Brilio.net - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menanggapi soal kemungkinan banyaknya warung makan yang tetap beroperasi selama bulan Ramadan. Menag mengatakan bahwa kalau memang harus buka karena untuk memenuhi kebutuhan sesama warga bangsa yang tidak sedang berpuasa, maka tentu harus dilakukan dengan penuh kearifan.
Membuka warung makan pun menjadi hak orang yang bekerja sebagai penjual makanan. Apalagi kalau itu adalah satu-satunya mata pencaharian baginya untuk manafkahi keluarga. “Kita kan juga harus mempunyai tenggang rasa dan empati,” terang Menag di laman resmi kemenag.go.id.
Menurut Menag, tidak semua warga Indonesia berkewajiban berpuasa, tergantung agama yang dianutnya. Bahkan yang beragama Islam sekalipun, tidak semuanya berpuasa karena beberapa sebab, antara lain dalam perjalanan (musafir), sedang sakit, wanita yang sedang hamil, menyusui, atau menstruasi dan lainnya.
Terkait sweeping, Menag berharap seperti tahun lalu, tidak ada yang melakukan sweeping pada puasa tahun ini. Menurutnya, semua pihak harus lebih mendahulukan tenggang rasa sehingga tidak perlu mengundang pihak lain untuk menempuh cara instan apalagi dengan menggunakan kekerasan dan sweeping. “Jadi tanpa harus sweeping, semua kita bisa saling menghargai antara satu dengan yang lain,” tandasnya.
Recommended By Editor
- Traveling ke Jepang jangan lupa pakai BRI Kartu Kredit JCB Platinum, bertabur promo & benefit cashback
- Ucapan selamat berpuasa dalam 12 bahasa negara, bisa dicoba ke gebetan
- Jaga cashflow bulanan kini makin mudah dengan Program Cicilan BRI Kartu Kredit, bunga mulai 0%
- Tempat hiburan malam Jakarta bakal dikasih stiker merah & hijau, ups!
- Ratusan ibu-ibu rayakan HUT RI di Taman Ahmad Yani Medan bareng Mahsuri, yuk intip keseruannya!
- 12 Meme jelang Ramadan ini kocak banget, bikin kamu nggak sabar puasa!
- VIDEO: Komentar terenyuh mahasiswa relawan soal Ramadan
- Puasa udah selesai, nostalgia dulu yuk sama meme sirup Marjan!

