Brilio.net - Slamet Suradio atau kerap disapa Mbah Slamet, masinis kereta api saat tragedi Bintaro 1987 tutup usia pada Rabu (3/6/2026) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB. Slamet berpulang pada usia 87 tahun di rumah anaknya.
Kabar berpulangnya Slamet dibagikan pengguna akun TikTok @rina.ibuhanan, yang merupakan cucu kandung yang selama ini sering bersilaturahmi dengan Slamet baik secara langsung maupun online. Rina juga beberapa kali membagikan kabar terbaru sang kakek di media sosial.
Dalam unggahan terbaru Rabu (3/6/2026), Rina mengabarkan kepulangan sang kakek. Dalam unggahan yang menunjukkan fotonya dengan Slamet, Rina mengabarkan bahwa ia sempat menemui sang kakek tepatnya pada Minggu (31/5/2026).
masinis tragedi bintaro tutup usia
© 2026 /TikTok/@rina.ibuhanan
Dalam unggahannya yang lain pada Senin (1/6/2026), Rina sempat berbincang dengan Slamet yang terbaring lemah di tempat tidur.
“Alhamdulillah semalam bisa ketemu mbah slamet. Beliau lg ada di balajara dirumah anaknya.
Aq dtg lgsg bangun, senyum2. Nanyain bapak aku mana? (Lupa kalo bapak udh ga ada dr tahun 99)…,” tulis Rina menyertai videonya bersama sang kakek, dikutip brilio.net dari TikTok @rina.ibuhanan.
Dalam unggahan video yang sama, Rina mengutarakan bahwa kondisi terkini sang kakek sudah menurun dalam 2-3 hari terakhir.
“Ini kondisi terkini mbah ya.. kondisi beliau menurun 2-3 hari ini udah ga bisa duduk, lemas semua badannya. Kadang demam kadang dingin semua badannya.
Ga dibawa ke RS kta dokter udh susah di infus..
Mohon doa terbaiknya untuk mbah slamet,” tulis Rina pada Senin (1/6/2026).
Bersaksi Slamet Orang Baik
masinis tragedi bintaro tutup usia
© 2026 /TikTok/@rina.ibuhanan
Dalam kabar duka yang Rina bagikan pada Rabu (3/6/2026), ia meluahkan rasa untuk sang kakek.
“Terimakasih mbah kemarin hari ahad 31 mei 2026 sudah nunggu rina datang, kemarin mbah nanya bapak , rina jawab bapak udah di syurga nanti kita kumpul lagi disana insya Allah..
Mbah bilang mau pulang pintunya 1 masih terkunci, rina bilang ini kuncinya ada di rina mbah. Sekarang udah terbuka ya (biar ga ada pikiran aneh2)…,” tulis Rina mengawali keterangan foto-foto di TikTok.
Rina menyampaikan pada sang kakek untuk mengikhlaskan semuanya, yang kemudian dijawab “iya” oleh Mbah Slamet.
Rina jugalah yang membimbing sang kakek berdzikir dan bersyahadat sebelum mengembuskan napas terakhir.
“… rina bilang untuk ikhlasin semuanya, mbah jawab ia.
rina bimbing mbah untuk dzikir dan syahadat mbah jelas sekali..
Rina bersaksi mbah orang baik.. insya Allah dikumpulkan dengan orang-orang baik…,” lanjut Rina.
Rina juga menyampaikan rasa terima kasih kepada warganet yang sudah mengalirkan doa, donasi, dan perhatian untuk sang kakek semasa hidup.
“…Terimakasih warga tiktok atas doa baiknya untuk mbah, atas donasinya atas perhatiannya. Aku bilang ke mbah kalian cucu onlinenya mbah slamet. Sekarang mbah udah ga sakit lagi..,” tutup Rina.
Kolom komentar unggahan Rina dipenuhi ucapan duka dari banyak warganet yang selama ini mengikuti kisah Slamet. Teriring doa terbaik untuk mendiang Slamet dari mereka.
Kilas balik kisah Slamet Suradio
Nama Slamet Suradio tak lepas dari Tragedi Bintaro yang melibatkan tabrakan dua rangkaian kereta, KA 220 dengan KA 225 di kawasan Bintaro, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada 19 Oktober 1987. Insiden ini menelan 129 korban jiwa dan 291 orang mengalami luka-luka, sebagaimana tercantum dalam jurnal “PERISTIWA KERETA API BINTARO 1987: ANALISIS HUMAN ERROR PADA KECELAKAAN” yang ditulis Singgih Aji Susilo, Prodi Ilmu Sejarah, Jurusan Pendidikan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Yogyakarta.
Hasil persidangan menetapkan empat petugas PJKA (Perusahaan Jawatan Kereta Api, nama lama PT Kereta Api Indonesia) bersalah dan dijatuhi hukuman. Slamet Suradio yang merupakan masinis KA 225 jurusan Rangkasbitung-Tanah Abang dan korban selamat saat itu, justru dijatuhi vonis hukuman 5 tahun penjara lewat persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 20 Agustus 1988. Lebih berat dibandingkan yang lain.
Slamet Suradio sempat mengajukan peninjauan kembali 1991 atas vonis hukuman tersebut lantaran menurutnya, pimpinan yang menjabat saat itu harusnya bertanggung jawab tapi malah mendapat hukuman yang lebih ringan.
Slamet juga menyatakan bahwa ia sudah menjalankan tugas sebagaimana ketentuan yang berlaku. Bahkan saat tragedi terjadi, tubuhnya tergencet badan lokomotif, sebagaimana keterangannya dalam YouTube Kisah Tanah Jawa yang tayang 10 Oktober 2019. Pengakuannya ini meluruskan pemberitaan pada 1987 yang menyebut ia “melompat” saat kereta akan bertabrakan.
masinis tragedi bintaro tutup usia
© 2026 /YouTube KTJ
"Kaki saya ngesot-ngesot tidak bisa jalan, akhirnya saya merambat melalui jendela," ujar Slamet dalam pengakuannya di YouTube Kisah Tanah Jawa.
masinis tragedi bintaro tutup usia
© 2026 /YouTube KTJ
Namun pengadilan tetap menyatakan Slamet Suradio bersalah berdasarkan sejumlah bukti. Ia dinilai lalai menjalankan tugas sehingga menyebabkan banyaknya korban jiwa dan luka.
Setelah menjalani hukuman 5 tahun penjara di Lapas Cipinang, pria kelahiran 1939 itu bebas pada 1993. Slamet lantas dibebastugaskan dari perusahaan tempat ia mengabdi sejak 1964 kala usianya masih 25 tahun.
Pada 1994, Slamet Suradio dipecat sebagai masinis beserta Nomor Induk Pegawai Perkeretaapian-nya dicabut oleh Departemen Perhubungan Indonesia pada 1996.
Semakin pilu, ia tak mendapat uang pensiun. Slamet pun melanjutkan hidup di kampung halaman di Purworejo, Jawa Tengah.
Memperjuangan Hak Sepanjang Hayat
masinis tragedi bintaro tutup usia
© 2026 /TikTok/@rina.ibuhanan
Kenangan pilu Slamet juga diingat betul oleh keluarga. Rina dalam unggahannya pada Februari 2025 lalu menjelaskan kondisi terbaru sang kakek yang masih sehat dalam penglihatan dan pendengaran meski sudah menua dalam usia 80an tahun. Namun dijelaskan juga bahwa sepanjang hidup Slamet Suradio dihabiskan untuk berusaha mendapatkan haknya.
“Saya selaku cucu kandung beliau , ingin meluruskan berita yg selama ini beredar.
Bahwa TIDAK BENAR mbah slamet di telantarkan oleh keluarganya.
Alhamdulillah mbah di rawat dengan baik oleh istri dan anak anaknya.
Luka batinnya Disaat beliau jujur prihal terjadi kecelakaan kereta, malah dihukum penjara , dipecat tidak hormat serta tidak mendapat pensiun. Berbeda dengan temannya yg berbohong meski dipecat tetapi mendapatkan gaji pensiun. Semua dokumen mbah masih lengkap.
Mata beliau masih jelas melihat, pendengaran dll.. hanya tubuhnya saja yg menua di usia 80th.
Mohon doanya semoga ada keadilan untuk mbah slamet, hidupnya dihabiskan untuk berusaha mendapatkan haknya.
Tiktok please give him miracle..,” tulis Rina.
Meski peristiwa Tragedi Bintaro merenggut 5 tahun kehidupan serta haknya, Slamet masih sempat bercanda masih ingin menjadi masinis. Hal ini tersampaikan dalam video yang Rina bagikan pada Januari 2025.
“Memang masih mau jadi masinis?” tanya Rina dalam nada bercanda pada sang kakek.
“Masih,” balas Mbah Slamet dengan senyum.
“Memang masih kuat?” lanjut Rina.
“Masih,” balas Mbah Slamet masih dengan senyum hangatnya.
masinis tragedi bintaro tutup usia
© 2026 /TikTok/@rina.ibuhanan
Kisah Slamet Suradio terus hidup di ingatan banyak orang. Tak sedikit orang yang menjalin silaturahmi dan memberikan dukungan materi maupun non materi serta moril sebagai bentuk solidaritas untuk Slamet Suradio. Kepergiannya pun menyisakan duka bagi banyak orang. Selamat jalan, Mbah Slamet. Mengalir doa terbaik untuk Mbah Slamet.
Recommended By Editor
- Momen masinis KA Brantas & asistennya lompati kobaran api usai selamatkan penumpang, aksinya dipuji
- KNKT beberkan hasil temuan tabrakan kereta Bekasi Timur: Taksi listrik normal & kronologi kecelakaan
- Profil dr. Muhammad Iqbal El Mubarak, ahli bedah relawan Gaza selamatkan korban tragedi Bekasi Timur
- Menteri PPPA minta maaf usul gerbong perempuan KRL di tengah, tegaskan keselamatan semua gender utama
- Kecelakaan KRL vs KA Argo Bromo: Korban jiwa capai 14 Orang, Presiden perintahkan evaluasi





































