Brilio.net - Sebuah keajaiban terjadi di jagat media sosial setelah seorang pria bernama Zainuddin berhasil menemukan keluarga kandungnya yang terpisah selama lebih dari tiga dekade. Zainuddin, yang menghilang sejak tahun 1993, kini pulang ke kampung halaman setelah 32 tahun menjalani hidup sebagai anak asuh di panti asuhan.

Kronologi Hilangnya Zainuddin: Terbawa Kereta Sejak Kecil

Kisah ini bermula pada tahun 1993, saat Zainuddin yang kala itu masih berusia sekitar 6 atau 7 tahun, tidak sengaja terbawa kereta api. Sejak saat itu, ia kehilangan arah dan tidak pernah bisa kembali ke pelukan orang tuanya.

"Tepatnya 32 tahun yang lalu yaitu tahun 1993, saya menghilang terbawa kereta api dan tak pernah bisa kembali hingga sampai saat ini," tulisnya dalam keterangan di media sosial.

Kisah Haru Anak Hilang Terbawa Kereta TikTok @djanuepisodeapril

Kisah Haru Anak Hilang Terbawa Kereta
foto: TikTok/@djanuepisodeapril

Dikutip dari akun TikTok @djanuepisodeapril, Senin (5/1), Zainuddin mengenang masa kecilnya yang samar. Ia ingat tinggal di dekat kali dan sering membantu menggiring domba ke padang rumput.

Bertahan Hidup di Jalanan Hingga Masuk Panti Asuhan

Setelah terpisah dari keluarga, Zainuddin sempat terlantar di kerasnya ibu kota Jakarta. Ia bahkan harus melakukan apa saja demi sesuap nasi.

"Terlantar ke Jakarta, makan dari ngelap kaca mobil. Seminggu terlantar lalu ketemu orang dari yayasan, Yayasan Amalia. Saya diajak, saya dibawa ke sana, saya dirawat, diasuh, saya sekolah di sana," kenangnya dikutip dari TikTok @djanuepisodeapril.

Kisah Haru Anak Hilang Terbawa Kereta TikTok @djanuepisodeapril

Kisah Haru Anak Hilang Terbawa Kereta
foto: TikTok/@djanuepisodeapril

Zainuddin tumbuh besar di bawah asuhan Yayasan Amalia, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Sebuah foto dirinya saat hendak berangkat sekolah kelas 1 SD menjadi satu-satunya petunjuk visual masa kecil yang ia miliki setelah diasuh di panti tersebut.

Titik Terang: Identitas Orang Tua dan Bantuan Netizen

Selama puluhan tahun, Zainuddin hanya memiliki ingatan terbatas tentang keluarganya. Ia ingat ayahnya bernama Sukur/Syukur, ibunya bernama Situr, dan seorang adik bernama Mingun. Salah satu ciri khas sang ayah yang selalu ia ingat adalah rambutnya yang putih semua dan kebiasaan tidur seperti orang sujud.

Sempat mencari ke Semarang pada tahun 1997 namun gagal

“Sekitar tahun 1997 atau 1998an pernah coba cari-cari keluarga saya bersama salah satu kakak pendamping dipanti asuhan bernama KA APRI @christofelapriyad di sekitaran stasiun Semarang tapi ga ada hasil. Beliau salah satu saksi hidup selama saya kecil tinggal dipanti asuhan sampai sekarang saya dewasa dan sudah berkeluarga. Sehat-sehat ya KA APRI 🤲 🤲

Kenapa mencari ke Semarang? Karena saya cuma dapat omongan dari YUDI PICEK (abang-abangan saya dijalanan saat saya terlantar), dia bilang "Kamu asal Semarang ya?", saya jawab dengan polosnya "iya" aja karena memang saya ga tau. Karena dia mungkin sedikit paham bahasa yang saya gunakan waktu itu pertama bertemu makanya dibilang asalnya Semarang. Dia (YUDI PICEK) sudah Almarhum, semoga husnul khotimah 🤲,” paparnya di TikTok.

Kisah Haru Anak Hilang Terbawa Kereta TikTok @djanuepisodeapril

Kisah Haru Anak Hilang Terbawa Kereta
foto: TikTok/@djanuepisodeapril

Pencarian panjang yang tak menemukan titik nemu membuat Zainuddin akhirnya mencoba peruntungan melalui TikTok. Ia bahkan sempat menandai akun kreator besar seperti Willie Salim dengan harapan mendapatkan jangkauan lebih luas.

"Ngetag karena bagi saya, dia paling berpengaruh di dunia TikTok. Saya nggak mengharapkan apa pun, nggak mengharapkan materi, cuma bisa berharap membantu saya," jelasnya.

Momen Haru Video Call: "Balik Nak, Balik!"

Kisah Haru Anak Hilang Terbawa Kereta TikTok @djanuepisodeapril

Kisah Haru Anak Hilang Terbawa Kereta
foto: TikTok/@djanuepisodeapril

Usaha tersebut membuahkan hasil luar biasa. Berkat bantuan informasi dari netizen, Zainuddin akhirnya berhasil mendapatkan nomor telepon ibu dan saudara kandungnya. Isak tangis pecah saat ia pertama kali melakukan panggilan video (video call) dengan sang ibu setelah 32 tahun.

"Alhamdulillah kemarin dah dapet no HP ibu dah saudara-saudara kandung saya. Udah komunikasian dgn mereka jg VC dengan ibu. Nangis denger nya, ibu bilang 'Balik nak.. Balik nak.. Balik!!'. Saya jawab 'Iya bu Janudin balik, kangen ibu kangen bapak (alm)'," tulis Zainuddin penuh haru.

Meski sang ayah kini telah tiada, Zainuddin merasa sangat bersyukur karena masih diberi kesempatan untuk bertemu ibunya. Kini, ia bersama istri dan anak-anaknya telah berangkat menuju kampung halaman untuk menuntaskan kerinduan yang telah terpendam selama tiga dekade. Ia pun bisa memeluk sang ibunda. Semua kisahnya, dokumentasi foto-foto semasa kecil di panti asuhan, proses pencarian ibunya sejak dulu sampai sekarang, sampai akhirnya berhasil bertemu ibunda dan keluarga, Zainuddin bagikan di media sosial dan menyentuh hati banyak orang.