Parutan keju atau kelapa lebih mudah bersih jika dicuci seperti ini

Parutan keju atau kelapa lebih mudah bersih jika dicuci seperti ini
cara mencuci parutan keju | foto ilustrasi: Gemini AI

Brilio.net - Parutan adalah salah satu alat dapur yang paling sering dipakai tapi paling sulit dibersihkan. Sisa keju yang meleleh di antara lubang parutan atau serpihan kelapa yang menyangkut di tepi-tepi tajamnya tidak bisa sepenuhnya terangkat hanya dengan disiram air—apalagi kalau sudah mengering. Semakin lama dibiarkan, sisa makanan itu mengeras dan semakin susah dikeluarkan dari celah-celah kecil parutan.

Yang membuat proses mencuci parutan lebih rumit adalah bentuknya sendiri—lubang-lubang tajam itu menyulitkan sikat masuk, dan kalau tidak hati-hati justru bisa melukai tangan. Ada beberapa trik yang bisa membuat proses ini jauh lebih mudah dan aman, tergantung jenis sisa makanan yang menempel dan kondisi parutannya.

1. Cuci Segera Setelah Pakai Sebelum Sisa Mengering

Waktu adalah faktor paling menentukan dalam mencuci parutan—sisa keju atau kelapa yang masih basah jauh lebih mudah diangkat dibanding yang sudah mengering dan mengeras di celah lubang. Membiarkan parutan tergeletak bahkan hanya 10–15 menit setelah dipakai sudah cukup membuat sisa makanan mulai mengering, terutama keju yang mengandung lemak tinggi. Kebiasaan langsung mencuci setelah selesai memarutkan adalah cara paling efisien yang bisa menghemat banyak waktu dan tenaga.

Bahan:
- Air mengalir (hangat lebih baik)
- Sabun cuci piring
- Sikat botol atau sikat dengan kepala kecil

Langkah:
1. Segera bawa parutan ke wastafel setelah selesai digunakan, jangan tunggu sampai sisa makanan mengering.
2. Bilas parutan di bawah air hangat mengalir—air hangat membantu melunakkan sisa lemak dari keju yang masih lunak.
3. Oleskan sabun cuci piring ke seluruh permukaan parutan.
4. Sikat bagian permukaan parutan menggunakan sikat botol dengan gerakan dari atas ke bawah mengikuti arah lubang parutan—bukan menyamping agar tidak tersangkut lubang tajam.
5. Bilas hingga bersih, lalu lap atau angin-anginkan dalam posisi tegak agar air cepat mengalir turun dan parutan cepat kering.

2. Rendam Sebentar untuk Sisa yang Sudah Mulai Mengering

Kalau parutan sudah terlanjur didiamkan dan sisa keju atau kelapa mulai mengeras, perendaman singkat dalam air sabun hangat bisa melunakannya sebelum disikat. Sisa keju yang mengandung lemak akan lebih mudah terlepas saat sudah dilunakkan oleh air panas, sementara serat kelapa yang mengering di sekitar lubang parutan perlu direndam lebih lama agar bisa diangkat tanpa perlu menggosok terlalu keras. Langkah ini menghemat tenaga menggosok dan mencegah tangan terluka saat mencoba membersihkan area yang tajam.

Bahan:
- Air panas (bukan mendidih)
- 1 sdm sabun cuci piring
- Wadah atau baskom
- Sikat botol atau sikat kecil
- Lap kering

Langkah:
1. Tuangkan air panas ke dalam baskom, tambahkan sabun cuci piring dan aduk hingga berbusa.
2. Masukkan parutan ke dalam rendaman, pastikan seluruh permukaan yang kotor terendam.
3. Diamkan selama 10–15 menit—untuk sisa keju keras, bisa diperpanjang hingga 20 menit.
4. Angkat parutan dari rendaman, sikat dengan sikat botol menggunakan gerakan searah lubang parutan dari atas ke bawah.
5. Bilas dengan air bersih, cek apakah masih ada sisa yang tersangkut di lubang—jika masih ada, ulangi perendaman singkat.
6. Keringkan parutan dengan lap atau letakkan dalam posisi tegak.

Perendaman sabun biasanya sudah cukup untuk sisa kelapa dan keju biasa. Tapi untuk keju keras seperti parmesan yang mengering sangat padat di lubang parutan, dibutuhkan pendekatan yang sedikit berbeda.

3. Gunakan Sikat Gigi Bekas untuk Menjangkau Celah Sempit

Sikat botol memang membantu, tapi bulu-bulunya sering kali tidak cukup kecil untuk masuk ke lubang-lubang parutan yang sempit—terutama parutan dengan lubang kecil untuk keju halus. Sikat gigi bekas punya kepala yang lebih kecil dan bulu yang cukup kaku untuk mendorong keluar sisa makanan yang tersangkut tanpa harus mengorbankan jari di area tajam. Teknik menyikat dengan sikat gigi bekas sangat efektif untuk parutan microplane atau parutan lubang kecil yang paling sulit dibersihkan.

Bahan:
- Sikat gigi bekas
- Sabun cuci piring
- Air hangat

Langkah:
1. Basahi sikat gigi bekas dengan air hangat, lalu oleskan sedikit sabun cuci piring di bulunya.
2. Pegang parutan dengan posisi lubang menghadap ke bawah di atas wastafel—sisa makanan yang terlepas akan langsung jatuh ke bawah.
3. Sikat bagian dalam lubang dengan gerakan kecil melingkar menggunakan sikat gigi, fokus pada area yang paling banyak tersangkut sisa makanan.
4. Bilas di bawah air mengalir sambil terus menyikat ringan agar sisa yang sudah terlepas ikut terbawa air.
5. Lap kering dan simpan parutan dalam posisi tegak atau gantung agar tidak lembap.

Kalau sisa keju sudah mengering sangat padat dan tidak bergerak meski sudah direndam dan disikat, baking soda bisa membantu memecah ikatannya sebelum disikat lagi.

4. Pasta Baking Soda untuk Sisa Keju yang Mengeras

Baking soda bekerja sebagai abrasif ringan sekaligus agen pembersih berbasis basa yang efektif mengurai residu lemak dan protein dari keju yang sudah mengering. Tekstur pastanya bisa dioleskan langsung ke area bermasalah tanpa mengotori seluruh parutan, sehingga lebih efisien untuk noda yang terlokalisasi. Cara ini aman untuk parutan stainless steel maupun yang dilapisi pelindung karena abrasivitasnya jauh lebih rendah dibanding sikat kawat.

Bahan:
- 2 sdm baking soda
- Air secukupnya untuk membuat pasta
- Sikat gigi bekas atau sikat kecil
- Air hangat untuk membilas

Langkah:
1. Campurkan baking soda dengan sedikit air hingga terbentuk pasta kental yang tidak terlalu encer.
2. Oleskan pasta langsung ke area parutan yang paling kotor menggunakan jari atau sendok kecil—hati-hati dengan tepi lubang yang tajam.
3. Diamkan selama 5–10 menit agar baking soda mulai bekerja melunak kan sisa keju yang mengeras.
4. Sikat dengan sikat gigi bekas menggunakan gerakan searah lubang parutan, bukan melintang.
5. Bilas dengan air hangat mengalir dan pastikan tidak ada sisa pasta yang tertinggal di celah lubang.
6. Keringkan segera dengan lap bersih.

Satu trik terakhir yang sering tidak terpikirkan tapi sangat membantu: memarut sepotong kentang mentah setelah selesai memarut keju. Pati dan kadar air dalam kentang secara alami mendorong keluar sisa keju yang masih lunak dari dalam lubang parutan, sehingga proses mencuci berikutnya jauh lebih ringan.

5. Parut Kentang Mentah Sebelum Mencuci

Kentang mentah mengandung pati dan kadar air tinggi yang bekerja seperti "pembersih alami" untuk mendorong keluar sisa makanan dari lubang parutan—terutama sisa keju yang belum sempat mengering. Cara ini tidak menggantikan proses mencuci, tapi secara signifikan mengurangi jumlah sisa yang tertinggal sehingga proses mencuci berikutnya jauh lebih mudah. Trik ini paling efektif jika dilakukan segera setelah selesai memarut, sebelum sisa keju sempat mengering.

Bahan:
- 1 buah kentang kecil, kupas
- Air dan sabun cuci piring untuk mencuci setelahnya

Langkah:
1. Segera setelah selesai memarut keju atau kelapa, parut sepotong kentang mentah di permukaan parutan yang sama.
2. Lakukan beberapa kali gosok di seluruh area parutan—pati dan air dari kentang akan mendorong sisa keju keluar dari lubang.
3. Buang hasil parutan kentang bersama sisa keju yang ikut terdorong keluar.
4. Cuci parutan dengan air dan sabun cuci piring seperti biasa—kali ini prosesnya akan jauh lebih cepat karena sebagian besar sisa sudah terbuang bersama kentang.

FAQ

Apakah parutan stainless steel dan parutan plastik memerlukan cara mencuci yang berbeda?

Ada perbedaan yang perlu diperhatikan. Parutan stainless steel lebih tahan terhadap air panas dan bahan abrasif ringan seperti baking soda. Sementara parutan plastik, terutama yang hanya parutan pelengkap dengan rangka plastik, sebaiknya tidak direndam terlalu lama dalam air panas karena bisa menyebabkan rangkanya melengkung atau memuai. Untuk parutan dengan pegangan plastik dan bagian parut stainless, rendam hanya bagian stainless-nya saja.

Apakah mesin cuci piring (dishwasher) aman untuk parutan stainless steel?

Sebagian besar parutan stainless steel bisa dicuci di mesin cuci piring, tapi ada risikonya. Detergen dishwasher bersifat lebih keras dari sabun cuci piring manual dan bisa membuat tepi lubang parutan menjadi lebih cepat tumpul. Jika parutan punya pegangan kayu, mesin cuci piring bisa merusak dan meretakkan kayu lebih cepat. Untuk menjaga ketajaman dan kondisi parutan lebih lama, mencuci manual tetap lebih disarankan.

Bagaimana cara menyimpan parutan agar tidak cepat berkarat atau tumpul?

Simpan parutan dalam kondisi benar-benar kering—bahkan kelembapan kecil yang tertinggal di celah lubang bisa memicu karat pada parutan berbahan besi biasa. Untuk parutan stainless, simpan dalam posisi tergantung atau tegak agar sirkulasi udara bisa mengeringkan seluruh permukaan secara merata. Hindari menumpuk parutan dengan peralatan lain dalam laci karena benturan antar peralatan bisa mempercepat tumpulnya tepi parutan.

Apakah ada cara agar keju atau kelapa tidak terlalu banyak tersangkut di parutan sejak awal?

Ada trik kecil yang cukup membantu: lapisi permukaan parutan dengan semprotan tipis minyak goreng atau usap dengan sedikit minyak sebelum mulai memarut. Lapisan minyak ini menciptakan permukaan yang lebih licin sehingga sisa keju atau kelapa lebih mudah lepas dari lubang parutan dan tidak menempel terlalu kuat. Cara ini terutama efektif untuk keju keras dingin yang biasanya paling banyak meninggalkan sisa di parutan.

Berapa lama usia pakai parutan yang baik sebelum perlu diganti?

Parutan yang dirawat dengan baik—dicuci segera, dikeringkan, dan disimpan dengan benar—bisa bertahan 5–10 tahun untuk kualitas standar, dan lebih lama lagi untuk parutan stainless berkualitas baik. Tanda parutan perlu diganti bukan hanya soal karat, tapi terutama saat tepi lubang sudah tumpul dan mulai "menekan" alih-alih "memotong" bahan makanan—keju jadi remuk bukan terpurut rapi, atau kelapa jadi basah dan tidak berbentuk. Parutan yang tumpul justru membutuhkan tenaga lebih dan hasilnya kurang baik untuk masakan.

 

(brl/tin)
  • Jalan Makan Shiki, resto sukiyaki bergaya kansai daging disajikan dengan permen kapas

    Jalan Makan Shiki, resto sukiyaki bergaya kansai daging disajikan dengan permen kapas

  • Jalan Makan Kari Lam, jualan sejak 1973 membawa rasa nostalgia

    Jalan Makan Kari Lam, jualan sejak 1973 membawa rasa nostalgia

  • Jalan Makan Sroto Eling-Eling, gurihnya kuah dan melimpahnya daging kuliner Banyumas

    Jalan Makan Sroto Eling-Eling, gurihnya kuah dan melimpahnya daging kuliner Banyumas