Brilio.net - Inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di kantor Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (Bapanas) memicu perhatian publik baru-baru ini. Kunjungan kerja yang awalnya diagendakan untuk memantau efektivitas pelayanan publik tersebut berubah menjadi momen penuh keharuan setelah seorang pegawai senior menerima apresiasi finansial secara langsung dari sang menteri.
Peristiwa ini bermula ketika salah satu pegawai perempuan bernama Maisaroh tengah merayakan hari ulang tahunnya secara sederhana. Ia berinisiatif membelikan makanan bagi rekan-rekan satu kantornya sebagai bentuk ungkapan rasa syukur karena akan segera memasuki masa purnatugas pada Agustus 2026 mendatang.
Mentan Amran Sulaiman ganti rugi pegawai yang traktir teman kantor
© 2026 / TikTok @lambetani
Dialog Akrab dan Apresiasi untuk Masa Bakti 36 Tahun
Mentan Amran Sulaiman ganti rugi pegawai yang traktir teman kantor
© 2026 / TikTok @lambetani
Saat memantau situasi kantor, Menteri Amran Sulaiman menyempatkan diri untuk berdialog santai bersama para staf yang sedang bertugas. Suasana kerja yang formal seketika mencair sewaktu pembicaraan mulai mengarah pada masa pengabdian kerja. Diketahui bahwa Maisaroh telah mendedikasikan dirinya sebagai abdi negara selama 36 tahun 5 bulan.
Mendengar loyalitas kerja yang begitu panjang, Menteri Pertanian langsung melontarkan pujian atas dedikasi tersebut.
“Luar biasa” puji Amran, dikutip brilio.net dari TikTok @lambetani, Kamis (9/6/206).
Mentan Amran Sulaiman ganti rugi pegawai yang traktir teman kantor
© 2026 / TikTok @lambetani
Menteri Amran kemudian menanyakan nominal gaji terakhir yang diterima oleh Maisaroh, meski tidak dijawab secara gamblang oleh yang bersangkutan. Sesi sidak berlanjut dengan penuh kehangatan saat menteri mengajak foto bersama, mengingat pegawai tersebut mengaku belum pernah mendokumentasikan momen bersama jajaran menteri sebelumnya.
Penggantian Biaya Traktiran dan Hadiah Spesial
Mentan Amran Sulaiman ganti rugi pegawai yang traktir teman kantor
© 2026 / TikTok @lambetani
Setelah mengetahui bahwa Maisaroh mengeluarkan dana pribadi untuk mentraktir rekan sejawatnya di hari ulang tahun dan menjelang masa pensiun, Menteri Amran berniat mengganti seluruh biaya konsumsi tersebut.
“Berapa tadi traktir semuanya ini?” tanya Amran.
“Nggak bisa bilang, Pak, malu,” ujar Maisaroh.
“Bisiki saja,” kata Amran.
Guna menjaga kenyamanan, Amran menyodorkan sebuah map dokumen agar Maisaroh bisa menuliskan nominal biaya traktiran tersebut tanpa perlu diketahui oleh orang lain yang berada di dalam ruangan.
Tidak berselang lama, Menteri Pertanian langsung memproses pengiriman uang melalui aplikasi perbankan di ponselnya. Begitu transaksi dinyatakan berhasil, ia segera mengonfirmasikannya kepada Maisaroh.
“Sudah masuk, ya,” kata Amran.
“Masyaaallah. Terima kasih, Pak.. jadi sedih,” ujar Maisaroh yang tampak terharu karena seluruh biaya syukuran tersebut diganti sepenuhnya.
Ungkapan Terima Kasih Atas Nama Negara
Selain memberikan dana pengganti konsumsi, Amran juga menyalurkan hadiah tambahan berupa uang tunai dengan nominal yang setara dengan satu bulan gaji seorang menteri. Langkah ini diambil agar pegawai yang bersangkutan dapat menikmati masa tuanya dengan lebih nyaman.
“Ambil satu bulan gaji menteri biar nikmat dan simpan,” kata Amran berpesan pada Maisaroh sekaligus secara tidak langsung menjawab staff lain yang sempat bertanya pada Maisaroh berapa besar biaya yang diganti Amran.
“Terima kasih, berkah ya, Pak” balas Maisaroh.
Mentan Amran Sulaiman ganti rugi pegawai yang traktir teman kantor
© 2026 / TikTok @lambetani
Sebagai informasi, mengutip laman hukumonline, menurut Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 50 Tahun 1980 serta Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 168 Tahun 2000 beserta aturan perubahannya, jika merujuk langsung pada Pasal 2 PP Nomor 60 Tahun 2000, gaji pokok yang berhak dikantongi seorang menteri negara berada di angka Rp5.040.000 sebulan.
Selain mengantongi gaji pokok bulanan, seorang menteri juga diberikan sejumlah tunjangan kedinasan yang sah secara undang-undang untuk menunjang tugas negara. Komponen tersebut meliputi tunjangan jabatan, tunjangan umum yang berlaku bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS), serta tunjangan lain yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Khusus untuk komponen tunjangan jabatan, mengacu pada Pasal 1 ayat (2) huruf e Keppres Nomor 68 Tahun 2021. Di dalam aturan tersebut, dinyatakan secara gamblang bahwa besaran tunjangan jabatan yang diterima seorang menteri adalah Rp13.608.000 setiap bulannya. Jika ditotal antara gaji pokok dan tunjangan jabatan tetapnya saja, seorang menteri bisa menerima sekitar Rp18.648.000 per bulan, belum termasuk fasilitas kedinasan lainnya.
Nah, namun tidak diketahui pasti, nominal yang Amran transfer pada Maisaroh dalam momen tersebut apakah gaji pokok menteri atau beserta tunjangan.
Sebelum mengakhiri agenda sidak, Menteri Amran secara formal menyampaikan apresiasi mendalam atas nama pemerintah terhadap loyalitas kerja yang telah diberikan oleh Maisaroh selama hampir empat dekade.
“Terima kasih ya atas jasanya. Atas nama negara, saya ucapakan terima kasih. Ini nggak mudah, tiga puluh enam tahun perjalanan, sangat panjang,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa pertemuan spontan di kantor pelayanan tersebut merupakan bagian dari ketetapan yang sudah diatur oleh Yang Maha Kuasa.
“Allah sudah pertemukan kita. Setiap pergerakan, ikhlaskan. Kenapa? Itu bernilai ibadah. Mana tiba-tiba saya masuk sini. Makasih, Bu, ya” lanjut Amran sembari bersalaman dengan Maisaroh sebelum akhirnya berpamitan kepada seluruh staf instansi.
Recommended By Editor
- 22 Tahun menanti, pasutri ini dianugerahi bayi kembar sepasang cewek-cowok, sang dokter ikut terharu
- Apresiasi keberanian LCC MPR, Josepha Alexandra SMAN 1 Pontianak ditawari beasiswa S1 ke Tiongkok
- Gaya sederhana Sultan Hassanal Bolkiah di wisuda Putri Ameerah Wardatul Bolkiah
- Profil dr. Muhammad Iqbal El Mubarak, ahli bedah relawan Gaza selamatkan korban tragedi Bekasi Timur
- Kataline Darmono terima penghargaan Puspa Adi Daya berkat dedikasinya di Khong Guan Group
- Gelar Doktor di depan mata, Ashanty ungkap lika-liku studi S3 di UNAIR, perjuangan akhirnya terbayar






