Brilio.net - Dunia usaha serta panggung politik tanah air sedang diselimuti kabut duka setelah berpulangnya salah satu tokoh nasional sekaligus pimpinan Gobel Group, Rachmat Gobel. Pria yang juga mengemban amanah sebagai Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Nasdem periode 2024–2026 ini mengembuskan napas terakhirnya pada usia 63 tahun di Jakarta, tepatnya pada hari Jumat, 10 Juli 2026 pukul 03.20 WIB. Almarhum meninggalkan seorang istri bernama Retno Damayanti, dua orang anak, beberapa cucu, serta keluarga besar yang sangat kehilangan.

kebaikan rachmat gobel © 2026

kebaikan rachmat gobel
© 2026 /Instagram/@yanabauty; Instagram/@rachmatgobel_rg; TikTok/@rachmatgobel_rg

Sebelum dihantarkan menuju tempat peristirahatan terakhir, jenazah mendiang disemayamkan terlebih dahulu di rumah duka yang beralamat di Jalan Soepomo Nomor 55A. Prosesi pemberangkatan hingga pemakaman dilangsungkan dengan upacara penghormatan militer resmi yang dipadukan bersama ritual adat tradisi Gorontalo sebagai bentuk apresiasi tertinggi atas pengabdian hidupnya. Agenda sakral tersebut dihadiri oleh pihak keluarga, kerabat karib, rekan bisnis, kolega politisi, kalangan artis, serta perwakilan masyarakat Gorontalo yang sengaja datang untuk memberikan penghormatan terakhir.

kebaikan rachmat gobel © 2026

kebaikan rachmat gobel
© 2026 /Instagram/@yanabauty; Instagram/@rachmatgobel_rg; TikTok/@rachmatgobel_rg

Momen Haru Saat Penggali Lahat Rasakan Kemudahan

kebaikan rachmat gobel © 2026

kebaikan rachmat gobel
© 2026 /Instagram/@yanabauty; Instagram/@rachmatgobel_rg; TikTok/@rachmatgobel_rg

Kepergian Direktur Utama Panasonic (1993 - 2004) ini tidak hanya menyisakan kepedihan mendalam, melainkan juga menorehkan kesaksian unik perihal rekam jejak kebaikannya semasa hidup. Sebuah rekaman video yang diunggah oleh akun Instagram @yanabauty pada Jumat (10/7/2026) memperlihatkan suasana persiapan liang lahat almarhum di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan. Di dalam tayangan itu, seorang wanita sempat berbincang dengan petugas yang sedang mengeduk tanah dengan mengenakan kaus berwarna merah bata.

Petugas penggali kubur tersebut mengakui adanya kemudahan yang tidak biasa saat melakukan pekerjaannya, meskipun ia sendiri awalnya sama sekali tidak mengetahui identitas tokoh yang akan dimakamkan di lubang tersebut.

Perempuan tersebut bertanya pada penggali kubur sambil membuat video, “Kenapa Pak?”

“Empuk,” ujar penggali kubur berkaus merah bata.

“Galinya empuk, ya?” balas wanita perekam video.

“Nggak ada ketemu batu,” kata penggali kuburan lagi.

“Alhamdulillah. Memang baik orangnya, Pak,” ujar perempuan lain dalam video yang sama.

“Dulu kan di sini bekas rumah penduduk, Buk,” balas si penggali.

Melalui kolom keterangan unggahannya, pemilik akun Instagram tersebut menyertakan sebuah catatan kecil mengenai peristiwa di area pemakaman tersebut:

“Saksi dari Penggali kubur tanpa tahu namanya : Dia Orang Baik, tanahnya EMPUk tanpa bebatuan,” tulis Instagram yanabauty menyertai video yang ia unggah, dikutip brilio.net, Senin (13/7/2026).

Saksi Kebaikan Rachmat Gobel

Narasi mengenai kedermawanan figur yang akrab disapa RG ini juga membanjiri jagat maya pasca-kabar duka tersebut tersiar resmi. Salah satu cerita datang dari akun Instagram @imdaraa yang menyampaikan pengalaman haru keluarganya di kolom komentar akun resmi almarhum, @rachmatgobel_rg. Ia menceritakan bagaimana mendiang ibunya, yang kebetulan merupakan teman satu sekolah saat duduk di bangku SMP dengan almarhum, mendapatkan bantuan pembiayaan medis yang sangat besar ketika berjuang melawan penyakit kanker payudara stadium akhir belasan tahun silam.

“Om rahmat merupakan pahlawan untuk ibu saya 11 tahun lalu. Kebetulan almh ibu saya merupakan teman 1 SMP alm om rahmat. Dulu ibu sakit kanker payudara stadium akhir, saya sangat ingat waktu itu ibu harus di MRI dengan biaya puluhan juta, om Rahmat langsung membayar lunas biayanya tanpa mau di bayar.😢 saya tidak punya foto bersama. Tapi saya punya foto kenangan karangan bunga yang diberikan om rahmat waktu ibu meninggal. Sungguh baik om rahmat dan sampai alm meninggal saya belum bisa membayar segala kebaikannya,” tulis @imdaraa.

kebaikan rachmat gobel © 2026

kebaikan rachmat gobel
© 2026 /Instagram/@yanabauty; Instagram/@rachmatgobel_rg; TikTok/@rachmatgobel_rg

Tidak hanya kepada teman lama, sikap ramah serta kepedulian tinggi juga dirasakan langsung oleh para mantan karyawannya. Akun Instagram bernama ema_ratnasari_ema membagikan kesaksiannya selama sepuluh tahun bekerja di bawah naungan manajemen Panasonic yang dipimpin almarhum. Mendiang dinilai sangat memperhatikan aspek kesejahteraan pekerja lewat berbagai program bantuan sosial, pembagian hewan kurban, kado, beasiswa pendidikan bagi anak staf, hingga membiayai perjalanan ibadah haji bagi para pegawai.

“Terimakasih banyak Bapak saya sangat bangga pernah menjadi bagian dari Panasonic selama 10 tahun..Bapak sangat humble meskipun dengan staf, sangat dermawan dengan karyawan, kitapun sering diutus untuk bagi bagi sembako di lingkungan sekitar dan anak yatim..sangat mensejahterakan karyawan dan keluarganya😭😭😭sangat peduli dengan anak karyawan bagi2 beasiswa,bagi bagi hewan kurban untuk karyawan, bagi bagi kado untuk karyawan bahkan naik hajikan karyawan..semoga menjadi amal jariyah Bapak ya insya Allah surga tempat Bapak..,” tulis ema_ratnasari_ema.

kebaikan rachmat gobel © 2026

kebaikan rachmat gobel
© 2026 /Instagram/@yanabauty; Instagram/@rachmatgobel_rg; TikTok/@rachmatgobel_rg

Isak Tangis Pedagang Pisang di Gorontalo

kebaikan rachmat gobel © 2026

kebaikan rachmat gobel
© 2026 /Instagram/@yanabauty; Instagram/@rachmatgobel_rg; TikTok/@rachmatgobel_rg

Kesedihan akibat hilangnya sosok pelindung kaum kecil ini juga merambah hingga ke wilayah Gorontalo. Seorang pedagang buah pisang setempat bernama Apin dilaporkan menangis tersedu-sedu di seberang kediaman almarhum setelah mendengar berita wafatnya sang tokoh bangsa. Hubungan emosional di antara keduanya bermula dari sebuah pertemuan tidak sengaja di sebuah area masjid pada tahun 2022 lalu.

Berdasarkan dokumentasi video sejarah pertemuan yang pernah diunggah oleh akun TikTok @rachmatgobel_rg, almarhum sempat memanggil Apin yang kala itu justru sempat ketakutan dan melarikan diri karena mengira akan dimarahi. Namun, almarhum justru memborong seluruh dagangan pisang miliknya senilai Rp500 ribu dan sejak saat itu hubungan baik terus terjalin di mana almarhum selalu menjadi pelanggan setianya.

Saat mendengar kabar wafatnya sang tokoh, Apin hanya bisa meratap dalam tangisnya yang mendalam. Sebuah video menunjukkan bahwa ia bersedih hati di depan kediaman Rachmat Gobel di Gorontalo beberapa waktu lalu. 

“Baik sekali… bantu saya.. Pak Rachmatnya tidak ada,” ujar si pedagang dalam isak tangis sehingga kata-katanya tak terlalu jelas terdengar.

Implementasi Nyata Filosofi Pohon Pisang

Bagi almarhum Rachmat Gobel, dikutip dari unggahan TikTok @rachmatgobel_rg, komoditas buah pisang bukan sekadar barang dagangan atau tanaman pangan biasa. Tumbuhan tersebut memuat esensi nilai kebaikan serta filosofi mendalam yang diwariskan secara turun-temurun oleh sang ayah, Drs. H. Thayeb Mohammad Gobel. Di dalam struktur korporasi Gobel Group, pohon pisang diadopsi sebagai simbol utama kehidupan dan manajemen kemanusiaan.

Karakteristik pohon pisang yang seluruh bagian tubuhnya dapat dimanfaatkan oleh makhluk hidup lain, kerelaannya untuk berkorban, serta kemampuannya melahirkan tunas-tunas baru yang kokoh sebelum batang utamanya mati merupakan representasi ideal moralitas kerja almarhum. Nilai luhur inilah yang selalu dipegang teguh oleh Rachmat Gobel bahwa sebuah perusahaan maupun eksistensi seorang manusia seharusnya tumbuh bukan hanya untuk mementingkan diri sendiri, melainkan harus senantiasa memancarkan manfaat nyata bagi lingkungan di sekelilingnya.

"Banyak yang bertanya, mengapa Pak Rachmat Gobel begitu mencintai pisang?

Jawabannya bukan karena buahnya. Melainkan karena nilai yang terkandung di dalamnya.

Belakangan ini viral kisah beliau yang berhenti untuk membeli pisang dari seorang penjual sederhana. Bagi sebagian orang mungkin itu hanya transaksi biasa. Namun bagi beliau, setiap tandan pisang selalu mengingatkan pada filosofi hidup yang diwariskan sang ayah, Drs. H. Thayeb Mohammad Gobel.

Di Gobel Group, pohon pisang bukan sekadar tanaman. Ia adalah simbol kehidupan. Seluruh bagiannya bermanfaat, rela berkorban, melahirkan tunas baru sebelum batangnya selesai menjalankan tugas, dan selalu meninggalkan manfaat bagi sekitarnya. Itulah gambaran tentang bagaimana sebuah perusahaan, bahkan seorang manusia, seharusnya hidup: tumbuh bukan hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga memberi manfaat bagi orang lain.

Mungkin karena itulah, setiap melihat penjual pisang, beliau tidak hanya melihat dagangannya. Beliau melihat perjuangan, kejujuran, kerja keras, dan filosofi yang telah menjadi pegangan hidupnya selama puluhan tahun.

Karena pada akhirnya, warisan terbesar bukanlah seberapa besar perusahaan yang dibangun, tetapi seberapa banyak manfaat yang ditinggalkan.

Sebagaimana pohon pisang…
berbuah sekali, namun manfaatnya terus hidup melalui tunas-tunas yang tumbuh sesudahnya," demikian tulisan caption akun tersebut menyertai video sejarah pertemuan pertama Rachmat Gobel dengan Apin.