Kenapa telur bisa retak saat direbus padahal tidak terbentur? Ternyata ini penyebabnya
Diperbarui 19 Agt 2026, 16:21 WIB
Diterbitkan 19 Agt 2026, 12:00 WIB
- Kenapa telur bisa retak saat direbus padahal tidak terbentur?
- Apa yang terjadi di dalam telur ketika mulai direbus?
- 5 Penyebab telur retak saat direbus meski tidak terbentur
- Telur dari kulkas apakah lebih mudah retak saat direbus?
- Bedakan penyebab telur retak dari kapan retakannya muncul
- Cara merebus telur agar cangkangnya tidak mudah retak
- Perlukah menambahkan garam atau cuka agar telur tidak retak?
- Kalau telur telanjur retak saat direbus, masih bisa dimakan?
- Telur retak saat direbus berarti sudah tidak bagus?
- Kesalahan yang bikin telur lebih mudah retak saat direbus
- FAQ
Brilio.net - Telur yang direbus biasanya dimasukkan ke panci dengan hati-hati agar cangkangnya tidak pecah. Namun, kadang retakan justru muncul setelah beberapa menit direbus, padahal tidak terlihat ada benturan dengan panci atau telur lain.
Cangkang telur memang bisa retak tanpa benturan yang jelas. Perubahan suhu yang terlalu cepat, gerakan telur di dalam air, kondisi cangkang, hingga cara memasukkan telur ke panci dapat ikut meningkatkan kemungkinan munculnya retakan.
Kenapa telur bisa retak saat direbus padahal tidak terbentur?
Cangkang telur tidak hanya berisiko retak karena benturan. Ketika telur dipanaskan, suhu bagian luar dan bagian dalamnya berubah secara bertahap sehingga cangkang harus menyesuaikan dengan perubahan tersebut.
Risiko retak bisa lebih besar ketika telur yang sangat dingin langsung dimasukkan ke air yang jauh lebih panas. Karena itu, jangan langsung menganggap telur yang retak saat direbus pasti terbentur dasar panci.
Ada beberapa faktor yang bisa terjadi bersamaan selama proses perebusan, mulai dari perubahan suhu sampai gerakan telur di dalam air.
Apa yang terjadi di dalam telur ketika mulai direbus?
1. Suhu telur berubah saat terkena panas
Telur yang baru keluar dari kulkas tentu memiliki suhu awal yang berbeda dengan air mendidih. Saat dimasukkan ke air panas, bagian luar telur menerima panas lebih dulu, kemudian panas perlahan masuk ke bagian dalam.
Perbedaan suhu yang cukup besar dapat membuat bagian-bagian telur mengalami perubahan suhu dengan kecepatan yang berbeda. Kondisi ini ikut perlu diperhatikan ketika telur dipindahkan dari suhu sangat dingin ke air panas.
2. Telur memiliki kantong udara
Di bagian telur yang lebih tumpul terdapat ruang udara atau air cell di antara membran dan cangkang. Ruang ini merupakan bagian normal dari struktur telur.
Ketika telur dipanaskan, kondisi udara di dalam ruang tersebut juga ikut berubah. Namun, jangan menyimpulkan bahwa kantong udara adalah penyebab tunggal telur retak saat direbus.
3. Kondisi cangkang setiap telur tidak sama
Cangkang telur memang terlihat keras, tetapi kekuatan dan ketebalannya tidak selalu sama pada setiap telur. Ada telur yang memiliki bagian cangkang lebih rapuh atau sudah mengalami kerusakan kecil yang sulit terlihat.
Retakan rambut atau kerusakan kecil tersebut bisa menjadi lebih jelas ketika telur mengalami proses pemanasan.
5 Penyebab telur retak saat direbus meski tidak terbentur
1. Telur yang sangat dingin langsung masuk ke air panas
Perbedaan suhu yang besar bisa menjadi salah satu faktor telur lebih mudah retak. Kondisi ini terutama perlu diperhatikan ketika telur yang baru dikeluarkan dari kulkas langsung dimasukkan ke air yang sudah mendidih.
Bukan berarti telur dingin pasti akan retak. Namun, perubahan suhu yang terlalu cepat sebaiknya dihindari.
2. Telur terkena dasar panci saat dimasukkan
Telur tidak harus dilempar untuk mengalami benturan. Saat diturunkan terlalu cepat, bagian bawah telur bisa mengenai dasar panci tanpa disadari.
Karena itu, masukkan telur secara perlahan. Sendok bisa digunakan untuk membantu menurunkannya ke dalam air.
3. Air mendidih terlalu kuat
Air yang bergolak membuat telur terus bergerak. Telur bisa saling bersentuhan atau mengenai dasar dan sisi panci selama proses perebusan.
Benturannya mungkin tidak terlihat jelas, tetapi bisa menjadi masalah terutama jika cangkang sudah memiliki bagian yang lebih lemah.
Jadi, telur yang awalnya masuk ke panci dalam kondisi utuh masih bisa retak beberapa menit kemudian karena terus bergerak di dalam air.
4. Ada retakan kecil sebelum direbus
Retakan halus pada cangkang tidak selalu mudah dilihat. Saat telur masih mentah, kerusakan tersebut bisa terlihat seperti garis kecil atau bahkan tidak terlihat sama sekali.
Ketika telur dipanaskan, retakan yang sudah ada dapat melebar sehingga baru tampak jelas saat proses perebusan berlangsung.
Sebelum merebus, periksa cangkang dan pisahkan telur yang sudah retak.
5. Kondisi cangkang setiap telur berbeda
Dua telur yang direbus menggunakan cara sama belum tentu memberikan hasil yang sama. Cangkang setiap telur bisa memiliki ketebalan dan kekuatan yang berbeda.
Karena itu, cangkang yang lebih tipis tidak bisa langsung disebut pasti akan retak. Kondisinya perlu dilihat bersama faktor lain selama proses perebusan.
Telur dari kulkas apakah lebih mudah retak saat direbus?
Telur yang baru keluar dari kulkas tidak otomatis akan retak ketika direbus. Hal yang lebih perlu diperhatikan adalah perbedaan suhu antara telur dan air serta seberapa cepat perubahan suhu tersebut terjadi.
Kalau telur dingin akan dimasukkan ke air panas, lakukan secara perlahan. Hindari menjatuhkan telur langsung ke dalam air yang bergolak karena selain perubahan suhu, benturan juga bisa membuat cangkang lebih mudah retak.
Bedakan penyebab telur retak dari kapan retakannya muncul
Waktu munculnya retakan bisa membantu memperkirakan apa yang terjadi, meski tidak bisa digunakan untuk menentukan satu penyebab secara pasti.
| Kapan telur mulai retak | Kemungkinan penyebab | Yang perlu diperhatikan |
|---|---|---|
| Segera setelah masuk air panas | Perubahan suhu cepat atau benturan saat memasukkan telur | Kondisi telur dan cara memasukkannya |
| Setelah beberapa menit | Gerakan telur atau kelemahan pada cangkang | Kondisi air dan cangkang |
| Setelah air mendidih kuat | Telur bergerak atau saling berbenturan | Intensitas air yang bergolak |
| Retakan sudah terlihat sebelum direbus | Cangkang sudah mengalami kerusakan | Periksa telur sebelum dimasak |
| Hanya satu atau beberapa telur yang retak | Kondisi masing-masing cangkang berbeda | Jangan langsung menyimpulkan cara merebusnya salah |
Tabel ini sebaiknya dibaca sebagai petunjuk kemungkinan, bukan diagnosis pasti. Satu telur bisa saja mengalami lebih dari satu faktor yang membuat cangkangnya retak.
Cara merebus telur agar cangkangnya tidak mudah retak
1. Periksa cangkang terlebih dahulu. Pisahkan telur yang sudah memiliki retakan.
2. Masukkan telur secara perlahan. Gunakan sendok agar telur tidak langsung jatuh ke dasar panci.
3. Jangan biarkan air bergolak terlalu kuat. Sesuaikan panas agar telur tidak terus bergerak dan terbentur.
4. Jangan memenuhi panci dengan terlalu banyak telur. Beri ruang agar telur tidak mudah saling berbenturan.
5. Gunakan panci dengan ukuran yang sesuai. Telur yang terlalu bebas bergerak bisa lebih sering mengenai dasar atau sisi panci.
6. Hindari perubahan suhu yang terlalu ekstrem. Telur yang sangat dingin perlu dimasukkan dengan lebih hati-hati ke air panas.
Perlukah menambahkan garam atau cuka agar telur tidak retak?
Menambahkan garam atau cuka tidak sebaiknya dianggap sebagai cara yang pasti mencegah telur retak. Cara memasukkan telur dan mengatur kondisi air justru lebih penting untuk mengurangi kemungkinan cangkang mengalami benturan atau perubahan suhu yang terlalu cepat.
Garam memang sering digunakan dalam berbagai cara merebus telur, tetapi tidak perlu disebut sebagai pencegah retak yang pasti. Sementara itu, cuka memiliki penggunaan lain dalam proses memasak telur, tetapi bukan jaminan cangkang tidak akan pecah.
Jadi, tidak perlu mengandalkan bahan tambahan untuk menggantikan cara merebus yang lebih hati-hati.
Kalau telur telanjur retak saat direbus, masih bisa dimakan?
Kondisinya perlu dibedakan berdasarkan kapan telur mengalami retakan.
- Telur retak setelah masuk ke air
Jika retakan muncul ketika telur sedang direbus, sebagian putih telur bisa keluar melalui celah cangkang dan bercampur dengan air.
Telur yang tetap dimasak sampai matang perlu dibedakan penanganannya dari telur yang sudah retak sejak sebelum dimasak. Jangan membuat kesimpulan bahwa semua telur yang retak otomatis aman atau otomatis harus dibuang.
- Telur sudah retak sebelum direbus
Kalau retakan sudah ada sebelum telur dimasak, kondisi tersebut perlu lebih diperhatikan karena cangkang tidak lagi utuh.
Telur dengan cangkang retak sebaiknya tidak dibiarkan begitu saja dan perlu ditangani dengan memperhatikan keamanan pangan.
Telur retak saat direbus berarti sudah tidak bagus?
Tidak otomatis.
Cangkang bisa retak karena beberapa faktor selama perebusan, seperti perubahan suhu, gerakan telur di dalam air, cara memasukkan telur, atau kondisi cangkang yang sudah memiliki bagian lebih lemah.
Jadi, telur yang retak ketika direbus tidak bisa langsung dianggap sebagai telur yang sudah jelek atau busuk.
Kesalahan yang bikin telur lebih mudah retak saat direbus
Beberapa kebiasaan yang bisa meningkatkan kemungkinan cangkang retak antara lain:
- Menjatuhkan telur ke dalam panci.
- Memasukkan telur yang sangat dingin langsung ke air yang sangat panas.
- Membiarkan air bergolak terlalu kuat.
- Memasak terlalu banyak telur dalam panci yang kecil.
- Tidak memeriksa kondisi cangkang sebelum direbus.
- Mengaduk telur terlalu kuat selama proses perebusan.
FAQ
1. Kenapa telur yang direbus dengan cara sama ada yang retak dan ada yang tidak?
Kondisi setiap telur tidak selalu sama. Ketebalan dan kekuatan cangkang, kerusakan kecil yang tidak terlihat, serta posisi telur selama direbus bisa berbeda.
2. Apakah telur harus dikeluarkan dari kulkas sebelum direbus?
Tidak ada satu cara yang wajib digunakan untuk semua metode. Yang penting, hindari perubahan suhu yang sangat mendadak dan masukkan telur dengan hati-hati agar tidak terbentur.
3. Kenapa putih telur keluar dari cangkang yang retak?
Ketika cangkang dan membrannya mengalami retakan, putih telur yang berada di dalam dapat keluar melalui celah tersebut selama proses pemanasan.
4. Apakah telur retak bisa membuat air rebusan keruh?
Bisa. Putih telur yang keluar dari celah cangkang akan bercampur dengan air sehingga air rebusan dapat terlihat lebih keruh.
5. Kenapa telur lebih mudah retak kalau direbus terlalu lama?
Semakin lama telur berada di dalam air panas, semakin lama pula telur mengalami panas dan bergerak di dalam panci. Namun, lama perebusan saja tidak bisa disebut sebagai penyebab utama karena kondisi telur dan intensitas panas juga ikut berpengaruh.
(brl/tin)RECOMMENDED ARTICLES
- Gagang panci ikut panas padahal tak kena api, normal atau tanda masalah? ini penjelasannya
- Wajan mengeluarkan asap tipis saat dipanaskan, kapan kondisi ini masih normal?
- Freezer cepat penuh bunga es padahal jarang dibuka, apa yang perlu dicek?
- Beras yang lama disimpan mulai berbau berbeda, masih aman dimasak? Cek kondisinya dulu
- Spons cuci piring bau amis meski sudah dicuci, ternyata ini penyebabnya
FOODPEDIA
Video
Selengkapnya-
Jalan Makan Shiki, resto sukiyaki bergaya kansai daging disajikan dengan permen kapas
-
Jalan Makan Kari Lam, jualan sejak 1973 membawa rasa nostalgia
-
Jalan Makan Sroto Eling-Eling, gurihnya kuah dan melimpahnya daging kuliner Banyumas
Resep
Selengkapnya-
Mengolah ayam goreng sisa semalam untuk sarapan? ini resep ayam kecap suwir yang nikmat dan bergizi
18 / 08 / 2026 19:00 WIB -
Cara membuat banana bread yang viral pakai rice cooker, ini triknya biar lembut dan nggak seret
14 / 08 / 2026 18:00 WIB