- 1. Pelantikan Jajaran Pimpinan Berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 80/P Tahun 2026
- 2. Bertujuan Menyiapkan Calon Pemimpin Masa Depan
- 3. Membawahi Tiga Lembaga Utama dan Mengintegrasikan LAN
- 4. Perbedaan Universitas Republik Indonesia (URI) dengan Lemhannas
- 5. Mengacu pada Regulasi Kementerian dan Sediakan Beasiswa Penuh
- 6. Pembangunan Kampus Utama di Bogor dan Kantor Sementara
- 7. Telah Memulai Program Pelatihan Pegawai BUMN
- Frequently Asked Questions (FAQ)
Brilio.net - Pemerintah secara resmi membentuk lembaga pendidikan baru bernama Universitas Republik Indonesia (URI). Pembentukan instansi ini bertujuan untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia serta mencetak calon-calon pemimpin strategis di ranah pemerintahan maupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Berikut adalah rangkuman fakta penting mengenai profil, struktur, dan rencana operasional Universitas Republik Indonesia dikutip brilio.net dari Liputan6 dan YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (23/7/2026).
1. Pelantikan Jajaran Pimpinan Berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 80/P Tahun 2026
Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran pimpinan Universitas Republik Indonesia di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu (22/7/2026). Pelantikan tersebut berlandaskan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 80/P Tahun 2026.
Dalam keputusan tersebut, jenderal purnawirawan TNI yang juga menjabat sebagai Wakil Menteri Pertahanan, Donny Ermawan, diangkat sebagai Gubernur URI. Sementara posisi Wakil Gubernur diamanahkan kepada Profesor Yos Sunitiyoso yang merupakan Guru Besar dari Institut Teknologi Bandung (ITB).
"Mengangkat Marsekal TNI Purnawirawan Donny Ermawan sebagai Gubernur Universitas Republik Indonesia, Profesor Yos Sunitiyoso sebagai Wakil Gubernur," ujar Presiden saat pelantikan.
Prosesi dilanjutkan dengan pengambilan sumpah jabatan yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.
"Demi Allah saya bersumpah, bahwa saya akan setia kepada UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-perundangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara," kata Donny Ermawan dan Yos Sunitiyoso berbarengan.
"Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab," sambung Donny Ermawan.
2. Bertujuan Menyiapkan Calon Pemimpin Masa Depan
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa gagasan pendirian lembaga ini telah dipersiapkan sejak lama guna memperkuat sistem pendidikan kepemimpinan nasional.
"Ini adalah bagian dari yang selama ini di dalam berbagai kesempatan sudah disampaikan oleh Bapak Presiden kita ingin memperkuat kelembagaan terutama kelembagaan pendidikan kita untuk mempersiapkan calon-calon pemimpin-pemimpin bangsa yang akan mengawaki pemerintahan baik yang di ASN pegawai negeri maupun di BUMN-BUMN kita," jelas Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (22/7/2026).
Mensesneg menambahkan bahwa konsep ini merujuk pada skema pendidikan di beberapa negara luar yang memusatkan penyiapan pejabat publik dalam satu wadah khusus.
"Itu sudah kita persiapkan lama. Cuma, waktunya kan enggak pas lama. Nanti ada waktunya aku jelasin, detailnya. Jadi, belajar kayak beberapa negara itu punya lembaga-lembaga pendidikan yang emang khusus itu mempersiapkan calon-calon pemimpin," kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu.
Prasetyo melanjutkan bahwa nantinya semua pejabat pemerintahan, semua pejabat BUMN, bahkan pejabat gubernur, bupati harus masuk atau pernah mengikuti pendidikan itu dalam satu lembaga.
"Sehingga diharapkan semua memiliki kemampuan secara teknis maupun yang paling penting itu wawasan kebangsaan. Kita ini semua menjalankan amanah untuk kepentingan kebangsaan dan negara," tegas Prasetyo.
3. Membawahi Tiga Lembaga Utama dan Mengintegrasikan LAN
Universitas Republik Indonesia (URI)
© 2026 /YouTube/Sekretariat Presiden
Secara kelembagaan, Gubernur URI juga memimpin Badan Pengelola Pendidikan Kebangsaan. Di bawah struktur ini, terdapat tiga unit utama yang mengelola operasional pendidikan, yakni Badan Pengelola Sekolah Unggulan, Badan Pengelola Perguruan Tinggi, serta Lembaga Administrasi Negara (LAN).
Mengenai fokus pembinaan sumber daya manusia, Donny Ermawan memaparkan, "Ini semua adalah terkait dengan pendidikan pembinaan, penyiapan sumber daya manusia untuk ke depan baik untuk pemerintahan ataupun untuk BUMN," kata Donny.
Donny menambahkan terkait penguatan fungsi LAN yang semula hanya berkaitan dengan ASN, kini turut mencakup sektor BUMN.
"Nah, Lembaga Administrasi Negara ini yang ada sudah ada saat ini akan diintegrasikan, tapi akan ditambahkan tugas dan fungsinya, akan diperkuat kalau selama ini melaksanakan khususnya pembinaan untuk ASN nantinya akan kita tambahkan juga untuk BUMN. Jadi penyiapan karyawan untuk BUMN juga akan dilaksanakan di Lembaga Administrasi Negara," ujar Donny.
Secara bertahap, lembaga URI ditargetkan memiliki hingga 10 unit kampus serta terintegrasi dengan Sekolah Unggulan Garuda.
4. Perbedaan Universitas Republik Indonesia (URI) dengan Lemhannas
Meski sama-sama membina calon pejabat nasional, Universitas Republik Indonesia memiliki perbedaan fokus dengan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas). Jika Lemhannas menitikberatkan pada aspek ketahanan nasional, URI lebih difokuskan pada penguatan manajerial dan pembentukan karakter kepemimpinan.
"Kalau kita ini lebih banyak kepada pendidikan managerial skill dilengkapi dengan wawasan kebangsaan, cinta kepada tanah air ya, patriotisme, punya karakter integritas yang tinggi, kejujuran dan lain sebagainya. Jadi nilai-nilai itu yang akan kita tanamkan kepada para peserta didik di URI ini," ujar Donny.
Model pengajaran ini terinspirasi dari institusi pendidikan birokrasi elit di Prancis, yakni École nationale d'administration (ENA) yang kini berganti nama menjadi Institut National du Service Public (INSP).
"Ini diharapkan juga seperti itu juga kita akan mendidik, melatih baik karakternya ataupun pemikirannya, managerial skill akan kita berikan penanaman kepada mereka sehingga akan bisa menjadi pemimpin di masa depan," ujar Donny.
5. Mengacu pada Regulasi Kementerian dan Sediakan Beasiswa Penuh
URI menyelenggarakan jenjang pendidikan tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) selama tiga tahun serta jenjang perguruan tinggi (sarjana). Mengenai pembiayaan, seluruh peserta didik yang menempuh pendidikan di lembaga ini direncanakan akan menerima fasilitas beasiswa.
Penyelenggaraan akademik tetap tunduk pada ketentuan kurikulum kementerian terkait, sebagaimana disampaikan Donny.
"Kita yang mengelola. Tapi regulasi-regulasi tetap dari kementerian Dikti. Jadi kita tetap bekerja sama dengan kementerian Dikdasmen ya untuk SMA. Jadi ini bentuknya memang universitas, ada universitasnya, ada SMA, ada LAN," ujar Donny.
Berkenaan dengan alumni URI, akan mendapat gelar sarjana seperti universitas lainnya.
"Pakai gelar nanti, kan universitas ya, tetap gelar. Kita kerja sama juga dengan beberapa universitas unggulan di luar negeri ya,” kata Donny.
Mengenai detail kelengkapan akademis dan skema beasiswa bagi seluruh peserta didik, Donny menjelaskan masih dalam penyusunan.
"Nanti sedang kita susun berapa jumlahnya ya. Beasiswa, beasiswa semuanya ya. Posisi jurusannya sama tapi ada tambahan pembelajaran kebangsaan dan lain-lain," kata Donny.
Untuk tenaga pengajar, jenjang SMA akan diampu oleh tenaga pendidik dalam negeri, sedangkan tingkat perguruan tinggi melibatkan dosen dari dalam maupun luar negeri. Pendanaan pembangunan kampus dialokasikan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
6. Pembangunan Kampus Utama di Bogor dan Kantor Sementara
Fasilitas fisik kampus utama Universitas Republik Indonesia dijadwalkan dibangun di Cikasungka, Bogor Utara, Jawa Barat. Lahan yang digunakan merupakan bekas area perkebunan kelapa sawit milik PTPN yang kini sudah tidak lagi produktif.
Sembari menunggu proses pembangunan fisik selesai, aktivitas administrasi dan operasional awal dilakukan di Jakarta.
"Nah sementara ini kita akan gunakan kantor di BUMN di Jalan Merdeka Selatan, kita akan pinjam sementara dua lantai di sana," kata pensiunan jenderal TNI ini.
7. Telah Memulai Program Pelatihan Pegawai BUMN
Meskipun jajaran pimpinan baru dilantik secara resmi, program pelatihan di bawah naungan URI telah berjalan sejak dua bulan sebelumnya. Salah satu program yang telah dilaksanakan adalah Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan (P3MD).
Melalui program tersebut, lembaga ini telah memberikan pembekalan kepada 399 pegawai baru BUMN guna membentuk kapasitas kepemimpinan yang berintegritas.
"Jadi itu akan terintegrasi dari lulusan SMA yang bagus-bagus, kemudian akan masuk ke perguruan tinggi dan kemudian masuk kepada pemerintahan ataupun kepada BUMN," kata Donny.
Frequently Asked Questions (FAQ)
1. Apa latar belakang karier Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan sebelum diangkat sebagai Gubernur URI?
Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan merupakan purnawirawan perwira tinggi TNI Angkatan Udara yang juga menjabat sebagai Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) dalam jajaran pemerintahan.
2. Apa yang dimaksud dengan institusi ENA/INSP Prancis yang menjadi rujukan pembentukan URI?
École nationale d'administration (ENA), yang kini bertransformasi menjadi Institut National du Service Public (INSP), adalah lembaga pendidikan tinggi sangat elit di Prancis yang didirikan pada tahun 1945 khusus untuk melatih para calon pejabat tinggi negara, birokrat senior, dan pengelola BUMN.
3. Bagaimana keterkaitan antara Universitas Republik Indonesia (URI) dengan Sekolah Unggulan Garuda?
Universitas Republik Indonesia dirancang terintegrasi dengan Sekolah Unggulan Garuda dalam satu ekosistem pendidikan kebangsaan di bawah Badan Pengelola Sekolah Unggulan untuk menjaring lulusan-lulusan terbaik sejak tingkat sekolah menengah.
4. Apakah kurikulum di Universitas Republik Indonesia berbeda dengan universitas umum?
Secara umum, jurusan dan kurikulum akademis utama di URI tetap mengacu pada standar Kementerian Dikti dan Kementerian Dikdasmen, namun mendapatkan kurikulum tambahan berupa pembinaan karakter, manajerial, kepemimpinan, dan wawasan kebangsaan.
5. Mengapa porsi pelatihan di Lembaga Administrasi Negara (LAN) kini turut memperhitungkan pegawai BUMN?
Penguatan peran LAN di bawah struktur URI dilakukan agar pembentukan standar kepemimpinan, manajerial, serta wawasan kebangsaan berjalan selaras baik bagi calon Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun jajaran pengelola BUMN.
Recommended By Editor
- 5 Fakta Sudaryono resmi dilantik jadi Kepala BGN gantikan Nanik S Deyang
- Siapa pengganti Nanik S Deyang? Eks Kepala BGN bocorkan sosok yang disebut jadi penerusnya
- Nanik S Deyang pamit dari jabatan Kepala BGN karena sakit jantung, tetap diminta awasi program MBG
- Tiga peserta SPPI meninggal saat latsarmil, Kemhan ungkap penyebab dan lakukan evaluasi
- Kabar baik pekerja urban: Gaji Rp12 juta sekarang bisa beli rumah subsidi lintas domisili


