Brilio.net - Dunia maya baru-baru ini dihebohkan oleh unggahan percakapan antara seorang karyawan gerai kuliner populer di Medan Marelan bernama Dwi Febrian dengan atasannya. Dalam percakapan tersebut, Febri bermaksud mengajukan izin tidak masuk kerja dikarenakan orang tuanya sedang sakit. Namun, respons yang diterima justru berupa desakan untuk mengundurkan diri (resign) dari posisinya.
Karyawan Restoran Medan
foto: Istimewa
Insiden ini memicu reaksi keras dari publik yang menilai tindakan atasan tersebut tidak humanis. Menanggapi situasi yang berkembang, pihak terkait segera melakukan langkah mediasi untuk menyelesaikan kesalahpahaman yang terjadi antara staf dan pimpinan operasional tersebut.
Karyawan Restoran Medan
foto: Istimewa
Permohonan Maaf dan Pengakuan Kesalahan Supervisor
Supervisor yang terlibat dalam percakapan tersebut, Zainul Ahmad, akhirnya muncul ke publik untuk memberikan klarifikasi. Dalam sebuah pertemuan yang dihadiri oleh keluarga Febri dan perwakilan manajemen PT Mitra Bali Sukses, Zainul menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas tindakan impulsifnya.
Zainul mengakui bahwa tindakan yang ia lakukan merupakan bentuk pelanggaran wewenang dan dilakukan di luar prosedur resmi perusahaan. Ia menegaskan bahwa ucapan tersebut muncul karena kondisi emosional pribadi.
"Perkenalkan nama saya Zainul Ahmad, salah satu store supervisor Mie Gacoan Medan Marelan. Dengan rendah hati dan kesadaran penuh, memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada Saudari Febri Dwi Febriani, kepada Divisi Human Capital PT Mitra Bali Sukses, dan kepada manajemen PT Mitra Bali Sukses, serta seluruh pihak yang merasa dirugikan," ujar Zainul dalam pernyataan resminya, Rabu (8/4/2026).
Lebih lanjut, Zainul merinci poin-poin kesalahan yang ia lakukan, di antaranya adalah memaksa anggota tim untuk mengundurkan diri, bertindak melebihi batas kewenangan sebagai supervisor, serta mengambil keputusan tidak bijaksana yang merugikan pihak lain.
"Tindakan tersebut murni terjadi karena emosi sesaat, dan bukan merupakan keputusan atau tindakan resmi untuk mengeluarkan atau memberhentikan karyawan Dwi Febriani. Dan hal tersebut saya lakukan tanpa sepengetahuan maupun arahan dari manajemen. Saya sepenuhnya menyadari bahwasanya apa yang saya lakukan adalah kesalahan dan tidak mencerminkan profesionalisme yang seharusnya saya junjung. Saya sangat menyesali kejadian ini dan berkomitmen untuk memperbaiki diri agar hal serupa tidak terulang di kemudian hari," pungkasnya.
Respons Manajemen dan Perlindungan Hak Karyawan
Karyawan Restoran Medan
foto: Istimewa
Manajemen perusahaan melalui PT Mitra Bali Sukses memastikan bahwa Dwi Febrian saat ini masih berstatus sebagai karyawan aktif. Perusahaan menegaskan bahwa tidak ada pemutusan hubungan kerja yang dilakukan secara resmi terhadap yang bersangkutan.
Sebagai evaluasi dari kejadian ini, manajemen juga mengumumkan penyediaan kanal aduan internal khusus. Fasilitas ini bertujuan agar seluruh karyawan dapat melaporkan secara langsung jika menemukan praktik ketenagakerjaan yang melanggar aturan atau tindakan intimidasi di lingkungan kerja. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat sistem pengawasan internal dan menjamin kesejahteraan para pekerja di seluruh cabang gerai kuliner tersebut.
Recommended By Editor
- 5 Contoh jawaban jujur pertanyaan "Apa Kelemahanmu?" agar profesional di depan HRD
- 5 Contoh jawaban interview "ceritakan diri kamu" untuk berbagai posisi kerja
- 5 Contoh teks izin sakit lewat WhatsApp dan email yang tetap profesional dan sopan
- 5 Contoh teks email negosiasi gaji agar cepat disetujui HRD
- 5 Contoh balasan email tawaran kerja setelah Lebaran: Terima atau nego?



































