Brilio.net - Kalau kita sering melihat di sebuah acara pernikahan, selalu ada kue pengantin dengan dekorasi menarik yang nantinya akan dipotong oleh kedua mempelai. Kalau kamu perhatikan, kue pengantin selalu bertingkat, dan minimal bertingkat tiga kan?
Tahukah kamu, bahwa kue pengantin itu memiliki filosofi tersendiri dan tingkat paling atas memiliki filosofi yang sangat istimewa. Dilansir brilio.net dari The Sun, Senin (6/3) menurut tradisi, tingkat kue ulang tahun paling bawah adalah untuk dikonsumsi di acara pesta pernikahan dan tingkat kedua untuk dibagikan setelah acara.
Namun, melihat kembali ke abad 19, tingkat kue paling atas biasanya disimpan hingga acara pembaptisan anak pertama.
Itulah mengapa dibutuhkan resep khusus untuk membuat kue pengantin bisa tahan cukup lama, bahkan hingga bertahun-tahun setelah pesta pernikahan diselenggarakan.
Nah, di abad ke-20 dan ke-21, ketika banyak pasangan mulai menunggu lebih lama sebelum memulai rumah tangga, arti tingkatan kue pun bergeser. Tingkatan kue paling atas sekarang disimpan untuk hari ulang tahun pernikahan pertama.
Di abad ke-17 sendiri ada dua kue yang selalu ada di pesta pernikahan, yaitu kue pengantin wanita dan kue pengantin pria. Kue pengantin pria biasanya berwarna gelap karena warna putih dianggap kurang maskulin.
Inspirasi kue itu konon pertama kali diperkenalkan oleh juru masak pastry, William Kaya (1755-1812), yang membuat kue pengantin berbentuk gereja St Bride di London.
Recommended By Editor
- Traveling ke Jepang jangan lupa pakai BRI Kartu Kredit JCB Platinum, bertabur promo & benefit cashback
- Coba Nokia 3310 versi baru, remaja ini justru kebingungan, ada apa ya?
- Jaga cashflow bulanan kini makin mudah dengan Program Cicilan BRI Kartu Kredit, bunga mulai 0%
- 15 Cowok ini terganteng se-Asia, asal Indonesia ada nggak ya?
- Ratusan ibu-ibu rayakan HUT RI di Taman Ahmad Yani Medan bareng Mahsuri, yuk intip keseruannya!
- Tak diduga, isi daya baterai HP di resto ini biayanya Rp 18 ribu/jam
- Unik, semua menu di kafe ini menggunakan bahan mayones
- Beda jari beda makna, ini arti letak cincin menurut budaya Korea


