu agar rasa umami tidak rusak akibat terpapar suhu panas yang terlalu lama selama proses memasak.
Nah, apa sih masakan yang lezat dengan MSG? Yuk cek resep nasi goreng daging ayam di bawah ini bareng BrilioFood, Kamis (23/7).
Resep Nasi Goreng Daging Ayam
foto: Shutterstock.com
Bahan:
- 2 piring nasi putih, sebaiknya nasi dingin/sehari sebelumnya
- 150–200 g dada atau paha ayam tanpa tulang, potong kecil-kecil
- 1 bungkus Sasa Bumbu Nasi Goreng Ayam Spesial
- 2 butir telur, kocok lepas
- 2 sdm minyak goreng
- 2 siung bawang putih, cincang halus (opsional)
- ½ buah bawang bombay kecil, iris tipis (opsional)
- 1 batang daun bawang, iris tipis
- 1 sdm margarin atau butter (opsional, untuk rasa lebih gurih)
Topping pelengkap (sesuai selera):
- Kerupuk
- Bawang goreng
- Irisan mentimun dan tomat
- Acar
- Telur ceplok/dadar
- Cabai rawit iris jika suka pedas
Cara Membuat:
1. Dinginkan nasi jika masih panas.
2. Potong ayam kecil-kecil supaya cepat matang.
3. Panaskan 1 sdm minyak goreng di wajan dengan api sedang. Tumis bawang putih dan bawang bombay sampai harum.
4. Masukkan ayam, aduk-aduk hingga ayam berubah warna dan matang. Tambahkan margarin/butter jika ingin rasa lebih gurih. Aduk rata.
5. Geser ayam ke pinggir wajan. Tambahkan sedikit minyak jika perlu.
6. Tuang telur kocok di sisi wajan yang kosong. Aduk sampai telur matang orak-arik.
7. Campur kembali telur dengan ayam.
8. Masukkan nasi putih ke dalam wajan. Taburkan Sasa Bumbu Nasi Goreng Ayam Spesial di atas nasi.
9. Aduk rata sampai semua nasi tercampur bumbu, ayam, dan telur.
10. Pecah-pecah nasi yang menggumpal dengan spatula supaya tidak bergerindil.
11. Masukkan irisan daun bawang. Aduk sebentar saja.
12. Cicipi sedikit. Biasanya rasanya sudah pas dengan Sasa Bumbu Nasi Goreng Ayam Spesial.
13. Kalau ingin pedas, tambahkan irisan cabai rawit dan aduk lagi.
14. Matikan kompor. Pindahkan nasi goreng ke piring saji.
15. Tambahkan topping: kerupuk, bawang goreng, irisan timun dan tomat, acar, dan telur ceplok/dadar.
RECOMMENDED ARTICLES
- Mitos micin bikin otak jadi bodoh ternyata berawal dari selembar surat komplain, ini faktanya
- Menelusuri fakta dan mitos micin yang dituduh bisa merusak otak, ternyata fakta ini bongkar semuanya
- Yuk intip serunya Great World Circus On Ice 2 di Makassar, menegangkan dan bertaburan promo BRImo
- Mau healing nonton film terbaru tapi takut boncos? Yuk cobain promo spesial BRI di XXI
- Yuk Intip serunya nobar Piala Dunia 2026 eksklusif BRI bareng nasabah premium dan mitra bisnis
FOODPEDIA
Video
Selengkapnya-
Jalan Makan Shiki, resto sukiyaki bergaya kansai daging disajikan dengan permen kapas
-
Jalan Makan Kari Lam, jualan sejak 1973 membawa rasa nostalgia
-
Jalan Makan Sroto Eling-Eling, gurihnya kuah dan melimpahnya daging kuliner Banyumas
Resep
Selengkapnya-
5 Resep tumisan dari bahan seadanya di kulkas, sederhana tapi rasanya tetap nampol di lidah
10 / 09 / 2026 19:00 WIB