Brilio.net - Posisi Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) resmi berganti. Presiden Prabowo Subianto melantik Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri baru menggantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo pada Kamis (1/10/2026).
Pergantian tersebut menjadi bagian dari perubahan jabatan di pemerintahan. Listyo Sigit yang sebelumnya memimpin Polri kini ditunjuk untuk menduduki posisi Kepala Staf Kepresidenan (KSP), menggantikan Dudung Abdurachman.
Sebelum pelantikan, Listyo telah menyampaikan bahwa dirinya akan menempati posisi tersebut. Ia mengaku telah mendapat informasi mengenai penunjukan itu saat hendak memasuki Istana Kepresidenan.
"Iya, insyaallah, mudah-mudahan tidak keliru," ujar Listyo dilansir Brilio.net dari Liputan6.com, Kamis (1/10/2026).
Ia mengatakan penjelasan lebih lengkap mengenai jabatan barunya akan disampaikan setelah pelantikan.
"Katanya saya akan dilantik menjadi KSP. Tapi jelasnya nanti setelah dilantik," kata Listyo.
Sementara itu, Suyudi yang sebelumnya menjabat Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) resmi mengambil alih posisi Kapolri. Pergantian ini membuat dua jenderal tersebut kini menempati jabatan strategis dengan latar belakang karier yang berbeda.
Profil Listyo Sigit Prabowo
Profil Suyudi Ario Seto
© 2026 /humas.polri.go.id; Instagram/ @sabharaid
Listyo Sigit Prabowo lahir di Ambon, Maluku, pada 5 Mei 1969. Ia merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1991.
Dalam perjalanan pendidikannya, dilansir dari humas.polri.go.id, Listyo juga menempuh pendidikan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) pada 1998, Sekolah Staf dan Pimpinan (SESPIM) pada 2006, serta program magister di STIK PTIK pada 2008. Ia juga mengikuti pendidikan di Lemhanas pada 2017.
Karier Listyo di kepolisian diwarnai sejumlah jabatan strategis. Ia pernah menjadi Kapolres Pati pada 2009, Wakapolrestabes Semarang pada 2010, kemudian Kapolresta Surakarta pada 2011.
Pada 2012, Listyo dipercaya menjadi Kasubdit II Dit Tipidum Bareskrim Polri. Setahun berikutnya, ia menjabat Direskrimum Polda Sulawesi Tenggara.
Kariernya kemudian semakin dekat dengan lingkungan kepresidenan. Pada 2014, Listyo mendapat penugasan khusus di Setmilpres sebagai ajudan Presiden RI melalui posisi Pamen SSDM Polri.
Ia selanjutnya dipercaya menjadi Kapolda Banten pada 2016, Kadiv Propam Polri pada 2018, dan Kabareskrim Polri pada 2019.
Puncak kariernya di kepolisian saat Listyo dilantik menjadi Kapolri pada 21 Januari 2021 menggantikan Jenderal Polisi Idham Azis yang memasuki masa pensiun.
Setelah lebih dari lima tahun memimpin Polri, Listyo kini berpindah tugas menjadi Kepala Staf Kepresidenan.
Sebelum meninggalkan posisi Kapolri, Listyo juga menyampaikan harapan agar program yang selama ini berjalan di lingkungan Polri tetap dilanjutkan dan pelayanan kepada masyarakat terus ditingkatkan.
Profil Suyudi Ario Seto
Profil Suyudi Ario Seto
© 2026 /humas.polri.go.id; Instagram/ @sabharaid
Suyudi Ario Seto merupakan perwira tinggi Polri lulusan Akpol 1994. Ia lahir di Jakarta pada 14 Juli 1973.
Berbeda dengan Listyo yang pernah mendapat sejumlah penugasan strategis di lingkungan kepolisian dan pemerintahan, perjalanan karier Suyudi banyak berkaitan dengan bidang reserse dan penyidikan.
Dilansir dari Liputan6.com, Suyudi mengawali karier di Polda Metro Jaya sebagai Kanit II Resmob. Ia kemudian dipercaya menjadi Kapolsek Metro Pasar Minggu, Kapolsek Metro Tanah Abang, dan Kapolsek Metro Penjaringan.
Kariernya berlanjut dengan sejumlah posisi di bidang reserse. Suyudi pernah menjadi Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang Kota, hingga Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat.
Ia kemudian mendapat penugasan di Bareskrim Polri. Beberapa posisi yang pernah dijabatnya antara lain Kanit Resmob Bareskrim Polri, Wadirtipideksus Bareskrim Polri, serta Wadirtipidsiber Bareskrim Polri.
Di tingkat kewilayahan, Suyudi pernah menjabat Kapolres Majalengka, Kapolres Bogor, Kapolresta Bogor Kota, dan Kapolres Metro Jakarta Pusat.
Setelah itu, ia dipercaya menjadi Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Pada 2023, Suyudi kemudian menjabat Wakapolda Metro Jaya.
Pada Juni 2024, Suyudi mendapat penugasan sebagai Kapolda Banten. Tidak lama kemudian, kariernya berlanjut ke lembaga lain di luar struktur Polri.
Pada 25 Agustus 2025, Presiden Prabowo melantik Suyudi sebagai Kepala BNN menggantikan Komjen Pol Marthinus Hukom.
Saat memimpin BNN, Suyudi mendapat kenaikan pangkat menjadi Komjen Pol pada September 2025. Ia juga terlibat dalam upaya pemberantasan peredaran narkotika lintas negara serta koordinasi dengan sejumlah lembaga.
Di bawah kepemimpinannya, BNN mengungkap sejumlah jaringan penyelundupan narkotika internasional, termasuk kasus penyelundupan 2 ton sabu yang dikaitkan dengan jaringan Golden Triangle.
Selain perjalanan karier di kepolisian dan BNN, Suyudi memperoleh gelar Doktor Kehormatan atau Doctor Honoris Causa bidang Ilmu Hukum dari Universitas Tarumanagara pada Januari 2026.
BNN menyebut gelar tersebut diberikan atas kontribusi dan pengabdian Suyudi dalam pengembangan serta penegakan hukum, khususnya berkaitan dengan kebijakan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).
Suyudi Resmi Jadi Kapolri
Pelantikan Suyudi sebagai Kapolri dilakukan Presiden Prabowo pada Kamis (1/10/2026). Prosesi diawali dengan pembacaan Keputusan Presiden Nomor 96 dan 97 Tahun 2026 tentang pengangkatan Kapolri dan Wakapolri.
Dalam keputusan tersebut, Listyo Sigit diberhentikan dengan hormat dari jabatan Kapolri. Posisi Wakapolri yang sebelumnya dijabat Komjen Dedi Prasetyo juga berakhir.
Sementara itu, Suyudi diangkat sebagai Kapolri dan Irjen Wahyudi Hadiningrat sebagai Wakapolri.
"Memberhentikan dengan hormat Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dari jabatannya sebagai Kapolri dan Komjen Dedi Prasetyo dari jabatannya sebagai Wakapolri disertai ucapan terima kasih atas pengabdian dan jasa-jasanya kepada Indonesia," ujar Sesmilpres.
"Mengangkat Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia dan mengangkat Irjen Wahyudi Hadiningrat sebagai Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia," lanjut Sesmilpres.
Setelah pembacaan keputusan, Suyudi dan Wahyudi menjalani pengambilan sumpah jabatan yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo.
Suyudi kemudian menandatangani berita acara pelantikan. Pangkatnya juga dinaikkan menjadi Jenderal Polisi atau bintang empat.
Dengan pelantikan tersebut, Suyudi resmi menjadi Kapolri menggantikan Listyo Sigit. Adapun Listyo melanjutkan tugasnya di pemerintahan sebagai Kepala Staf Kepresidenan.
FAQ
1. Siapa yang menggantikan Listyo Sigit sebagai Kapolri?
Suyudi Ario Seto menggantikan Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri dan dilantik Presiden Prabowo Subianto pada 1 Oktober 2026.
2. Listyo Sigit Prabowo sekarang menjabat apa?
Listyo Sigit Prabowo ditunjuk sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP), menggantikan Dudung Abdurachman.
3. Apa jabatan Suyudi Ario Seto sebelum menjadi Kapolri?
Sebelum dilantik sebagai Kapolri, Suyudi Ario Seto menjabat Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN). Ia dilantik sebagai Kepala BNN pada 25 Agustus 2025.
Recommended By Editor
- Prabowo dorong tepung ubi jadi bahan pemadam karhutla, minta diuji dan diproduksi skala besar
- Aturan masa jabatan Kapolri digugat ke MK, diminta maksimal 2 periode
- 5 Kisah kesederhanaan Meriyati Hoegeng semasa hidup, istri Kapolri ikut suami ngontrak di Menteng
- Benarkah Prabowo kirim surpres pergantian Kapolri Listyo Sigit ke DPR? Ini faktanya
- Pengemudi rantis Brimob minta maaf ke orang tua Affan Kurniawan, Bripka Rohmat: jiwa kami Tribrata



