Brilio.net - Indonesia kembali kehilangan salah satu putra terbaiknya. Wakil Presiden Republik Indonesia ke-6, Try Sutrisno, dikabarkan meninggal dunia pada Senin pagi, 2 Maret 2026, tepat pukul 06:58 WIB. Tokoh bangsa ini mengembuskan napas terakhirnya saat menjalani perawatan di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat.
Kabar duka ini telah dikonfirmasi oleh Kolonel Inf Donny Pramono selaku Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad). Dalam keterangannya kepada awak media, ia menyampaikan, “Inalillahi Wainailaihi Rojiun. Sepertinya benar,” meskipun detail mengenai penyebab wafatnya belum bisa disampaikan secara rinci saat ini, seperti dikutip dari Liputan6, Senin (2/3/2026).
Rencana Persemayaman Jenazah
Pihak keluarga dan instansi terkait tengah mempersiapkan prosesi penghormatan terakhir bagi almarhum dengan urutan sebagai berikut:
1. Jenazah menjalani proses pemandian dan pensucian di rumah duka yang berada di lingkungan RSPAD Gatot Soebroto.
2. Setelah proses pemulasaraan selesai, jenazah akan diberangkatkan menuju kediaman pribadi.
3. Rumah duka utama berlokasi di Jl. Purwakarta No. 6, Menteng, Jakarta Pusat, untuk memberikan kesempatan bagi pelayat memberikan penghormatan terakhir.
Profil dan Rekam Jejak Sang Jenderal
Lahir di Surabaya pada 15 November 1935, Try Sutrisno tumbuh dari keluarga yang sederhana. Ketertarikannya pada dunia militer membawanya meniti karier cemerlang di TNI Angkatan Darat hingga mencapai pangkat Jenderal.
Perjalanan pengabdiannya dimulai sejak muda, di antaranya:
- Awal Karier: Terlibat langsung dalam operasi penumpasan pemberontakan PRRI pada tahun 1957.
- Posisi Strategis: Pernah mengemban amanah sebagai Kepala Staf Kodam XVI/Udayana serta Panglima Kodam IV/Sriwijaya.
- Puncak Militer: Menjadi Panglima ABRI (sekarang TNI) pada periode 1988-1993, sebuah posisi krusial dalam menjaga stabilitas nasional kala itu.
Pengabdian di Pemerintahan dan Organisasi
Setelah malang melintang di dunia militer, ia melangkah ke panggung politik nasional. Try Sutrisno dipercaya menjabat sebagai Wakil Presiden Indonesia ke-6 dari tahun 1993 hingga 1998, mendampingi Presiden Soeharto. Sebelumnya, ia juga sempat menjadi orang kepercayaan Soeharto dengan menjabat sebagai ajudan presiden selama empat tahun.
Walaupun sebagian pihak sempat menganggap peran wapres kala itu terbatas, Try Sutrisno membuktikan dedikasinya dalam birokrasi pemerintahan. Pasca pensiun dari jabatan wapres, ia tetap aktif berkontribusi bagi bangsa, termasuk menjabat sebagai Ketua Pepabri (1998-2003) dan menyatukan berbagai matra angkatan bersenjata dalam satu wadah organisasi.
Recommended By Editor
- Viral video Jokowi tak salami Try Sutrisno meski eks wapres sudah siap salaman, ini klarifikasi Istana
- Meriyati Hoegeng meninggal dunia di usia 100 Tahun, simbol kesederhanaan pendamping jenderal jujur
- 30 Kata-kata bijak sahabat sejati yang menjaga rahasia dan pegang janji loyalitas
- Mengenang sosok Lucky Widja, vokalis Element yang berjuang melawan gangguan ginjal kronis
- Kronologi selebgram Lula Lahfah meninggal dunia, Reza Arap temani keluarga hingga pemakaman
- Penyesalan Venna Melinda: Gagal wujudkan keinginan terakhir ayah sebelum meninggal
- Berduka di tengah perceraiannya, 9 potret ketegaran Atalia Praratya layat sang kakak
































