Bukan spons dan sabun, ini cara tepat mencuci cobek batu agar bumbu tetap autentik tanpa bau kimia

Bukan spons dan sabun, ini cara tepat mencuci cobek batu agar bumbu tetap autentik tanpa bau kimia
cara mencuci cobek batu | foto ilustrasi: Gemini AI

Brilio.net - Di tengah maraknya peralatan dapur berteknologi tinggi seperti blender dan food processor, cobek batu tetap punya tempat tersendiri di hati banyak orang Indonesia. Tanpa perlu listrik, cobek bisa menghaluskan bumbu sesuai selera — kasar, sedang, atau halus sempurna. Hasilnya pun dipercaya menghasilkan cita rasa yang lebih kaya dan autentik dibanding bumbu yang diproses secara mekanis.

Tak heran, cobek batu menjadi perabot dapur yang diwariskan turun-temurun. Tahan lama, tidak mudah rusak, dan semakin "matang" rasanya seiring pemakaian.

Namun ada satu kebiasaan yang ternyata justru merusak kualitas cobek dan berdampak pada rasa masakan — cara mencucinya yang salah.

Kenapa Mencuci Cobek dengan Sabun Itu Bermasalah?

Banyak orang terbiasa mencuci cobek seperti mencuci piring biasa: pakai spons, sabun cuci, lalu dibilas. Padahal, cobek batu punya karakteristik yang berbeda dari perabot dapur lainnya — permukaannya berpori.

Pengguna TikTok @astiniratnaa menjelaskan hal ini dalam salah satu unggahannya yang ramai diperhatikan.

“Siapa nih yang masih suka nyuci cobek dengan sabun, membersihkan cobek dengan sabun dapat meninggalkan bau wangi yg ada pada sabun cuci yg mengakibatkan aroma bahan makanan berbau sabun. Selain itu jika membilasnya tidak bersih, busa sabun dapat terjebak dalam rongga tersebut,” tulisnya dalam unggahan di akun TikTok @astiniratnaa, dikutip BrilioFood pada Kamis (9/4/2026).

Bukan spons dan sabun, ini cara tepat mencuci cobek batu agar bumbu tetap autentik tanpa bau kimia

foto: TikTok/@astiniratnaa

Intinya, pori-pori batu cobek menyerap sabun lebih dalam dibanding permukaan keramik atau kaca. Kalau pembilasan tidak sempurna, sisa sabun itu akan "keluar" saat cobek dipakai kembali — mencemari bumbu dari segi aroma maupun rasa.

Para ahli perawatan dapur pun menegaskan bahwa sabun kimia akan terserap ke dalam pori-pori batu dan sulit dibilas sempurna, sehingga dapat bercampur dengan bumbu saat cobek digunakan dan memengaruhi rasa masakan.

Dua Bahan Dapur yang Cukup untuk Mencuci Cobek Batu

Solusinya sederhana dan bahannya pasti ada di dapur. Tidak perlu produk khusus, cukup dua hal ini:

Bahan yang dibutuhkan:
- Segenggam beras (beras putih biasa)
- Sedikit minyak goreng

Langkah-Langkah Mencuci Cobek Batu yang Benar

Langkah 1 — Buang sisa bumbu terlebih dahulu

Sebelum mulai membersihkan, angkat semua sisa bumbu yang masih menempel menggunakan sendok atau spatula kayu. Jangan biarkan mengering karena akan semakin sulit dibersihkan dan berpotensi menjadi sarang bakteri.

Langkah 2 — Ulek beras di atas cobek

Bukan spons dan sabun, ini cara tepat mencuci cobek batu agar bumbu tetap autentik tanpa bau kimia

foto: TikTok/@astiniratnaa

Ambil segenggam beras, lalu ulek langsung di cobek sampai hancur dan menyebar ke seluruh permukaan. Setelah itu, bilas pakai air mengalir. Beras bekerja sebagai "scrub" alami yang mengangkat sisa minyak dan bumbu dari dalam pori-pori batu tanpa meninggalkan residu berbahaya.

Langkah 3 — Oleskan minyak goreng dan bilas kembali

Bukan spons dan sabun, ini cara tepat mencuci cobek batu agar bumbu tetap autentik tanpa bau kimia

foto: TikTok/@astiniratnaa

Setelah dicuci dengan beras, oleskan sedikit minyak goreng ke permukaan cobek. Terakhir, bilas lagi pakai air bersih dan tiriskan sampai kering. Lapisan tipis minyak ini membantu melindungi permukaan batu sekaligus menutup pori-pori agar tidak mudah menyerap kotoran di pemakaian berikutnya.

Langkah 4 — Keringkan dengan benar

Tiriskan cobek dan biarkan kering di tempat yang memiliki sirkulasi udara baik. Hindari menyimpan cobek dalam kondisi lembap karena dapat memicu pertumbuhan jamur.

Tips Tambahan agar Cobek Batu Tetap Higienis dan Awet

Selain cara mencuci yang tepat, ada beberapa kebiasaan kecil yang perlu diperhatikan:

- Cuci segera setelah dipakai. Jangan biarkan sisa bumbu mengering terlalu lama karena akan lebih sulit dibersihkan dan lebih mudah menjadi sarang bakteri.
- Gunakan air hangat untuk membilas. Air hangat lebih efektif dalam melarutkan sisa minyak dibanding air dingin biasa.
- Jangan rendam terlalu lama. Sebaiknya jangan direndam lama-lama karena bisa bikin cobek jadi lembap terus dan berisiko jamuran.
- Pisahkan cobek untuk jenis masakan berbeda. Jangan gunakan cobek yang sama untuk membuat sambal pedas dan bumbu untuk masakan manis, karena ini mencegah rasa bercampur dan membantu menjaga higienitas.
- Lakukan "seasoning" secara rutin. Cobek batu baru atau cobek yang jarang dipakai bisa digosok dengan sedikit minyak atau garam kasar sebelum digunakan pertama kali, untuk membantu menutup pori-pori dan mengurangi risiko bakteri menempel.

FAQ

1. Bolehkah memakai garam sebagai pengganti beras untuk membersihkan cobek?

Boleh. Garam berfungsi sebagai pembersih alami sekaligus membantu menutup pori-pori batu agar tidak terlalu menyerap bahan lain nantinya. Ulek garam kasar di permukaan cobek, lalu bilas bersih dengan air mengalir.

2. Apakah minyak goreng bisa diganti bahan lain?

Bisa. Minyak kelapa adalah alternatif yang bagus karena punya sifat antibakteri alami dan aroma yang netral sehingga tidak mengganggu bumbu masakan.

3. Bagaimana cara menghilangkan bau bawang atau cabai yang menempel kuat di cobek?

Gosok cobek dengan garam kasar lalu bilas dengan air hangat agar baunya hilang. Bisa juga ditambahkan perasan jeruk nipis untuk menetralkan aroma yang menyengat.

4. Apakah cobek batu boleh dijemur langsung di bawah matahari?

Boleh, bahkan disarankan untuk menjemur cobek setelah dicuci agar cepat kering dan tidak bau apek. Namun hindari perubahan suhu yang terlalu drastis — misalnya dari suhu dingin langsung ke panas terik — karena bisa memicu retakan halus pada batu.

5. Apa tanda cobek batu sudah waktunya diganti?

Kalau cobek mulai retak besar, serpihannya gampang copot, atau pori-porinya terlalu dalam hingga sulit dibersihkan, sebaiknya ganti baru. Serpihan batu yang masuk ke makanan tentu berbahaya jika tertelan.

(brl/tin)
  • Jalan Makan Shiki, resto sukiyaki bergaya kansai daging disajikan dengan permen kapas

    Jalan Makan Shiki, resto sukiyaki bergaya kansai daging disajikan dengan permen kapas

  • Jalan Makan Kari Lam, jualan sejak 1973 membawa rasa nostalgia

    Jalan Makan Kari Lam, jualan sejak 1973 membawa rasa nostalgia

  • Jalan Makan Sroto Eling-Eling, gurihnya kuah dan melimpahnya daging kuliner Banyumas

    Jalan Makan Sroto Eling-Eling, gurihnya kuah dan melimpahnya daging kuliner Banyumas