Brilio.net - Kisah perjuangan panjang sebuah pasangan suami istri (pasutri) dalam menjalani program bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF) menjadi sorotan setelah dibagikan oleh dokter kandungan Dr.Benediktus Arifin, MPH,Sp.OG(K) atau dikenal dr. Benny Arifin, melalui akun Instagram pribadinya, @drbennyarifin.
Pasangan yang berasal dari Samarinda, Kalimantan Timur, ini harus menjalani proses panjang selama sepuluh kali percobaan bayi tabung sebelum akhirnya mendapatkan kehamilan yang telah lama dinantikan.
Sang istri, Murni Mursyid (45), dan sang suami (64), harus bolak-balik menempuh perjalanan jauh dari Samarinda menuju Surabaya demi menjalani program kehamilan tersebut. Sembilan kali percobaan sebelumnya, yang dilakukan di berbagai klinik, berakhir dengan kekecewaan. Barulah pada percobaan kesepuluh, yang dilakukan di Morula IVF Surabaya, harapan yang telah lama dinanti akhirnya terwujud.
kisah ivf berhasil ke-10 kali
© 2026 /Instagram/@drbennyarifin
"Ini yang Terakhir Dok, Usaha Kami"
kisah ivf berhasil ke-10 kali
© 2026 /Instagram/@drbennyarifin
Dokter Benny mengenang momen pertama kali bertemu dengan pasangan tersebut. Ia menceritakan sebuah kalimat yang hingga kini masih terngiang di ingatannya, yaitu ucapan lirih dari sang pasien, "Ini yang terakhir dok, usaha kami". Setiap kali mengenang momen itu, ia mengaku selalu merasakan haru yang mendalam.
Dokter Benny turut membagikan pergulatan batinnya sendiri saat itu. Ia sempat merasa hampir putus asa dan bertanya-tanya, "TUHAN, saya ini yg terakhir, mampukah? Dan sayakah yg Engkau tunjuk utk menutup harapan mereka selamanya bila inipun gagal?"
Namun, melihat semangat pasangan yang rela bolak-balik Samarinda-Surabaya demi mewujudkan harapan mereka, ia pun bertekad untuk terus mendampingi proses tersebut dengan berpegang pada doa, usaha, dan rasa syukur di setiap pertemuan.
“… Tapi apapun itu, bila mereka saja semangat, pulang pergi Samarinda - Surabaya berulang kali utk bertemu, saya pun harus mampu mendampingi mereka.
DOA, USAHA, SYUKUR itu saja yg selalu saya sematkan di setiap pertemuan bersama mereka, hingga akhirnya setengah tidak percaya dan rasa haru luar biasa Yang Maha Kuasa menghadirkan mimpi dan harapan itu JUSTRU DI AKHIR UPAYA dan ASA.
Kenangan yg selamanya tidak akan saya lupakan, teladan akan ketekunan dan kepasrahan yg akan selalu diingat, serta LUAR BIASANYA YANG MAHA KUASA ….
There is Nothing that God Can not Do…,” tulis sang dokter pada 17 Juni 2026 lalu, dilansir brilio.net dari Instagram-nya.
Sembilan Kali Gagal, Air Mata yang Tak Pernah Berhenti
kisah ivf berhasil ke-10 kali
© 2026 /Instagram/@drbennyarifin
Dalam unggahan lain yang diterbitkan pada 11 April 2026, dr. Benny menuliskan kembali kisah ini secara lebih rinci. Ia menjelaskan bahwa proses yang dijalani pasangan ini bukan sekadar usaha medis biasa, melainkan pergulatan panjang melawan rasa lelah, waktu, dan tenaga yang telah terkumpul bertahun-tahun.
“ADA PERJUANGAN YG TIDAK SEMUA ORANG SANGGUP MENJALANINYA…
Dan ini adalah salah satunya😭😭
10 kali mencoba program bayi tabung.
Bukan 1 atau 2 kali… tapi 10 kali.
9 kali sebelumnya berakhir dengan kekecewaan.
Dilakukan di banyak klinik sebelumnya , berulang-ulang, dengan harapan yang selalu sama…
namun harus berkali-kali merasakan jatuh, menguatkan diri, lalu mencoba lagi,” tulis dr. Benny.
Setiap kegagalan dari sembilan percobaan sebelumnya, menurut dr. Benny, bukan hanya soal hasil yang tidak sesuai harapan, tetapi juga tentang hati yang harus terus dipulihkan dan harapan yang harus disusun kembali dari awal.
“Bayangkan…
Setiap kegagalan bukan hanya soal hasil, tapi juga tentang hati yang harus kembali dipungut,
tentang harapan yang sempat hancur, lalu disusun kembali.
Pasangan ini datang jauh dari Samarinda.
Menempuh perjalanan panjang, bukan hanya secara jarak… tapi juga secara emosi dan keyakinan,” lanjutnya.
Hingga pada satu titik, rasa lelah itu pun sempat terucap lirih kepada dokter, "Dok… ini yang terakhir" Dokter Benny mengaku hampir meneteskan air mata saat mendengar kalimat sederhana namun penuh makna tersebut.
“Di usia 64 tahun untuk suami, dan 45 tahun untuk istri…
ini bukan lagi sekadar usaha biasa.
Ini adalah perjuangan yang melawan batas waktu, tenaga, dan rasa lelah yang berkumpul selama bertahun-tahun.
Hingga di satu titik…
rasa lelah itu tak bisa lagi disembunyikan.
Sempat terucap lirih kepada dokter,
“Dok… ini yang terakhir.” 😭😭 (dan saya pun hampir meneteskan air mata saat itu)
Kalimat sederhana, tapi penuh makna.
Ada rasa hampir menyerah, ada keikhlasan jika harus berhenti,
dan ada harapan terakhir yang diserahkan sepenuhnya,” imbuh sang dokter.
Meski demikian, sang pasien dan suami tetap memutuskan untuk melangkah dan mencoba sekali lagi. Pada percobaan kesepuluh di Morula IVF Surabaya, keajaiban yang dinantikan pun akhirnya datang. Tangis haru pecah, menyimpan seluruh luka, penantian, dan doa yang selama ini tidak pernah putus.
“Namun mereka tetap melangkah.
Masih memilih mencoba… sekali lagi.
Dan di percobaan ke-10 itu…
di @morulaivfsurabaya
Keajaiban itu akhirnya datang.
Tangis pecah.
Bukan tangis biasa…
tapi tangis yang menyimpan semua luka, semua penantian, semua doa yang tidak pernah berhenti.
Air mata yang dulu jatuh karena kegagalan…
hari itu jatuh karena kebahagiaan yang tak terlukiskan.
Perjalanan panjang dari Kalimantan,
perjuangan tanpa henti,
dan semangat yang luar biasa…
Kini terjawab.
Ini bukan sekadar cerita keberhasilan.
Ini adalah cerita tentang tidak menyerah, bahkan ketika sudah hampir tidak punya alasan untuk bertahan,” terang sang dokter.
Ucapan Syukur dan Harapan untuk Kehamilan yang Sehat
kisah ivf berhasil ke-10 kali
© 2026 /Instagram/@drbennyarifin
Pada unggahan berikutnya yang dipublikasikan 20 April 2026, dr. Benny kembali menyampaikan rasa syukurnya. Ia menuliskan ucapan terima kasih kepada pasangan tersebut karena tidak pernah berhenti melangkah meski telah sembilan kali mengusap air mata kesedihan di tempat-tempat sebelumnya.
Ia juga menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan karena melalui perjuangan pasien-pasiennya ini, ia kembali diingatkan akan kuasa serta keteguhan dan kesabaran yang selalu menjadi pengingat baginya. Di akhir unggahan, dr. Benny menitipkan harapan agar proses kehamilan dan persalinan yang akan dijalani senantiasa berada dalam lindungan Yang Maha Kuasa.
“KEAJAIBAN ITU DATANG BUKAN SAAT KITA KUAT, tapi saat kita terus melangkah meski sudah hampir putus asa…
Terima kasih @murni_mursyid @desa_pag sudah bersama kami di @morulaivfsurabaya tidak berhenti melangkah meski sudah 9x mengusap airmata kesedihan di tempat2 sebelumnya.
Terima kasih Tuhan, melalui mereka saya kembali Engkau ingatkan akan betapa Luar Biasa Kuasa Mu serta keteguhan dan kesabaran yg mereka lalui selalu menjadi pengingat saya.
Terima kasih Tuhan, Terima kasih mb murni, saya diberikan kesempatan bisa mendampingi perjuangan luar biasa, yang mungkin tidak semua orang sanggup menjalaninya
Semoga kehamilan dan persalinan selalu dalam lindungan Yang Maha Kuasa,” demikian catatan caption dr. Benny menyertai dokumentasi proses memiliki anak pasutri asal Samarinda itu.
Respons Haru dari Pasien di Kolom Komentar
Kisah ini turut mendapat respons emosional dari sang pasien sendiri, Murni Mursyid, melalui kolom komentar Instagram. Ia mengungkapkan bahwa isi unggahan sang dokter benar-benar mewakili perasaannya yang selama ini sulit terungkapkan, hingga dirinya menangis di bandara saat membaca unggahan tersebut. Ia pun menyampaikan rasa terima kasih atas segala bantuan yang diberikan.
“captionya..bener2 mewakili hati sy yg sdh tak mampu lg terungkap kn dok..d airport jadi😭😭 terima kasih dokter Ben bantuannya..🙏🙏 sehat2 slalu..,” tulis akun Instagram @murni_mursyid.
Pada unggahan selanjutnya, Murni kembali memberikan kabar gembira. Ia menuliskan rasa syukur yang mendalam sembari mengabarkan bahwa dirinya kala itu tengah menikmati masa-masa kehamilan dengan kondisi yang aktif bergerak.
“Masya Allah 🥹🙏🙏 terima kasih banyak dokter Ben.. sekarang lg menikmati masa2 baby bump & bergerak active...sehat slalu dok..🙏,” tulis @murni_mursyid pada April 2026 lalu.
Sang suami turut menuliskan rasa terima kasihnya melalui kolom komentar. Ia menyampaikan apresiasi atas arahan, dukungan, dan usaha yang telah diberikan sepanjang proses, serta mengungkapkan rasa bahagia yang tak terhingga atas anugerah yang telah diterima bersama pasangannya.
Pesan di Balik Kisah Perjuangan Ini
Dokter Benny menegaskan bahwa kisah ini dibagikan bukan untuk tujuan pujian atau pamer, melainkan semata untuk membangkitkan harapan bagi siapa pun yang tengah berjuang dalam kondisi serupa. Ia mengajak setiap orang untuk terus bertekun, berdoa, dan berusaha, tanpa harus bergantung pada dirinya secara khusus, karena keajaiban dapat hadir melalui siapa saja.
Pesan senada juga ia sampaikan dalam unggahan lainnya, bahwa keajaiban seringkali tidak datang saat seseorang berada dalam kondisi kuat, melainkan justru saat seseorang tetap memilih untuk melangkah meski telah berada di ambang keputusasaan.
“…Karena kadang…
keajaiban itu datang bukan saat kita kuat,
tapi justru saat kita memilih untuk tetap melangkah,
meski sudah hampir putus asa.,” tulisnya dalam unggahan pada 11 April 2026.
FAQ
1. Apa itu program bayi tabung atau IVF?
Bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF) adalah metode reproduksi berbantu di mana sel telur dan sperma dipertemukan di luar tubuh untuk membentuk embrio, yang kemudian dipindahkan ke dalam rahim agar dapat berkembang menjadi kehamilan.
2. Apakah usia memengaruhi tingkat keberhasilan program bayi tabung?
Usia, terutama usia perempuan, umumnya menjadi salah satu faktor yang memengaruhi peluang keberhasilan program bayi tabung, karena kualitas dan jumlah sel telur cenderung menurun seiring bertambahnya usia.
3. Berapa kali umumnya pasangan dapat mencoba program bayi tabung?
Tidak ada batasan baku mengenai jumlah percobaan IVF, karena hal ini bergantung pada kondisi kesehatan pasien, rekomendasi dokter, serta kesiapan fisik, emosional, dan finansial pasangan yang menjalaninya.
4. Mengapa dukungan emosional penting selama menjalani program bayi tabung?
Proses IVF dapat menimbulkan tekanan psikologis akibat harapan dan kekecewaan yang berulang, sehingga dukungan emosional dari pasangan, keluarga, maupun tenaga medis berperan penting dalam membantu pasien bertahan menjalani proses tersebut.
5. Apa saja faktor yang perlu dipertimbangkan sebelum memulai program bayi tabung?
Beberapa faktor yang umumnya perlu dipertimbangkan antara lain kondisi kesehatan reproduksi pasangan, usia, riwayat medis sebelumnya, kesiapan mental, serta konsultasi menyeluruh dengan dokter spesialis fertilitas untuk menentukan langkah penanganan yang tepat.
Recommended By Editor
- Mengenang Nasirun, seniman miliuner yang hidup sederhana dan memilih tak punya handphone
- Buah kesabaran setelah 11 kali keguguran, pasutri bahagia ada denyut jantung bayi di kehamilan ke-12
- Bukti dedikasi dan prestasi, Kris Dayanti persembahkan dua emas di Kejurnas Wushu 2026
- Aksi tanggap Mentan Amran evakuasi korban tabrakan saat perjalanan ke Istana, tuai apresiasi
- Perjuangan mahasiswa anak buruh harian jualan mochi sentuh hati Mentan Amran, langsung diberi beasiswa





