Spons cuci piring mulai bau meski sudah dicuci, ini tanda sudah tak layak dipakai
Diperbarui 18 Sep 2026, 13:39 WIB
Diterbitkan 18 Sep 2026, 09:00 WIB
- Kenapa spons cuci piring bisa tetap bau meski sudah dicuci?
- 5 Tanda spons cuci piring mulai waktunya diganti
- Masih layak dipakai atau sebaiknya langsung diganti?
- Cara menyimpan spons agar tidak cepat bau
- Perlukah spons dicuci atau disanitasi sebelum dipakai lagi?
- Berapa lama spons cuci piring sebaiknya dipakai?
- Bagan: cek spons sebelum dipakai lagi
- FAQ
Brilio.net - Spons cuci piring bau padahal baru saja dibilas sering bikin bingung. Sudah diberi sabun, diremas berkali-kali, bahkan diletakkan di tempat terbuka, tetapi beberapa saat kemudian aroma apek atau amis muncul lagi. Kondisi seperti ini bukan selalu berarti spons harus langsung dibuang, tetapi bisa menjadi tanda untuk memeriksa kembali keadaan spons.
Spons yang dipakai berulang kali juga terus-menerus terkena air, sisa makanan, minyak, dan sabun. Karena itu, bukan cuma tampilannya yang perlu diperhatikan. Kemampuan spons untuk dibersihkan, dikeringkan, serta kondisi fisiknya juga bisa menjadi pertimbangan sebelum digunakan kembali.
Kenapa spons cuci piring bisa tetap bau meski sudah dicuci?
Spons memiliki banyak ruang kecil pada materialnya yang dapat menahan air dan sisa bahan dari proses mencuci. Ketika spons tidak benar-benar kering sebelum digunakan lagi, kelembapan tersebut terus berulang setiap kali spons dipakai.
USDA Food Safety and Inspection Service (USDA FSIS), bagian dari Departemen Pertanian Amerika Serikat yang memberikan panduan keamanan pangan untuk konsumen, memasukkan spons dapur sebagai salah satu benda yang perlu diperhatikan karena relatif sulit dibersihkan secara menyeluruh. Artinya, spons yang terlihat bersih setelah dibilas belum tentu berada dalam kondisi yang sama seperti spons baru.
University of Minnesota Extension, lembaga penyuluhan dari University of Minnesota yang menerjemahkan informasi pertanian, pangan, dan rumah tangga menjadi panduan praktis, juga menjelaskan bahwa spons sulit mengering di antara pemakaian. Kondisi lembap tersebut dapat mendukung pertumbuhan mikroorganisme.
Meski begitu, bau saja tidak bisa digunakan untuk memastikan jenis atau jumlah bakteri yang ada di dalam spons. Bau lebih tepat dijadikan salah satu tanda untuk mengevaluasi apakah spons masih mudah dibersihkan dan dikeringkan.
5 Tanda spons cuci piring mulai waktunya diganti
Tidak perlu menunggu spons sampai hancur atau berubah bentuk untuk mempertimbangkan penggantian. Beberapa kondisi berikut bisa menjadi patokan sederhana.
1. Bau apek atau amis kembali muncul setelah dibilas
Bau sisa makanan yang hilang setelah spons dibilas berbeda dengan aroma yang terus kembali meski spons sudah dicuci dan dikeringkan.
Jika spons sudah dibilas dengan baik tetapi beberapa waktu kemudian kembali mengeluarkan bau apek atau amis, kondisi tersebut patut diperhatikan. Terlebih jika bau muncul bersamaan dengan spons yang sulit kering atau mulai rusak.
USDA FSIS juga memberikan panduan mengenai perlengkapan pembersih yang sulit dibersihkan dan sudah menimbulkan bau tidak sedap. Dalam konteks spons dapur, hal ini menjadi alasan praktis untuk tidak mempertahankan spons yang sudah sulit dibersihkan hanya dengan terus membilasnya.
2. Spons selalu lembap dan sulit kering
Coba perhatikan kondisi spons beberapa waktu setelah digunakan. Jika bagian dalamnya masih terasa basah meski sudah diperas, cara penyimpanan mungkin ikut menjadi masalah.
University of Minnesota Extension menjelaskan bahwa spons membutuhkan kondisi yang memungkinkan materialnya mengering di antara pemakaian. Spons yang diletakkan di dasar wadah dengan genangan air tentu lebih sulit kering dibandingkan spons yang ditempatkan pada rak dengan sirkulasi udara.
Jadi, sebelum menyalahkan spons, periksa juga tempat menyimpannya. Namun jika spons tetap sulit kering meski sudah disimpan dengan baik, penggantian bisa dipertimbangkan.
3. Permukaan mulai sobek, mengelupas, atau rontok
Spons yang sudah aus biasanya mudah dikenali dari perubahan bentuk dan teksturnya. Bagian permukaan dapat mulai sobek, menipis, mengelupas, atau bahkan terlepas ketika diremas.
Kerusakan seperti ini tidak perlu ditunggu sampai spons benar-benar tidak bisa digunakan. University of Minnesota Extension memberikan panduan mengganti spons setiap 1–2 minggu atau lebih cepat apabila materialnya sudah aus.
Angka tersebut sebaiknya dianggap sebagai panduan, bukan tanggal kedaluwarsa mutlak. Spons yang digunakan sangat sering bisa mengalami keausan lebih cepat.
4. Ada bercak atau perubahan warna yang tidak kunjung hilang
Spons yang berubah warna tidak otomatis berarti terkena jamur. Warna dapat berubah karena sering terkena bahan makanan, minyak, saus, atau bahan pembersih.
Namun, jika bercak menetap setelah dibersihkan dan kondisi tersebut disertai bau yang tidak hilang atau material spons mulai rusak, mengganti spons menjadi pilihan yang lebih praktis daripada terus mencoba menghilangkan nodanya.
Hindari mengenali jamur hanya berdasarkan warna. Tanpa pemeriksaan yang tepat, bercak hitam, cokelat, atau kehijauan tidak bisa begitu saja disebut sebagai jenis mikroorganisme tertentu.
5. Pernah digunakan untuk membersihkan kotoran yang berisiko mencemari
Spons yang digunakan untuk mencuci piring sehari-hari memiliki riwayat penggunaan berbeda dengan spons yang pernah dipakai membersihkan cairan atau kotoran tertentu.
University of Minnesota Extension membahas penggunaan spons dalam konteks kebersihan dapur dan secara khusus menyarankan membuang spons yang digunakan untuk membersihkan muntahan terkait norovirus. Ini menunjukkan bahwa keputusan mengganti spons tidak hanya bergantung pada usia atau tampilannya, tetapi juga pada apa yang pernah dibersihkan menggunakan spons tersebut.
Masih layak dipakai atau sebaiknya langsung diganti?
Tidak semua spons yang mulai berbau harus dinilai dengan cara yang sama. Periksa beberapa kondisinya sekaligus sebelum menentukan pilihan.
Panduan University of Minnesota Extension menyebut penggantian spons setiap 1–2 minggu atau lebih cepat jika sudah aus. Jadi, tidak perlu menunggu tepat sampai hari ke-14 apabila spons sudah menunjukkan tanda kerusakan lebih awal.
Cara menyimpan spons agar tidak cepat bau
Setelah digunakan, kebiasaan kecil saat menyimpan spons bisa membantu mengurangi kelembapan yang tertahan.
1. Bilas spons setelah selesai mencuci piring. Pastikan sisa makanan dan minyak yang terlihat sudah terlepas.
2. Peras spons sampai sebagian besar air keluar. Jangan langsung memasukkannya ke wadah saat masih menetes.
3. Letakkan spons di tempat yang memiliki sirkulasi udara. Rak atau wadah berlubang lebih memungkinkan air mengalir dan udara masuk.
4. Jangan biarkan spons terendam air. Air yang menggenang di tempat penyimpanan membuat spons lebih sulit mengering.
5. Biarkan spons kering sebelum digunakan kembali. Jika memungkinkan, beri jeda agar spons tidak terus berada dalam keadaan basah.
6. Ganti spons secara berkala. Jangan menunggu materialnya benar-benar hancur atau bau semakin kuat.
University of Minnesota Extension menekankan pentingnya membuat spons dapat mengering dengan baik di antara pemakaian. Jadi, tempat spons bukan sekadar urusan kerapian area wastafel, tetapi ikut menentukan kondisi spons setelah digunakan.
Perlukah spons dicuci atau disanitasi sebelum dipakai lagi?
Mencuci spons dan melakukan sanitasi bukan hal yang sama. Membilas dan mencuci terutama bertujuan menghilangkan sisa kotoran, sedangkan sanitasi ditujukan untuk menurunkan jumlah mikroorganisme.
USDA Agricultural Research Service (USDA ARS), lembaga penelitian di bawah Departemen Pertanian Amerika Serikat, pernah menguji beberapa metode sanitasi spons dapur dalam penelitian laboratorium. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa metode tertentu, termasuk microwave dan dishwasher dengan siklus pengeringan, dapat menurunkan jumlah bakteri, ragi, dan kapang pada spons dalam kondisi pengujian.
Namun, hasil penelitian tersebut tidak berarti semua jenis spons aman dimasukkan ke microwave. Material spons, keberadaan komponen tertentu, serta petunjuk produsen tetap perlu diperhatikan.
Hal yang juga penting, sanitasi bukan alasan untuk mempertahankan spons yang sudah aus, rusak, atau terus berbau tanpa batas. Jika kondisi fisiknya sudah buruk, mengganti spons tetap menjadi pilihan yang lebih sederhana.
Berapa lama spons cuci piring sebaiknya dipakai?
Tidak ada satu angka yang harus dianggap sebagai masa berlaku universal untuk semua spons. Frekuensi pemakaian, kondisi material, kebersihan, serta kemampuan spons untuk mengering dapat berbeda di setiap rumah.
Sebagai panduan, University of Minnesota Extension menyarankan mengganti spons sekitar 1–2 minggu, atau lebih cepat jika spons sudah aus.
Jadi, kalender bukan satu-satunya patokan. Spons yang baru beberapa hari digunakan tetapi sudah sobek dan sulit kering bisa saja perlu diganti lebih cepat, sedangkan spons yang masih relatif baru dan dirawat dengan baik dapat dievaluasi berdasarkan kondisinya.
Bagan: cek spons sebelum dipakai lagi
Spons tidak perlu langsung dibuang hanya karena satu tanda muncul. Namun, semakin banyak tanda muncul bersamaan—misalnya bau menetap, sulit kering, dan material sudah aus—semakin kuat alasan untuk menggantinya.
Kalau spons mulai bau meski sudah dicuci, jangan hanya mencoba menutup aromanya dengan sabun atau pewangi. Periksa juga apakah spons masih bisa dibersihkan dan dikeringkan dengan baik, lalu bagikan tips ini ke grup WhatsApp atau media sosial jika dirasa berguna.
FAQ
1. Apakah spons cuci piring yang sudah direbus bisa dipakai kembali?
Bisa saja jika bahan spons memang aman terhadap panas, tetapi perebusan atau sanitasi tidak membuat spons menjadi steril. Jika spons sudah berbau menetap, rusak, atau sulit kering, menggantinya tetap menjadi pilihan yang lebih tepat.
2. Kenapa spons cuci piring cepat bau setelah dipakai?
Spons yang sering berada dalam kondisi lembap dan tidak cepat kering dapat lebih mudah mengalami pertumbuhan mikroorganisme. Sisa makanan dan minyak yang tertinggal di dalam pori spons juga dapat membuat bau lebih mudah muncul kembali.
3. Lebih higienis spons cuci piring atau sikat cuci piring?
Keduanya bisa digunakan untuk mencuci peralatan makan, tetapi sikat dengan bulu yang keras umumnya lebih mudah dibilas dan dikeringkan dibanding spons. Pilihan bisa disesuaikan dengan jenis peralatan serta kebiasaan membersihkan dan mengeringkan alat setelah digunakan.
(brl/tin)
RECOMMENDED ARTICLES
- 5 Rekomendasi rak piring stainless steel kecil cocok untuk di meja dapur, harga di bawah 400 ribu
- Bumbu masak selalu berantakan? 5 Rak bumbu ringkas untuk meja dapur tanpa lemari tambahan
- 5 Rekomendasi saringan minyak oil pot stainless steel awet dan tahan panas, harga di bawah Rp 100 ribu
- 5 Rekomendasi rak piring tertutup stainless steel yang reviewnya bagus, semuanya di bawah Rp 500 ribu
- Toples kaca vs plastik untuk bahan kering, mana yang lebih praktis?
FOODPEDIA
Video
Selengkapnya-
Jalan Makan Shiki, resto sukiyaki bergaya kansai daging disajikan dengan permen kapas
-
Jalan Makan Kari Lam, jualan sejak 1973 membawa rasa nostalgia
-
Jalan Makan Sroto Eling-Eling, gurihnya kuah dan melimpahnya daging kuliner Banyumas
Resep
Selengkapnya-
Tanggal tua cuma punya telur dan nasi? 6 Ide menu hemat yang bisa dibuat tanpa banyak alat masak
17 / 09 / 2026 12:00 WIB -
Di kulkas cuma ada kangkung sama terong? yuk coba 8 olahan lauk lezat dan murah meriah ini
15 / 09 / 2026 20:00 WIB -
8 Resep olahan sayur pakai rice cooker yang 30 menit jadi, bisa pakai bahan seadanya di kulkas
17 / 09 / 2026 19:00 WIB -
5 Rekomendasi pisau dapur satu set di bawah rp 200 ribu yang reviewnya bagus, cocok untuk hadiah
18 / 09 / 2026 20:00 WIB