Kotak bekal bau amis setelah simpan daging? Ini cara hilangkannya tanpa jemur berjam-jam
Diperbarui 18 Mei 2026, 12:01 WIB
Diterbitkan 18 Mei 2026, 09:00 WIB

Brilio.net - Setelah momen Idul Adha, wajar kalau kotak bekal dan wadah plastik di rumah jadi alat andalan untuk menyimpan dan mendistribusikan daging kurban. Masalahnya, plastik punya sifat berpori—meski tidak terlihat mata telanjang—sehingga molekul bau amis dari darah dan lemak daging bisa terserap masuk ke permukaan wadah. Hasilnya, meski sudah dicuci pakai sabun cuci piring, baunya tetap saja menyisa.
Yang bikin repot, wadah-wadah ini biasanya langsung dipakai lagi untuk bawa bekal atau menyimpan makanan lain. Kabar baiknya, bau amis membandel di wadah plastik bisa diatasi dengan bahan-bahan yang kemungkinan besar sudah ada di dapur—tanpa perlu dijemur seharian atau beli produk khusus.
Trik Hilangkan Bau Amis di Kotak Plastik Bekas Daging
1. Rendam dengan Air Rebusan Daun Jeruk
Daun jeruk mengandung minyak atsiri alami yang bekerja sebagai penetral bau, bukan sekadar menutupinya. Uap panas dari air rebusan membantu membuka pori-pori permukaan plastik sehingga senyawa bau yang terperangkap bisa ikut terangkat. Cara ini cocok untuk wadah yang sudah berbau cukup lama dan belum hilang meski sudah beberapa kali dicuci.
Bahan:
- 10–15 lembar daun jeruk segar
- 500 ml air
- 1 wadah plastik yang berbau
Langkah:
1. Rebus air hingga mendidih, masukkan daun jeruk, dan biarkan selama 5 menit hingga minyaknya keluar.
2. Tuang air rebusan (masih panas) ke dalam wadah plastik, tutup rapat, dan biarkan selama 20–30 menit.
3. Buang air, bilas wadah dengan air bersih, lalu angin-anginkan di tempat terbuka selama 15 menit.
2. Pasta Baking Soda dan Cuka Putih
Baking soda bersifat basa dan mampu menetralisir senyawa asam penyebab bau amis secara kimiawi. Ketika dikombinasikan dengan cuka putih yang bersifat asam, keduanya bereaksi dan menghasilkan efek yang membantu mengangkat sisa kotoran dan bau dari permukaan plastik. Kombinasi ini juga aman untuk plastik food-grade dan tidak meninggalkan residu berbahaya.
Bahan:
- 2 sdm baking soda
- 2 sdm cuka putih
- Air secukupnya untuk membilas
Langkah:
1. Taburkan baking soda merata ke seluruh permukaan dalam wadah, termasuk sisi dan sudut-sudutnya.
2. Tuangkan cuka putih ke atasnya, biarkan bereaksi (akan muncul buih) selama 10–15 menit.
3. Gosok ringan dengan spons, bilas bersih dengan air mengalir, lalu lap kering.
3. Isi dengan Bubuk Kopi Bekas
Bubuk kopi bekas pakai punya kemampuan menyerap bau karena struktur karbon aktif alaminya—mirip cara kerja arang aktif. Metode ini tidak perlu air panas dan cocok untuk wadah yang tidak mau terkena suhu tinggi. Selain itu, aroma kopi yang ringan tidak akan meresap ke plastik, jadi makanan berikutnya yang disimpan tidak akan ikut berbau kopi.
Bahan:
- 3–4 sdm ampas kopi bekas (kering atau sedikit lembap)
- Plastik wrap atau penutup wadah
Langkah:
1. Pastikan bagian dalam wadah dalam kondisi kering, lalu taburkan ampas kopi merata di dasarnya.
2. Tutup wadah rapat-rapat dan biarkan selama 8–12 jam (bisa semalaman).
3. Buang ampas kopi, lap bersih bagian dalam wadah, lalu cuci seperti biasa dengan sabun.
Durasi: 8–12 jam (pasif)
Porsi: 1 wadah
4. Rendam Air Garam Panas
Garam berfungsi sebagai abrasif ringan sekaligus agen osmotik yang menarik keluar cairan dan senyawa bau yang terperangkap di pori-pori plastik. Air panas mempercepat proses ini dengan membuat pori plastik sedikit mengembang sehingga lebih mudah dibersihkan. Cara ini paling simpel karena hampir semua orang punya garam di dapur.
Bahan:
- 2 sdm garam dapur
- 400 ml air panas (bukan mendidih, sekitar 70–80°C)
Langkah:
1. Larutkan garam ke dalam air panas, aduk hingga benar-benar larut.
2. Tuang larutan garam ke dalam wadah plastik, tutup, dan biarkan selama 30 menit.
3. Buang larutan, bilas dengan air bersih, dan keringkan dengan cara diangin-anginkan.
5. Lapisi dengan Kertas Koran Semalam
Tinta dan serat kertas koran punya kemampuan menyerap bau—ini alasan lama kenapa koran sering dipakai untuk membungkus bahan berbau tajam. Cara ini tidak perlu bahan tambahan apapun dan sangat cocok jika tidak ada cuka, kopi, atau baking soda di rumah. Efektif untuk bau yang belum terlalu lama menempel.
Bahan:
- 2–3 lembar koran bekas
- Air untuk membilas
Langkah:
1. Remas koran sedikit lalu tata memenuhi bagian dalam wadah secara padat.
2. Tutup wadah dan diamkan selama 8–12 jam atau semalaman di suhu ruang.
3. Buang koran, cuci wadah dengan sabun dan air hangat, lalu bilas bersih.
FAQ
1. Apakah aman pakai wadah plastik bekas daging untuk menyimpan makanan matang jika baunya sudah hilang?
Tergantung kondisi plastiknya. Jika wadah tidak retak, tidak berubah warna kekuningan atau keruh, dan tidak ada bau tersisa, umumnya masih aman dipakai. Tapi kalau plastik sudah buram, tergores dalam, atau kode daur ulangnya bukan 2, 4, atau 5, lebih baik ganti dengan wadah baru karena goresan dalam bisa jadi sarang bakteri.
2. Kenapa sabun cuci piring biasa tidak cukup untuk menghilangkan bau amis di plastik?
Sabun cuci piring hanya membersihkan permukaan dan mengangkat lemak yang menempel di luar pori. Senyawa bau amis—terutama yang berasal dari protein darah dan lemak hewan—bisa meresap ke dalam mikropori plastik yang tidak bisa dijangkau sabun biasa. Perlu bahan dengan kemampuan penetrasi atau penyerapan lebih dalam, seperti baking soda atau kopi.
3. Berapa lama wadah plastik sebaiknya tidak dipakai setelah menyimpan daging mentah?
Tidak ada aturan baku soal durasi, tapi yang penting wadah harus benar-benar bersih dan bebas bau sebelum digunakan kembali. Sebagai praktik higienis, sebaiknya cuci segera setelah dipakai—jangan biarkan sisa darah atau cairan daging kering di dalam wadah karena akan jauh lebih susah dibersihkan dan baunya lebih susah dihilangkan.
4. Apakah wadah plastik yang sudah berbau amis bisa dikembalikan ke kondisi seperti baru 100%?
Tidak selalu. Jika plastik sudah terpapar bau dalam waktu lama (lebih dari beberapa hari tanpa dibersihkan), molekul bau bisa meresap cukup dalam dan sulit sepenuhnya dihilangkan. Trik-trik di atas efektif untuk bau yang belum terlalu mengendap. Untuk kasus ekstrem, kombinasikan dua metode secara berurutan untuk hasil yang lebih maksimal.
5. Apakah trik ini berlaku juga untuk wadah berbahan kaca atau stainless steel?
Kaca dan stainless steel tidak berpori seperti plastik, jadi bau amis jauh lebih jarang meresap dan biasanya cukup dibersihkan dengan sabun dan air panas. Kalau baunya masih ada, rendam dengan larutan baking soda dan air hangat selama 15 menit—biasanya sudah cukup. Trik koran dan kopi juga bisa dipakai sebagai langkah penyerapan bau tambahan jika diperlukan.
(brl/tin)RECOMMENDED ARTICLES
- Kulkas bau daging kurban? Trik simpan dan hilangkan bau anyir pakai bahan yang sudah ada di dapur
- Cara membersihkan blender berminyak bekas bumbu gulai tanpa harus bongkar mesin
- 10 Menit hilangkan bau prengus di talenan kayu habis potong daging kurban, cuma pakai 2 bahan dapur
- Rice cooker bau setelah dipakai hangatkan gulai? Ini 5 cara mudah hilangkan aroma santan yang menempel
- Wajan antilengket dekil dan berkerak? Ternyata bisa dibersihkan pakai kentang
FOODPEDIA
Video
Selengkapnya
Jalan Makan Shiki, resto sukiyaki bergaya kansai daging disajikan dengan permen kapas

Jalan Makan Kari Lam, jualan sejak 1973 membawa rasa nostalgia

Jalan Makan Sroto Eling-Eling, gurihnya kuah dan melimpahnya daging kuliner Banyumas
Resep
Selengkapnya
11 Resep daging sapi kuah pedas untuk Idul Adha, gurih, sedap, dan mudah ditiru
19 / 05 / 2026 14:00 WIB
Di kulkas cuma ada sisa saja? Cobain resep telur tomat lezat yang mudah tapi rasa tetap bintang lima
18 / 05 / 2026 19:00 WIB
10 Resep semur bola daging spesial Idul Adha, solusi praktis mengolah daging giling kurban
19 / 05 / 2026 16:00 WIB
20 Resep daging sapi masak kecap, bumbunya meresap sampai dalam
19 / 05 / 2026 13:00 WIB
















